Hari ini adalah hari kebahagiaan gue dan beberapa temen gue. Karena apa? Gue dihukum karena telat masuk kelas.
Udah mengeluarkan beribu alasan pun tetep ga mempan. Pak Pras, guru yang hobby-nya ngehukum siswa ini sekarang ngehukum gue untuk keluar kelas. Dengan senang hati gue keluar karena ternyata ga dihukum, cuma disuruh ke perpus aja terus ngeramkum salah satu materi. Itu si gampang.
Tiba-tiba gue merasa getaran pada tubuh gue. Gue pikir ini karena ada getaran cinta yang mengalir. Ternyata cuma hp gue yang getar.
Nabilonk Sayankk
Bocil Bego! Lu ngapa mau keluar si. Gue kan keringet dingin gak bisa ngapa-ngapain. Diawasin terus sama Pak Pras.
Eh mbaknya tersiksa ya? Besok ikutan telat aja kalo gitu. Hahaha
Yap. Nabila gak ikut keluar kelas karena nyatanya dia sang penghuni kelas yang terlalu rajin, dia jarang banget telat kecuali gue yang ngajak. Itu pun telat saat jam istirahat.
Ga ngerti juga gue. Dia ngapain berangkat gasik-gasik. Toh Jojo sama gue gak ada bedanya, jadi dia berangkat pagi bukan karna mau apel kan?
"Un, dudukan sini aja la" ucap Rafli, anak bandel dikelas gue yang suka godain cewe, kecuali gue. Gue deket sama dia gaktau sejak kapan, tapi dia itu orangnya asik, godain cewek bukan berarti dia playboy gitu.
"Yaudin, beli jajan dulu lah. Laper gue" jawab gue.
Gue dan Rafli berjalan menuju kantin dengan diselingi tawa, sungguh dia itu teman yang sangat asik.
"Un! Raf! Mau kemana kalian?" Teriak salah satu teman kita yang berada di depan perpus.
"Ke kantin" jawab Rafli santai.
"Gila lu pada emang. Jangan kelamaan, takut ada guru yang ngecek."
"Iya" gue dan Rafli terus berjalan. Ini bukan pertama kali kita dihukum bareng, cukup sering namun jelas lebih sering Rafli. Jarang ada guru yang menegurnya juga karena dia termasuk orang yang pintar.
Beberapa kali menjuarai olimpiade IPA dan MTK, dan banyak kejuaraan di bidang olahraga yang dia dapat.
"Lu beli apa?"
"Gue mau mendoan sama es teh"
"Bu, mendoan 3, teh anget 1, jeruknya 1" teriak Rafli.
"Es tehnya mana?"
"Masih pagi. Teh anget aja, lebih seger"
"Hmm serah lu dah."
Kita sudah duduk kembali di tempat awal kita, pinggir lapangan. Biasanya sudah ada yang berolahraga, namun ini sepertinya mereka telat datang ke lapangan karena masih sepi.
"Wah, tontonan dateng Un." Gue melirik arah lapangan. Ternyata kelas yang berhadwal olahraga sudah siap-siap di lapangan.
"Asik nih" gue tertawa renyah.
"Asik ya kalian duduk berdua disini sambil makan"
"Aduh aduh pak jangan dijewer dong" teriak gue saat capitan jari pak pras menembus kerudung gue ke telinga.
"Aduh pak! Jangan jewer Una dong. Kasian dia" bentak Rafli.
"Oo brani yaa. Sini bapak jewer dua telinga kamu." Gue dan Rafli berdiri dengan kesakitan.
"Lari 10 putaran di lapangan ini. Bapak sudah bilang pak Budi agar mengawasi kalian"
"Iya pak." Ucap kita bersamaan.
"Raf, ga bisa kabur dong."
"Ah gila dah sakit banget" Rafli berjalan sambil ngomel dan memegangi telinganya.
"Kalian yang dihukum ya? Sana ikut lari." Ucap Pak Bud.
Baru dua kali putaran saja rasanya udah mau muntah nih gue sama Rafli. Gila, mendoan gue sayang banget dibuang sama Pak Pras, kasian.
"Un! Lu ngapain disini? Susulan?"
"Dihukum gue sama Pak Pras"
"Bhahahaha. Kasian bener, besok jangan bikin kesalahan lagi. Kan gaenak bener cewe-cewe dihukum kayak gitu"
"Iyaiya. Gara-gara telat ini mah"
"Besok gue jemput. Oke?"
"Ya." Aji mengelus puncak kepala gue dan lari lagi bersama teman lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik kelas VS Kakak Kelas
HumorNO COPAS COPAS YAA #10 in Humor / 16 Oktober 2017 #7 in Humor / 3 November 2017 #6 in Humor / 6 December 2017 SLOW UP Pertemuan dua makhluk aneh yang bernama Cewek berakhir menjadi persahabatan. Hidup yang dimasuki monster c...
