Beberapa tahun kemudian
Waktu berjalan cepat. Seolah baru kemarin ketiga putra Stevan dan mendiang Lusiana masih bergulat dengan konflik masa lalu kini mereka telah tumbuh dewasa, menikah, dan membentuk keluarga kecil masing-masing. Kehidupan di kediaman besar keluarga Jovetic pun tak pernah sepi, apalagi dengan kehadiran para generasi baru yang membawa warna tersendiri.
Si sulung, Argo Siji Jovetic, kini berusia 45 tahun. Ia menikah dengan seorang wanita asal Malang bernama Felisha Avianne Leonardi. Dulu, Argo sempat bersikeras hanya ingin memiliki satu anak saja, tapi takdir berkata lain dan kini ia memiliki tiga putra yang luar biasa, walau kadang membuatnya ingin kabur ke gunung.
Anak pertamanya, Zevran Alvaro Jovetic berusia 17 tahun, Zevran adalah cerminan dirinya sendiri. Wajah, cara bicara, bahkan gaya berjalan mereka nyaris sama. Beberapa kerabat bahkan menyebut mereka "kembar beda zaman." Zevran sekarang duduk di tahun terakhir SMA dan sedang mempersiapkan diri untuk kuliah di luar negeri.
Anak keduanya, Kaelen Dimitri Jovetic berusia 16 tahun, lebih tenang dan pemikir. Wajahnya masih punya sedikit kemiripan dengan sang ayah, tapi sifatnya sangat mencerminkan ibunya yaitu sabar, penyayang, dan sering jadi penengah di antara dua saudaranya yang hobi ribut.
Si bungsu, Rhydian Elric Jovetic berusia 15 tahun, baru saja masuk SMA. Ia paling kalem dari semua, penyuka sastra dan seniman di rumah. Rhydian sangat dekat dengan satu-satunya sepupu perempuannya yang seumuran dengannya.
Rimba Dan Jovetic, si anak tengah yang kini berusia 42 tahun, menikahi seorang wanita pendiam tapi bisa galak kalau sudah bicara soal disiplin Nashira Calystra Mahadewi. Pertemuan mereka terjadi secara tak terduga saat Rimba tersesat di Yogyakarta karena... kebodohannya sendiri. Sampai sekarang, Rimba sering bilang, “Kalau gak nyasar waktu itu, mungkin aku gak ketemu malaikat galak ini.”
Dari pernikahan itu, lahirlah Rimeira Nayaka Jovetic, gadis cantik berusia 15 tahun yang dikenal sebagai “Rimba versi cewek.” Ia punya mata tajam, keberanian yang melebihi teman-teman sebayanya, dan... kenakalan warisan sang ayah.
Si bungsu yang random, Stefano Mahardika Jovetic berusia 36 tahun, jatuh cinta dengan seorang model asal Belanda bernama Tauriel Avan Lysandra. Wanita ini cantik, dewasa, dan entah bagaimana bisa menyeimbangkan segala keanehan Fano.
Putra mereka, Ezrox Fenix Jovetic berusia 10 tahun, adalah kombinasi dari imajinasi liar ayahnya dan ketenangan ibunya. Anak ini jago berdebat dan suka mengatur strategi kalau bermain sehingga beberapa orang memanggilnya “taktikus kecil Jovetic.”
Meski sudah dewasa, ketiga bersaudara ini masih tinggal di rumah besar Stevan. Alasannya? “Biar Papa gak kesepian,” kata mereka kompak. Tapi Stevan sendiri hanya menghela napas tiap kali melihat tingkah cucunya, terutama Rimeira dan putranya Rimba.
Yah, Stevan selamat waktu itu, walaupun ia harus dirawat selama dua tahun di rumah sakit akibat kejadian tersebut. Luka tusuk yang cukup banyak dan pecahan kaca di beberapa bagian tubuhnya membuatnya perlu mendapat perawatan intensif. Untungnya, Darrell mati karena rencananya sendiri. Stevan berhasil keluar sebelum bom meledak dan ditemukan lumayan jauh dari lokasi markas Darrell waktu itu.
Pagi itu. Tiba-tiba, dari ujung lorong rumah...
“Rimba! Rimeira! Kalian berdua!” suara lantang Argo menggema, menggetarkan jendela kaca.
Stevan yang sedang menyeruput teh hampir tersedak. Ia menoleh ke arah kandang singa di halaman belakang dan benar saja, dua bayangan berlari cepat ke arah sana.
“Lho! Itu dua orang nekat lagi main di kandang singa?!” seru Stevan panik.
Argo muncul tak lama kemudian, napas memburu, wajah merah padam. “RIMBAAAA!! Itu singa jantan buat konservasi! Kamu ngapain ajarin anak kau masuk situ?!”
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimba (END)
Fiction généraleRimba dan jovetic sosok anak tengah yang menjadi pelipur lara bagi keluarganya. Remaja yang setiap hari akan membuat sang ayah menghela nafas kasar akan segala tindakan nakalnya. "Aku suka membuat papa pusing." Rimba Start : 22 September 2024 Finish...
