Hal-22

31 2 0
                                        


"Suara mobil polisi cah!"

"Aishh, sial. Kacau padahal misi kita belum kelar!"

"Gas, cabut!"

Di balik itu seorang siswa perempuan yang berdiri di depan pintu luar kamar mandi. Sedari tadi merekam aksi empat orang yang pergi setelah memukuli Fathur.

Mematikan suara sirine dari ponselnya. Seorang perempuan itu memperhatikan empat orang itu bergegas kabur melewati atap kamar mandi.

Seorang perempuan itu seketika dengan panik. Mendekati Fathur yang terkapar penuh luka di kamar mandi. "Lo gak apa-apa?"

Fathur merespon dengan menggeleng, menunjuk jarinya ke atap. Detik kemudian Fathur pingsan tidak sadarkan diri. "Haish, gue harus gimana sekarang?"

"Lo tunggu di sini bentar yah. Gue bakal ngejar mereka." ucap seorang perempuan itu naik ke atas kloset kemudian menuju ke atap melalui tali yang digunakan mereka setelah melukai siswa tersebut.

Seorang perempuan itu tercengang ketika mendapati sebuah jalanan tersembunyi  di atas atap.

Terlihat dari renovasinya ini merupakan jalanan baru yang diciptakan tiga hari lalu. Dilihat dari cat dan keadaan semennya yang masih sedikit basah.

Seorang perempuan itu melihat mereka loncat turun ke bawah dengan tali yang menggantung.

Tidak lama setelah itu seorang perempuan tersebut mengamati mereka dari kejauhan yang kemudian pergi dengan menghampiri mobil yang baru saja tiba.

Seorang perempuan itu memotret plat mobil tersebut kemudian kembali masuk ke dalam menuju toilet tempat awal.

Seorang perempuan itu tidak bisa lama membiarkan siswa itu terluka. Segera mempercepat langkahnya.

"Kak Azi, kenapa banyak banget darah di sekitar sini. Apa jangan-jangan ada yang terluka?" Suara orang dari bawah membuat seorang perempuan itu tidak jadi meraih tali untuk turun dari atap. Memilih bersembunyi.

Suara pintu didobrak membuat seorang perempuan itu memundurkan kakinya agar tidak terlihat.

"Ya Allah, bang Fathur kenapa bisa luka begini sih? Pasti bang Fathur habis dipukulin sama orang." ucap seorang laki dari bawah.

Sementara itu di atap seorang perempuan yang tengah bersembunyi mulai menutup mulutnya yang akan menguap.

"Kak Azi mau ngapain?"

"Bantu gue, naikin dia ke punggung gue." ucap suara cewek yang baru didengarnya.

Sementara itu seorang perempuan yang bersembunyi di atas atap tersenyum merasa lega karena mereka berniat menolong cowok yang terluka itu.

"Cepat!"

"Iyah, iyaa Kak Azi."

Beberapa menit setelah itu suara obrolan dari bawah sudah  tidak lagi terdengar.

Perlahan seorang perempuan itu melongok, mengintip ke bawah tampak keberadaan cowok itu dan dua siswa yang berbicara tadi telah pergi.

Seorang perempuan itu segera bergegas turun, berlari menuju ke pintu luar. Dia dapat melihat cowok yang terluka itu digendong dengan seorang cewek.

"Dari belakang kayak gak asing. Hah yah, Bukannya itu Ziah! Ah, apa mungkin cowok yang terluka itu teman akrabnya?"

"Vanilla, Lo ngapain dari dalem toilet cowok?" Seorang perempuan itu menoleh tersenyum senang kemudian memasang wajah kecewa.

Jam Pelajaran Olahraga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang