hal-46

39 3 0
                                        

"WOI, LIMA CEWEK ANAK KELAS SEPULUH MAU BUNUH DIRI!" teriaknya panik.

"HAAH!"

25 menit yang lalu, sebelum kelima siswa perempuan kelas sepuluh memutuskan lompat di tepi rooftop.

"Inva, cepet ganti bajunya! Bentar lagi mau bel masuk tau." teriak cewek berambut panjang dengan bandana pink.

Siswa perempuan rambut keriting kelas X IPA 1 keluar dari kamar mandi, tersenyum ke arah temannya usai mengganti seragam olahraganya. "Maaf yaa, agak sedikit lama ya hehe.  Ouh yaa Hp gue mana, makasih udah mau pegangin."

"Nih Inva! Ampe pegel Ela pegangnya tau. " Cewek bandana pink itu menyerahkan hp ke cewek rambut keriting dengan sedikit cemberut.

Cewek rambut keriting itu nyengir lebar, menggandeng tangan Ela dengan senang. "Membantu teman itu dapet pahala lho. Ayo kita balik ke kelas."

Mereka bersama-sama keluar dari area kamar mandi untuk segera kembali ke kelas. Suara dering ponsel tiba-tiba bergetar memecah keheningan di antara mereka. "Bentar La, Nyokap gue nelpon."

Ela menutup mulut sedikit kaget, "Inva, Bunda Ela juga sekarang nelpon." 

"Kok bisa barengan yaa," gumam Inva menghela napas, "Jangan-jangan mama kita berdua ngajakin kita lagi, buat ikut kumpul arisan emak-emak!"

"Belum tentu Inva. Kita angkat aja ya, Ela penasaran. Karena gak biasanya bunda nelpon pas Ela masih di sekolah. " Ela mulai mengangkatnya cepat, begitupun Inva menyetujui dan mengangkat.

Mereka berdua menjaga jarak agar suaranya tidak bertabrakan satu sama lain. "Halo Bunda, tumben nelpon Ela ada apa?"

"Tentukan pilihan kamu kalau mau Bunda kamu selamat hahah. " jawab seorang dengan suara berat laki-laki. Ela melotot, "Kamu siapa? Jangan lukai Bunda Ela!'

Sementara itu Inva mendengar suara berbeda dalam telepon yang kali pertama di dengarnya bukan suara ibunya. "Tentukan pilihan kamu sekarang kalau mau Ibu kamu selamat hari ini hahah."

"Ha?" Inva tersedak lalu tertawa kecil saat mendengar perkataan seenaknya dari orang asing yang menggunakan ponsel mamanya,

"Lo, siapa berani ngancem gue. Di mana Nyokap gue anjing? Sampe Lo nyentuh nyokap gue habis Lo di tangan gue!"

Tit!

Tidak lama panggilan itu terputus. Tergantikan sebuah pesan WhatsApp masuk dengan cepat. Inva memandang pesan WhatsApp itu dengan terkejut dan sedikit panik.

_____________________

+627700*****

Pilihlah salah satu untuk menyelamatkan orang terdekatmu;

1. Kamu harus bunuh diri terang-terangan agar orang terdekatmu selamat!

2. Atau Biarkan orang terdekatmu yang kami bunuh terang-terangan di depan matamu!

10.00

_________________

Sementara Ela matanya berair memandang pesan baru yang didapat di ponselnya. Ela merasakan jantungnya berdebar sangat kencang. Ia tidak mungkin membiarkan bundanya terluka.

_______________

+6277700*******

Pilihlah salah satu untuk menyelamatkan orang terdekatmu;

Jam Pelajaran Olahraga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang