Malam itu ballroom hotel tampak megah dan berkelas. Lampu-lampu kristal menggantung indah di langit-langit tinggi, memantulkan cahaya keemasan yang hangat ke seluruh ruangan. Dekorasi bernuansa hitam, emas, dan putih mendominasi, mencerminkan kematangan serta prestise perusahaan yang tengah merayakan hari jadinya.
Di layar LED besar terpampang logo PT. Mahendra Global Persada dengan tulisan Anniversary Celebration yang elegan. Meja-meja bundar tertata rapi, dihiasi rangkaian bunga segar dan lilin-lilin kecil yang menyala lembut.
Para karyawan berdatangan dari berbagai kantor cabang milik Lian, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka mengenakan busana formal terbaik mereka malam itu. Selain internal perusahaan, hadir pula jajaran direksi, manajer regional, mitra strategis, relasi bisnis, klien lokal dan internasional, hingga tamu-tamu kehormatan dari berbagai sektor industri dan pemerintahan.
Suasana penuh antusiasme, kebanggaan, sekaligus rasa haru.
Salsa duduk di meja bagian depan, mengenakan gaun panjang yang anggun dengan potongan sederhana namun elegan. Perutnya yang membulat di usia kehamilan tujuh bulan terlihat jelas, tetapi justru menambah aura kelembutan dan keindahan seorang calon ibu. Tangannya sesekali mengelus perutnya perlahan, sementara matanya tak lepas memperhatikan suaminya yang berdiri gagah di atas panggung.
Ketika pembawa acara mempersilakan Founder dan CEO untuk memberikan sambutan, ruangan langsung hening.
Lian melangkah maju ke podium dengan langkah tenang dan penuh percaya diri. Setelan jas hitamnya tampak rapi, sorot matanya tegas namun hangat.
Ia berdiri sejenak, memandang seluruh ruangan, lalu tersenyum. "Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab hadirin serempak, suara mereka menggema memenuhi ballroom.
Lian mengangguk hormat. "Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh pihak yang sudah hadir malam ini. Jajaran direksi, para manajer, seluruh tim PT. Mahendra Global Persada dari berbagai cabang, para mitra strategis, relasi bisnis, klien yang kami hormati, serta tamu undangan yang berkenan meluangkan waktu untuk merayakan momen berharga ini bersama kami."
Ia berhenti sejenak, memastikan setiap kata tersampaikan dengan jelas. "Malam ini bukan sekadar perayaan ulang tahun perusahaan. Malam ini adalah refleksi perjalanan, perjalanan panjang yang penuh tantangan, pembelajaran, kerja keras, dan tentu saja doa."
Suasana ruangan semakin khidmat. "Sejak berdiri sebagai perusahaan konsultasi bisnis dan investasi yang melayani klien lokal dan internasional, kita memiliki satu komitmen yang tidak pernah berubah, yaitu menjadi mitra strategis yang profesional, terpercaya, dan berintegritas."
Nada suara Lian terdengar mantap, penuh keyakinan. "Alhamdulillah, hingga hari ini kita berhasil memperluas jaringan klien, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun reputasi yang semakin kuat, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global."
Tepuk tangan riuh langsung memenuhi ruangan. Beberapa tamu bahkan berdiri memberikan apresiasi.
Salsa menatap suaminya dengan mata berbinar. Ada kebanggaan yang sulit disembunyikan dari raut wajahnya.
Lian melanjutkan. "Pada kesempatan yang penuh syukur ini, saya ingin menyampaikan beberapa pencapaian yang patut kita rayakan bersama. Dalam beberapa tahun terakhir, PT. Mahendra Global Persada berhasil memperluas jangkauan layanan hingga ke berbagai negara di kawasan Asia dan Timur Tengah."
Beberapa layar di belakangnya menampilkan peta ekspansi perusahaan.
"Kita dipercaya oleh klien internasional untuk mendampingi proses ekspansi bisnis lintas negara, restrukturisasi perusahaan, perencanaan investasi strategis, hingga pengelolaan risiko di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Marriage
Fanfiction"Our Marriage" adalah kisah tentang Lian, seorang pria muda yang sukses, dan Salsa, seorang wanita cerdas dan berambisi. Keduanya dihadapkan pada sebuah perjodohan yang tak terduga, sebuah permintaan terakhir dari nenek Lian yang sedang sekarat. Lia...
