Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Season Two | 03 a faint trace of longing
Januari 2024
Sebulan berlalu sejak perseteruan malam itu, sejak mulut Rose dengan ringannya melontar kalimat "kita berpisah saja," yang mana bukan pertama kalinya.
Dahulu, dalam hitungan hari atau bahkan pernah beberapa jam saja, Jaehyun akan mencari-cari dan memohon agar Rose tidak pergi. Namun, kali ini, Jaehyun sama sekali tidak datang.
Tidak berusaha menghubungi. Tidak pula mengirim pesan.
Dan, perempuan yang kerap menuntut sikap kedewasaan di dalam sebuah hubungan tetapi ironisnya seringkali memberi makan ego sendiri itu kini tengah menerima konsekuensi.
Merasa dicampakkan padahal siapa pun tahu bahwa ia lah yang mencampakkan. Merasa gengsi untuk lebih dulu menghubungi dan memilih untuk hanya menanti sepanjang hari.
Membuka tutup ponsel, menilik ruang obrolan dengan sang mantan, membaca kembali pesan-pesan yang dahulu pernah saling dikirimkan.
Rose mengunggah kesibukannya ke sosial media seperti ingin menunjukkan bahwa hari-harinya masih berjalan menyenangkan meski tanpa dia. Dan, di saat yang sama, perempuan itu berharap Jaehyun memahami bahwa ia sama sekali tidak baik-baik saja.
Bagi Rose, perpisahan mereka masih terasa tidak nyata.
Ia penasaran, apakah Jaehyun juga merasakan hal yang sama sepertinya. Tenang atau resahkah laki-laki itu di sana? Lengang atau sibukkah dia?
Namun, semua pertanyaan hanya berenang di kepala. Jaehyun sama sekali tidak memberi klu melalui apa pun. Dan, Rose juga tidak berusaha mencari tahu melalui siapa pun.
Setidaknya sampai malam itu Rose membuka second account instagramnya dan melihat beberapa unggahan milik seseorang.
"Wah ini gila! Mengirim coffee truck ke lokasi syuting Chaeyeon?! Jaehyun melakukannya? Yang benar saja?! Dan, apa ini?! Mengapa Chaeyeon repot-repot terbang ke negara lain hanya untuk mengunjungi konser Jaehyun. Ini benar-benar membuatku gila!"
Meski malam itu, di kamarnya, Rose adalah manusia maha tenang yang hanya diam seraya merengkuh kedua lutut, tetapi sungguh apabila gilanya disuarakan maka akan lebih lantang dari Lisa.
Jennie di atas sebuah bangku seraya mereguk minuman kaleng, "Pantas saja dia tidak datang padamu lagi, kurasa dia sudah punya yang baru."
Kemudian, Jisoo yang berbaring seraya menggenggam sebuah cermin kecil dan merapikan lembaran masker di wajahnya, "Mungkin saja, Jaehyun hanya sedang mencari pelampiasan. Laki-laki selalu begitu."