Hayo ada yang nunggu cerita ini ga??
LEWATI yaa LEWATI
"Un gua ke depan yaa mau nyamperin Atan biar dia ga nyari-nyari" gua mengangguk sambil memperlihatkan jari gua yabg berbentuk 'o' menunjukan 'oke' dan Nabila langsung beranjak pergi.
"Mmm. Un" Dinda mulai membuka mulut memulai bicara.
"Yes?"
"WA Edwin dong"
"Ndiri napa bos" gua masih memainkan sedotan gua sambil sesekali menyerot isinya.
"Udah tapi ga di bales, padahal dia on"
"Iyedah"
Wiinnnnnnnn
Edwin ganss
Hmm?
Itu yang ngasih nama dia. Dulu hp gua di bajak dan dia kasih nama itu sendiri, karna gua setuju jadi ga gua ganti. Yaa emang nyatanya ganteng gimana lagi,wkwkwk.
Main kuy
Edwin ganss
Mana?
Jalan-jalan
Edwin ganss
Minggu ini aja yaa
Okedeh kalo gitu.
read
"Kata Edwin. Minggu ini aja"
"Yaudah deh. Terus kita kemana? Mall ya"
"Ogah. Taman aja laa, males ke mall gitu.
"Yaudah kuy keluar sekalian samperin Nabila"
Kita semua berdiri dan keluar cafe. Nabila lagi ngemil kentang goreng bareng ka Atan, sebenernya ka Atan lagi bayar di kasir sedangkan Nabila? Dia duduk yang ga manis-manis banget lah nunggu ka Atan selese.
"Pergi sekarang?" Nabila berdiri menghampiri kita setelah melihat kita keluar dari cafe.
"Iyalah. Yok"
Mobil gua ada gua pastinya bareng Raihan, Nabila dan ka Atan. Mobil Teta berisi mereka bertiga (Dinda, Teta, Jovan) ketambah Syifa.
Nah Syifa ini temen sekelas gua dulu bareng Edwin juga, sekarang dia IPA 3 bareng Dinda. Makannya mereka deket dan karna Syifa juga sahabatnya Edwin. Dia lebih gampang di ajak main ketimbang cowo yang sok ganteng itu, tapi dia manis.
~~~
Sampai di taman sini, ternyata cukup ramai juga. Bukan hanya orang yang berpacaran kok tenang aja lah.
"Kita misah gapapa?" Izin Nabila.
"Yoi. Jangan jauh-jauh gua males nunggu lo balik"
"Sip" Nabila dan Ka Atan bersamaan mengacungkan jempolnya.
Kita berlima muter-muter ga jelas sambil foto-foto gitu dan bikin snapgram juga.
"Hannn" panggil gua lirih sambil menyenggol-nyenggol lengannya dan dengan nada manja.
"Apa?" Raihan melepas headphone nya dan menunduk sedikit untuk melihat gua.
"Mau eskrim" gua menunduk memelas biar dia beliin.
"Ogah. Beli aja sendiri" dia memakai lagi headphone nya dan berjalan menjauh.
"Tunggu situ bentar" dia membalikkan tubuhnya. Gua kira dia mau balik buat ajak gua beli eskrim malah nyuruh gua nunggu lagi nunggu lagi. Gua hanya mengangguk pasrah dan duduk di bangku dekat situ. Dinda dkk sudah jalan duluan sejak tadi karna mereka ingin mencari jajanan juga.
5 menit kemudian.
10 menit kemudian.
15 menit kemudian.
"Lama?" Ada sebuah eskrim yang di pegang dengan tangan yang terlihat keras dan berotot tepat di depan muka gua.
"Raihan?" Muka gua kembali ceria.
"Maaf lama. Tadi ga ada kembalian" gua mengangguk. Dia mengulurkan tangannya yang memegang eskrim tersebut, gua mengambilnya dan langsung menbuka dengan gembira.
"Makasih yaaa" gua menjilat-jilat eskrim itu senang dan menggigiti coklat yang ada di atasnya.
Srett. Gimana ya? Suara nyentuh gitu. Intinya gitu.
Satu jari melayang ke pipi gua dengan eskrim yang di oleskan lembut di pipi mulus gua.
"Raihannnn lo jail banget" gua kesal dan mencubit keras ke lengan Raihan.
"Aaaah aduuhh. Iyaaa ampun"
"Kalo lo gamau buat gua aja"
"Bukan gitu. Lagian sepi banget, lo sibuk sendiri. Gua kan kesepian"
Dia gasuka gua diem? Dia suka kalo gua cerewet dan gangguin dia? Yeeeeeeeeyyyyyyy.
"Paan si lo" mungkin pipi gua memerah malu karna Raihan tadi.
"Cieee pipinyaa kaya tomat" dia menyenggol lengan gua sehingga eskrim yang ada di tangan gua jatuh. Gua manyun karna ga mungkin gua njilatin itu eskrim yang ada di tanah.
"Yaahhhhh maap" dia mencoba membuat wajah gua menatapnya, tapi gua kesal jadi gua hanya diam.
"Hehhh mukanya siniin"
"Apa!"
"Makan berdua ya?"
"Beneran?"
"Iyaa" gua mengangguk cepat dan menjilat eskrim tersebut.
Sudah lumayan lama kita duduk berdua disitu dengan menikmati satu eskrim. Mereka belum datang juga sampai eskrim kita habis karna kecepatan jilaf gua, wkwkwk.
"Dorrrr" Dinda dkk mengagetkan gua dan Raihan yang sedang terdiam membersihkan wajah kita dari lumeran eskrim.
"Cieeeee. Mesra banget"
"Aaaaa. Cocwitt"
"Udah kita foto lohh. Bagus pula"
"Iiihhh apaan si kalian kok main foto gitu" protes gua.
"Udahla lagian bagus. Gua kirim di grup yaa" ucap Dinda santai dengan hp yang sedia mengirim gambarnya.
Posisinya, gua sedang menjilat eskrim di tangan gua dan badan gua menghadap ke Raihan dengan tangannya yang berada di senderan bangku/kursi taman tersebut dengan mata yang menatap tajam ke arah gua dengan penuh kasih sayang.
Foto kedua. Masih sama hanya saja sekarang Raihan yang sedang menjilat eskrimnya dan gua yang tertawa melihat ekspresinya.
Foto ketiga. Tangan Raihan yang sedang mengusap eskrim di pipi gua dan mata gua berbinar menatap ke arah Raihan sedangkan mata dia sedang sibuk dengan objek yang dituju, yaitu eskrim di pipi gua.
~~~
Sampai rumah gua dan Nabila langsung tidur setelah memastikan pintu rumah tertutup rapat dan di kunci. Raihan sudah pulang, dia mengantar kita dan mengambil motornya lalu pulang. Dinda dkk sudah berpisah di jalan tadi dengan kita jadi pastinya mereka sudah pulang kecuali Teta yang sehabis mengantar Jovan pulang.
Kok gua jadi senyum-senyum sendiri gini si. Ehh tadi ga mimpi kan ya? Ga lahh. Kan gua baru mau tidur. Wkwkwk. Gua cekikikan sendiri melihat foto tadi dan bahagia dengan kejadian tadi.
Vote nya jangan lupa. Tinggalin sedikit jejak komentar dan saran juga boleh. Makasih kalian semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik kelas VS Kakak Kelas
HumorNO COPAS COPAS YAA #10 in Humor / 16 Oktober 2017 #7 in Humor / 3 November 2017 #6 in Humor / 6 December 2017 SLOW UP Pertemuan dua makhluk aneh yang bernama Cewek berakhir menjadi persahabatan. Hidup yang dimasuki monster c...
