SIXTY NINE ✧ COMING BACK II

12.5K 330 51
                                        

Jessi yang kembali terjun ke dunia modeling langsung menjadi berita hangat. Banyak brand besar yang langsung menawarkannya untuk menjadi personal brand ambassador mereka. Dan sejak ia menghilang tanpa jejak sepuluh tahun lalu, karirnya justru seakan meluas karna ia juga mulai diundang ke dalam acara-acara podcast oleh para influencer yang baru naik daun.

Jari-jari lentik Felix bergulir di atas layar ponselnya, menelusuri internet yang dipenuhi berita kembaliya Jessi ke dunia entertain. Ia menemukan beberapa foto Jessi dengan laki-laki lain. Rahangnya langsung mengeras. Namun ia berusaha untuk sabar, mengontrol napasnya sambil memejamkan mata.

Good thing they are not touching her private part. Cuz that's mine.

✧✧✧

Pukul sembilan tiga puluh malam, Jessi mengunjungi Vincent. Akhir-akhir ini, ia jarang ada waktu untuk anaknya, ia takut hal itu malah membuat kondisi psikologis Vincent semakin buruk. Tapi sepertinya, Vincent baik-baik saja. Saat Jessi memasuki rumah itu, dilihatnya Vincent sedang menyusun lego di ruang tamunya, sementara Felix membantunya memisahkan lego-lego itu sesuai bagiannya.

"Mama!!!"

Vincent sadar terlebih dahulu, lalu segera beranjak, berlari cepat untuk memeluk ibundanya erat. Sementara Felix memincingkan matanya, menelisik tubuh Jessi secara menyeluruh. Sepertinya istrinya terburu-buru, ia bahkan masih mengenakan pakaian photoshot nya.

"Vincent kok belum tidur? besok kan sekolah, ini udah malam sayang" Ucap Jessi sambil berlutut di depan Vincent, mensejajarkan tubuhnya supaya bisa mengusap lembut pipi anak itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Vincent kok belum tidur? besok kan sekolah, ini udah malam sayang" Ucap Jessi sambil berlutut di depan Vincent, mensejajarkan tubuhnya supaya bisa mengusap lembut pipi anak itu.

"Vincent lagi buat lego di bantuin papa! Liat deh ma!" Anak itu berlari lagi menghampiri Felix, mengambil lego yang masih berbentuk kerangka itu, Jessi mengikutinya, lalu duduk tepat di hadapan Felix. Tersenyum sambil mengusap lembut rambut anaknya.

"Bagus kan ma?"

"Bagus. Nanti kalau udah jadi kasih liat mama ya!!"

"Iya dong!! makanya Vincent mau selesaiin dulu ma."

"No, Vincent. Selesaiinnya besok, sekarang tidur."

Kedua ibu dan anak itu langsung terdiam mendengar ucapan Felix yang lembut namun terkesan tegas. Vincent tidak takut, ia hanya memandang Felix dengan tatapan sedikit kaget. Tapi ia menurut,

"Oke, pa"

Ucap Vincent sambil mengumpulkan lego nya ke dalam box, lalu bergerak hendak membawanya ke kamar.

"Vincent,"

Anak itu berhenti saat hendak menaikki tangga.

"Tinggal disini aja lego nya. Papa gak akan tau kamu lanjutin atau nggak kalau di bawa ke kamar."

"Lix, apaan sih berlebihan deh! lo nuduh anak kita bakal bohong gitu?"

Jessi langsung protes tidak terima, Felix tidak berucap apapun, ia hanya menoleh perlahan ke arah Jessi dengan tatapan menusuknya itu. Jessi langsung di buat kikuk, ia gugup. Padahal, Felix tidak melakukan apapun padanya.

DominantCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang