⚠️ WARNING ⚠️
Teman-teman semua, sebelum melanjutkan untuk membaca, aku mau ngingetin di chapter ini ada adegan dewasa. Jadi, untuk yang masih dibawah umur atau yang merasa nggak nyaman, boleh skip aja, ya. Harap bijak dalam memilih bacaan!!!
___________________
Sore itu, langit masih menyisakan warna jingga pucat ketika Lian baru saja tiba di rumah. Setelah seharian penuh berkutat dengan pekerjaan kantor yang menguras tenaga dan pikiran, ia memarkirkan mobilnya di garasi, mematikan mesin, lalu menarik napas panjang sejenak sebelum turun. Ada rasa lelah yang menekan bahu, tetapi juga ada perasaan senang karena akhirnya bisa pulang.
Lian melangkah masuk ke dalam rumah, melepas sepatu, lalu berjalan menyusuri lorong menuju kamar. Jas kerjanya masih tersampir rapi di pundak, dasinya sudah sedikit longgar. Begitu pintu kamar terbuka, pemandangan yang menyambutnya langsung membuat sudut bibirnya terangkat.
Di atas ranjang, Salsa tengah duduk bersandar pada bantal-bantal besar, kakinya diluruskan dengan nyaman. Puffy tampak berguling manja di dekat perut Salsa yang kini semakin membulat. Salsa tertawa kecil setiap kali Puffy mengibaskan ekornya atau mencoba memanjat tangannya.
Salsa menoleh ke arah pintu begitu menyadari kehadiran suaminya. Senyumnya langsung merekah lebar, matanya berbinar penuh rindu. "Sayanggg," panggilnya manja. Ia bangkit perlahan, berhati-hati dengan gerakannya, lalu melangkah mendekat dan memeluk Lian erat-erat, seolah enggan melepas.
Lian membalas pelukan itu dengan penuh kasih, satu tangannya melingkar di punggung istrinya, tangan lainnya mengusap rambut Salsa dengan lembut. "Udah makan, sayang?" tanyanya sambil sedikit menunduk dan mengecup kening Salsa. "Ada mual hari ini?"
"Udah," jawab Salsa cepat. "Tadi aku gofood." Tangannya mengelus perutnya yang kian membesar, gerakannya pelan dan penuh sayang. "Hari ini anaknya pinter, Ayah. Nggak ada mual sama sekali." Ia berhenti sejenak, lalu wajahnya sedikit mengerut. "Tapi punggung aku pegel banget," lanjutnya dengan nada rengekan khas yang akhir-akhir ini semakin sering muncul.
Kehamilan yang memasuki usia enam bulan membawa banyak perubahan pada diri Salsa. Ia menjadi lebih sensitif, mudah tersentuh oleh hal-hal kecil, mood-nya bisa berubah dalam hitungan menit. Ada hari-hari ketika ia ceria dan penuh energi, tetapi ada pula saat-saat ia merasa lelah, pegal, dan ingin terus dimanja. Perut yang semakin berat membuatnya cepat lelah, punggung dan pinggang sering terasa nyeri, dan emosinya tak jarang naik turun tanpa alasan yang jelas.
Lian memahami semua itu. Ia mengelus punggung Salsa dengan gerakan menenangkan, seolah ingin memindahkan rasa pegal yang dirasakan istrinya. "Yaudah," ucapnya lembut. "Kamu tunggu di kasur, ya. Aku mandi dulu sebentar, nanti aku elusin punggungnya sampai enakan."
Salsa mendongak menatap Lian, raut wajahnya sedikit ragu. "Tapi jangan lama," pintanya. Ada nada cemas bercampur manja di suaranya. Belakangan ini, ia memang tidak suka ditinggal sendirian terlalu lama. Bahkan setiap pagi sebelum Lian berangkat kerja, selalu ada drama kecil yang harus dihadapi Lian dengan sabar.
Lian tersenyum kecil, lalu mengusap pipi Salsa dengan ibu jarinya. "Iya, sayangku. Nggak akan lama," katanya meyakinkan. "Cuma mandi, sayang. Biar bersih dulu, habis itu full buat kamu."
Salsa akhirnya mengangguk pelan, meski matanya masih mengikuti setiap gerak Lian. Ia melepaskan pelukannya, lalu berjalan kembali menuju ranjang dengan langkah hati-hati. Sesampainya di sana, ia berbaring menyamping, menopang tubuhnya dengan bantal, sementara tangannya kembali mengelus Puffy yang langsung mendekat dan meringkuk manja di sisinya.
Lian menatap pemandangan itu sejenak dengan perasaan hangat. Ia lalu menaruh tas kerjanya di sudut kamar, melepaskan jas dan menggantungnya, kemudian melonggarkan dasinya sebelum melangkah masuk ke kamar mandi. Suara pintu kamar mandi yang tertutup pelan menandai akhir dari kesibukan hari itu, berganti dengan suasana rumah yang tenang dan penuh kehangatan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Marriage
Fanfiction"Our Marriage" adalah kisah tentang Lian, seorang pria muda yang sukses, dan Salsa, seorang wanita cerdas dan berambisi. Keduanya dihadapkan pada sebuah perjodohan yang tak terduga, sebuah permintaan terakhir dari nenek Lian yang sedang sekarat. Lia...
