Semoga Segera

5.3K 330 12
                                        

Tiga hari setelah kepulangan mereka dari Jepang, orang tua Salsa, Mama Rita dan Papa Denis sudah kembali ke Probolinggo. Papa Denis harus segera kembali bekerja karena ada urusan penting di kantornya, sementara Mama Rita ikut menemani sang suami.

Kini, Lian dan Salsa sedang berada di kantor Lian. Hari itu suasana berbeda dari biasanya, karena ruangan kerja Lian dipenuhi canda tawa. Beberapa sahabat dekat Lian dan Salsa datang untuk berkumpul, melepas rindu setelah cukup lama tidak bertemu.

"Kangen banget sama kalian!" seru Salsa begitu melihat teman-teman perempuannya. Tanpa ragu, ia langsung memeluk satu per satu, terutama Qiyyah yang sudah seperti sahabat saudara nya sendiri.

"Kita juga kangen sama lo, Sal!" balas Qiyyah dengan antusias, memeluk balik Salsa dengan erat.

Di sudut sofa, Nando berseru sambil menyandarkan tubuhnya santai, "Lah, gue nggak dapet pelukan nih? Lo nggak kangen sama gue juga, Li?"

Lian menatap Nando sebentar, lalu menjawab sambil tertawa geli, "Jijik, anjir. Mending peluk istri gue daripada lo."

Sontak semua yang ada di ruangan tertawa keras. Nando pura-pura sakit hati sambil menepuk dadanya sendiri, membuat suasana makin cair.

Salsa kembali duduk di samping Lian, menautkan tangannya dengan tangan sang suami. Beberapa teman lain ikut duduk melingkar, mengambil camilan dan minuman ringan yang sudah disiapkan di atas meja. Suasana terasa akrab dan nyaman, seperti pertemuan keluarga kecil.

Noel, yang duduk bersila di karpet dekat Lian, langsung membuka percakapan, "Eh, Sa, cerita dong. Jepang gimana? Seru nggak? Lo ke mana aja?"

Salsa mengangguk semangat. "Seru banget! Tempatnya bersih, orang-orangnya disiplin, terus pemandangannya ... duh, kayak lukisan. Kita ke Kyoto, Osaka, Gunung Fuji, terus juga nyobain naik Shinkansen. Gila itu kereta, cepetnya nggak kira-kira! Belum lagi makanan di sana, walaupun harus pilih-pilih yang halal."

Lian mengangkat tangan seolah ingin ikut komentar. "Seru sih, tapi sumpah kaki gue pegel tiap hari. Jalan mulu. Belum lagi makanan Jepang asli banyak yang nggak cocok di lidah gue. Akhirnya tiap malam nyari ramen halal atau beli nasi instan."

Nando yang sejak tadi duduk selonjoran di sofa langsung nyeletuk, "Halah, lebay lo. Tapi giliran goyang di atas Salsa, kuat-kuat aja, tuh. Nggak ada ngeluh pegel."

Sontak ruangan langsung riuh dengan tawa. Lian spontan mengambil bantal kecil dan melemparkannya ke arah Nando. "Itu beda, anjing!"

Nando berhasil menghindar sambil tertawa lepas. Sementara itu, Alitta yang sedang memilih-milih kue di meja ikut bertanya, "Terus oleh-olehnya mana nih?" tanya Alitta sambil menaikkan alis, pura-pura menyelidik.

Salsa langsung bangkit dengan ekspresi penuh semangat. Ia menarik koper kecil yang tadi ditaruh di sudut ruangan, lalu membuka bagian depannya dan mengeluarkan beberapa paperbag warna pastel dengan pita kecil.

"Tenang ... tenang. Nih, ini buat kalian semua. Jangan rebutan ya. Isinya sama kok," ucapnya sambil mulai membagikan satu per satu paperbag tersebut.

"Isinya ada Kitkat Jepang yang halal, Tokyo Banana, Royce' Chocolate, Yokan, Matcha, dan ada juga gantungan kunci lucu dari Disney Store. Gue pilih sendiri, loh!" jelas Salsa.

"Waah, seriusan? Gantungan kuncinya lucu banget!" ucap Alitta sambil membolak-balik gantungan kunci yang ia terima.

"Nah, itu tuh ... gue pilih sesuai karakter kalian. Ada yang gue kasih Minnie Mouse, ada yang Donald Duck, ada juga Stitch. Sesuai kepribadian kalian masing-masing," kata Salsa sambil tertawa kecil.

"Terus gue yang mana?" tanya Nando penasaran.

Salsa mengeluarkan gantungan kunci berbentuk Goofy. "Ini. Lo cocok banget jadi Goofy, Ndro."

Our MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang