Pukul 14.00
Angga tersenyum menatap seorang yang berdiri di tengah jalanan. Di jalanan yang sepi hanya motor dirinya. Angga menggenggam stangnya dengan kencang, motornya membuat melaju dengan sangat kencang.
Seorang yang tengah berdiri di tengah jalan itu terjatuh saat dari arah lain terdapat lima siswa yang melempari telur.
Angga melotot karena menyaksikan pembullyan dari para siswa itu ke adik Agas. Angga lantas batal menabrak lalu membelokkan stang motor ke arah di mana pagar.
Angga terjatuh, motornya menabrak pagar. Angga melepas helm. Kakinya merasakan sakit karena berguling di jalanan.
Para siswa itu masih melempari telur dan tepung. Seraya menghina, "Heh, Orang Buta. Jangan Lo sekolah di sini. Nyusahin Orang Lo!"
"Hahaha, Rasain bau telur ayam hahah." ucap salah satu siswa berambut pendek.
"Heh cewek Buta! Gue peringatin. Sampai sekali lagi Lo, gue lihat masih di sekolah ini. Abis Lo di tangan gue " ucap siswa berambut kriting panjang menjambak seorang yang tengah panik mencari tongkatnya.
"Gimana kalau kita kurung dia di gudang sekolah? Pasti seru."
"Gimana kalau kalian berlima yang gue kurung di gudang. Pasti menyenangkan. " timpal Angga datang sambil memegang helm dengan kondisi kaki sedikit pincang. Angga memukul tangan siswa yang seenaknya menjambak rambut seseorang.
"Sekali lagi Lo ngotorin tangan Lo buat nyentuh sehelai rambut ke cewek ini. Rambut Lo gue botakin!" tegas Angga sambil menatap tajam ke mereka.
"Lo semua sudah gue videokan. Kalau kalian berani macem-macem sama nih anak lagi, gue langsung upload video ini!"
" Gue sangat yakin kalian berlima bakal di keluarin dari sekolah. " Angga tersenyum puas mengangkat ponselnya.
Mereka berlima saling pandang merasa panik lalu seketika mendorong Angga hingga terjatuh. Salah satu dari mereka mencuri ponsel yang dipegang Angga lalu kompak mereka berlima berlari kabur.
"Woi hp gue!" teriak Angga membuat lima orang siswa perempuan berambut pirang itu tertawa.
"Woi, kalian percuma, Videonya sudah gue upload dan kasih ke kepala sekolah Hahah."Angga mengucapkan hal itu dengan senang.
Mereka berlima tampak terkejut lantas membanting ponsel itu."Aishh, sayang banget Hp gue. Hahaha"
Di samping itu Angga berbalik menatap ke arah seorang yang tengah mencari tongkat sambil meraba-raba tanah aspal. Angga mulai berjongkok lalu memberikan ke tangan adiknya Agas yang beda setahun dengannya.
"Makasih, udah nolongin aku." Angga tersenyum mengangguk. "Lo beneran gak apa-apa? Rambut dan Baju Lo bau telur haha. Mereka emang sering bully Lo gitu yah. Ayok gue antar Lo pulang. "
"Aku gak apa-apa. Makasih banget yah. Gak usah di antar, nanti biar dijemput sama Kak Agas aja. " ucap Cewek itu lantas berusaha berdiri.
Dia tersenyum dengan tenang, "Aku gak masalah dibully, mereka gak salah kok bilang aku buta dan gak pantes sekolah di tempat yang seperti mereka karena aku Buta." Angga menghela napas melihat Adiknya Agas tampak kuat.
"Gue mau minta maaf." Angga mengatakan hal tersebut sambil menggaruk lehernya. Entahlah dirinya merasa bersalah ada keinginan jahat yang hampir menabrak adiknya Agas yang bahkan ternyata tidak bisa melihat.
" Bodoh banget gue. Bisa-bisanya Lo mau balas dendam ke dia yang bahkan gak tau apa-apa. Selama ini gue salah paham mengira kalau Adiknya Agas yang gak peduli sama Era ketika bunuh diri. Ternyata dia memang gak bisa melihat." ucap Angga menampar pelan sekali pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jam Pelajaran Olahraga
Misteri / ThrillerPelajaran Olahraga sebagai pelajaran yang diminati para siswa sebab tidak hanya dilakukan di kelas melainkan di luar kelas yakni lapangan. Bagaimana jika jam pelajaran olahraga itu menjadi momen jam paling mengerikan? Si tokoh utama lelaki bernama...
