18.30 pm
Luke baru saja datang untuk menjemputku di penthouse dan kami pun pergi ke restaurant untuk makan malam.
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku Luke?" Tanyaku mengingat tadi ditelepon dia mengatakan perlu berbicara denganku.
"Aku ingin bertanya padamu. Apa kau ada waktu di hari Jumat ini? Aku ada acara untuk menghadiri pesta perayaan peluncuran brand terbaru dari temanku"
"Baiklah, aku bisa menemanimu. Ngomong-ngomong peluncuran apa?"
"Peluncuran produk terbaru untuk keamanan suatu program dan perangkat"
"Wow, menarik sekali. Aku suka dengan sesuatu seperti itu, kurasa seharusnya dulu aku kuliah dibagian sistem perangkat"
"Aku rasa begitu. Senang rasanya jika kau bersemangat untuk pergi ke peluncuran itu bersamaku"
"Aku juga senang bisa pergi bersamamu. Jadi, bagaimana harimu di kantor?"
"Baik. Aku melakukan pekerjaanku seperti biasanya"
Jawabannya singkat dan aku sudah bisa menebak apa saja yang dia kerjakan. "Ok"
"Bagaimana denganmu?"
"Aku memeriksa dan memantau perkembangan pasienku yang baru saja melakukan pembedahan kemarin"
"Hmm... aku terkadang merasa jika pekerjaanmu cukup menarik. Bagaimana kau bisa sanggup membedah orang seperti itu?"
"Entahlah. Mungkin aku merasa jika itu hal yang cukup biasa, bagian terbaiknya aku bisa melihat organ dan jaringan dalam tubuh manusia. Apa kau pernah melihatnya?"
"Tidak. Jika aku melihat organ manusia, mungkin saja aku akan muntah dan kemungkinan terburuknya aku bisa shock hingga pingsan"
"Ya, mungkin saja. Aku punya teman seperti itu dulunya"
"Benarkah?"
"Yup, dia akan sangat panik saat melihat seseorang terluka dan berdarah. Dia bahkan pernah pingsan saat salah satu anak basket di sekolahku dulu patah tulang"
"Wow, cukup menarik"
"Begitulah, setidaknya itu cukup lucu. Terkadang cukup lucu melihat seseorang yang panik"
"Mungkin saja. Terakhir kali aku panik karenamu"
"Wow, hebat. Terakhir kali aku panik karena kau tidak kembali dan mobilmu kecelakaan masuk kejurang, disamping ternyata kau menggunakan helikopter untuk kembali. Jadi terakhir kali aku panik karena kau"
"Baiklah, kurasa kita impas"
Aku tertawa kecil."Ia. Cukup adil, sepertinya"
Setelah selesai makan malam, aku dan Luke kembali ke penthouse.
Aku langsung pergi untuk berganti pakaian dan kemudian setelah itu, Luke juga melakukan hal yang sama dan kami berdua duduk di sofa untuk bersantai seperti biasanya. Tapi kali ini sedikit berbeda karena Luke terlihat aneh.
"Luke, apa kau baik- baik saja?" Tanyaku merasa Luke terlihat sedikit aneh. Dia tidak seperti biasanya atau pun tidak seperti tadi saat kami makan malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]
RomanceHighest rank: #1 girlstory [21-08-2018] #99 novel [27-08-2018] #3 luke [13-12-2018] The very first story from A. James... "Kenangan itu terus menghantuiku. Setiap saat, setiap malam, setiap tidurku,dan juga disetiap langkahku. Tapi, gadis itu memb...
![WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/142920791-64-k799046.jpg)