"Unaaaaaaaa" teriakan Nabila yang sudah bangun sejak subuh memecahkan mimpi gua, ya dia habis sholat ga tidur lagi kaya gua dia lebih memilih menonton tv dan ngemil, tapi teriakannya itu ga berpengaruh sama magnet yang membuat tubuh gua tetap menempel pada kasur.
Krekk
"Unaa bangun buruan. Udah di tungguin gebetan baru lo nih"
"Billa, ini baru jam berapa loh"
"Ini udah jam enam lebih lima belas menit, hari ini hari Senin dan jadwal upacara. Ja-.."
Gua langsung berlari ke kamar mandi setelah mengingat ini hari senin dan ada upacara.
~~~
Gua berlari kecil untuk menuruni anak tangga dan menghampiri gebetan gua.
Lah gebetan? Gua mana punya gebetan.
"Nahhh gitu dah mandi kan cantik sini makan dulu" ucap Nabila sok memuji gua, dia sudah duduk di ruang makan bersama Raihan tentunya.
Gua langsung melahap makan sedikit demi sedikit dan Raihan hanya meminum susu coklat dingin yang telah di buatkan oleh Nabila.
"Bill, gua berangkat bareng Raihan. Lo sama siapa?" Tanya gua memastikan apakah dia baik-baik saja tanpa gua. Lebay.
"Nanti ka Atan jemput gua" katanya dengan nada agak songong.
"Ahh lama. Jemputan gua udah dateng dari tadi."
"Biarin. Kan kita udah jadian jadi yaa ga perlu khawatir. Lah situ apakabar sama perasaannya"
"Au ah. Gua berangkat dulu yaa. Assalamualaikum. Yuk han" gua menarik tangan Raihan keluar untuk segera berangkat menaiki motor matic nya.
"Duduk gua gimana?" Yaa jelas gua bingung, rok gua panjang.
"Ya nyamping lah"
"Gua gabisa" dia hanya menyentik hidung gua yang ga terlalu mancung itu.
"Dobelan lo panjang?" Gua mengangguk,
"Yaudah angkat aja rok lo"
"Lo yakin?" Dia mengangguk membuat gua semakin yakin menjalani hubungan dengan dia. Bg, dia cuma nyuruh lo duduk buat cepet brangkat.
~~~
Kita berjalan berdua menyusuri gua milik Ki Joko Pinter. Tak sedikit mata yang memandang kita, bahkan ada yang sengaja menyenggol lengan Raihan entah siapa tetapi cewe.
"Gua duluan yaa" gua melambaikan tangan dan langsung masuk ke kelas, Raihan hanya menjawab dengan anggukan dan tetap jalan menuju kelasnya.
Cowo Dingin
Nanti pulang tungguin gua di kelas.
Bunga hpn
👌
Read.
"Haiii inces kecilku" Nabila datang dengan ceria, tak biasa begini memang. Karna biasanya dia cuek tak peduli.
"Lagi bahagia lo?"
"Iyadong. Nanti pulangnya lo sama Raihan lagi kan?" Gua mengangguk dan kembali menatap hp.
"Eh masih ada belajar gabungan ya?" Gua mengangguk sekali lagi.
"Gua mau ngomong serius sama lo"
"Apa?"
"Taro dulu hp lo"
"Nanti sore lo ada acara pergi sama Raihan?" Gua menggelngkan kepala dan menunjukan ekspresi gua yang kepo kenapa dia tanya gitu.
"Ada kaka kelas yang mau ajak lo jalan"
"Siapa?"
"Dia bukan anak sini"
"Kok bisa kenal gua"
"Lo inget yang waktu itu kita main di mall trus ketemu temen gua?"
"Dika maksud lo?"
"Iyaa"
"Lah diakan seangkatan sama lo. Yang SMP nya bareng sama lo kan?"
"Iiih emang gua belum bilang apa kalo dia itu kaka kelas gua"
"Ya emang belum" Nabila hanya nyengir kuda.
"Gimana? Lo mau ga?"
"Gatau ah nanti"
"Giliran di ajak pergi sama Raihan aja langsung mau lo"
"Apaan coba lo" gua mencubit gemas pipi Nabila yang langsung di balas 2 jitakan olehnya.
"Pipi lo merah" mendengar Nabila mengucapkan itu gua langsung memegangi pipi gua dan ngaca di layar hp. Nabila hanya tertawa ngakak ngeliat gua.
"Ketipu" tetap dalam keadaan tertawa ngakak dia menipu gua.
"Haha" gua mengambil muka Nabila yang sedang ngakak itu dan gua kirim ke ka Atan.
"Lo moto gua? Gila lo jail banget sumpah. Ngapain make di kirim ke ka Atan segalaaaaaa" Teriakan Nabila merobohkan satu bangunan semut.
~~~
Gua keluar dari dan ternyata tak di sangka. Raihan udah nunggu gua di depan kelas gua sambil menggunakan headphone di kepalanya. Yang gua tau si dia emang gitu kalo bukan jam pelajaran. Headphone bewarna biru miliknya selalu ada di dekatnya.
"Nunggu lama?" Gua menyenggol pelan lengan Raihan. Dia langsung menengok ke arah gua dan melepas headphone nya lalu dia gantungkan di leher. Sok gaya dj gitu kali ya, wkwkwk.
Gua menunggu dia di depan gerbang saat dia mengambil motornya. Gua males aja suruh ikut desel-deselan.
"Yuk buruan. Gua laper" gua langsung mengambip helm di tangannya yabg dia ulurkan ke gua. Gua menaiki motornya dengan perlahan karna rok gua yang menyusahkan dan gua ga bisa duduk nyamping.
"Lah ini kita mau kemana?"
"Pergi bentar yaa. Makan" gua hanya berde-hm tidak bisa menolak permintaannya. Tak lupa gua juga mengabari Nabila gua bakal pulang telat dan gabisa pergi bareng si Dika itu.
~~~
"Lo mau pesen apa?" Tanyanya ke gua saat pelayan udah dateng.
"Nasi goreng ayam 2. Susu coklat dingin 1 dan jus alpukat 1. Air putih 2" tanpa gua menjawab dia sudah memesan terlebih dahulu.
"Nasi gorengnya yang satu ga pedes mba" ucap gua cepat sebelum pelayan itu pergi.
"Lo gasuka pedes? Atau gakuat pedes?" Gua cuek tetap memainkan hp gua.
Sangat bosan menunggu dia mengatakan Cinta ke gua, ngarep. Tentu bosan menunggu pesanan kami.
"Hay" tiba-tiba ada tangan misterius,lebay, yang menepuk pundak gua halus.
"Eh elo? Kaka kelas nya Nabila kan ya?" Ucap gua kaget.
"Iyaa. Gua boleh gabung?"
"Ga" ucap Raihan dan langsung memasang headphone di telinganya.
"Udah gausah di dengerin, duduk aja" gua menyuruh ka Dika duduk karna gua merasa ga enak dengan sikap Raihan tadi.
Dika pun duduk di pertengahan gua dan Raihan. Ya jadi tuh gua sama Raihan duduk berhadapan dengan meja yang menghalangi kami.
Pesanan kita dateng ternyata Dika juga udah mesennya dan dia sengaja buat duduk bareng gua.
Una bakal milih siapa yaaa😂😂
Vote dan coment yaaaa😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik kelas VS Kakak Kelas
HumorNO COPAS COPAS YAA #10 in Humor / 16 Oktober 2017 #7 in Humor / 3 November 2017 #6 in Humor / 6 December 2017 SLOW UP Pertemuan dua makhluk aneh yang bernama Cewek berakhir menjadi persahabatan. Hidup yang dimasuki monster c...
