SIXTY SIX ✧ MEET UP ?

8.6K 316 48
                                        

Jessi menggigit bibir bawahnya sambil menggenggam erat ponsel di tangannya, ia memandangi nama "Felix" dan tombol "call" di sampingnya. Sejak sore itu, suara Felix terus menerus berputar di kepalanya. Soal bagaimana ia harus memikirkan Vincent, soal bagaimana Vincent membutuhkan sosok ayah. Jessi mengerti itu, tapi ia juga skeptis. Apakah Felix benar-benar berpikir demikian atau itu hanyalah salah satu cara liciknya untuk membuat Jessi kembali padanya? Biar bagaimanapun, Felix adalah seorang ahli manipulasi, Jessi harus berhati-hati.

But.. would you even try to manipulate the one you love the most?

Setelah menatap ponselnya dalam waktu yang lama, Jessi memberanikan diri untuk menekan tombol "call" di samping nama Felix.

✧✧✧

Felix terkejut bukan main mendapati ponselnya yang menyala dengan dihiasi nama "Jessica 💍" memenuhi layar itu.

So you want me too, it seems.

Felix tersenyum. Bukan. Bukan lagi senyum licik atau seringaian menyeramkan. Tapi ia benar-benar tersenyum kali ini, senyuman tulus yang jarang sekali ada di wajah seorang Felix.

"Jessica.."

I've missed you..
So bad..
So fucking bad, Jessica..

"Felix.. i.."

Felix menantikan Jessi melanjutkan kalimatnya dengan sabar.

Lima detik..

Sepuluh detik..

Jessi tidak melanjutkan kata-katanya. Apa yang membuatnya ragu? Akhirnya, Felix mulai membuka bibirnya,

"I'm sorry. Sincerely, Jessi"

"..."

Tidak ada jawaban. Sama seperti terakhir kali Felix menghubungi Jessi setelah delapan tahun hilang kontak dengan istrinya sendiri.

"I knew."

Kali ini Felix yang terdiam, ia tidak tahu harus bicara apa lagi kepada Jessi. Rasanya Felix sudah tidak berhak menuntut apapun lagi, mendengar suara Jessi saja, ia sudah merasa sangat bersyukur.

"I need to talk."

"Yes, Jessi. Please talk to me about whatever it is."

"Not through phone, i need to meet you."

Felix tidak menyangka ini, sungguh. Jessi ingin bertemu dengannya? Setelah delapan tahun?Apakah mereka akan tinggal bersama lagi? Tapi tidak, Felix tidak boleh terlalu percaya diri. Bisa jadi Jessi malah ingin mengajukan perceraian..

"Sur—"

CLICK!

Jessi menutup panggilan secara sepihak. Tidak pernah ada yang berani melakukan hal serupa kepada Felix, justru ia lah yang paling sering melakukan hal itu kepada orang lain.

Tapi sudahlah.. ini sudah terbilang sebagai kemajuan. Apapun alasan Jessi meminta bertemu, Felix sudah cukup merasa senang. Bagaimanapun, ia akan bertemu Jessi lagi, ia akan melihat wajahnya lagi.

DominantCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang