40

2K 70 0
                                        

5.00 am

Aku terbangun dan bersiap untuk pergi berlari ditaman seperti biasanya.

Setelah selesai berlari aku kembali ke apartemenku untuk mandi dan bersiap untuk sarapan.

Kali ini, aku akan membuat sandwich untuk sarapan hari ini. Setelah selesai sarapan, aku pergi ke dalam kamarku mengcheck barang yang sudah kukemas untuk kubawa ke Paris.

Baiklah, 1 koper berukuran tengah yang berisi beberapa baju dan celana, juga sebuah cardigan panjang berwarna hitam, sepatu sneakers putih dan slingbag berwarna putih, pouch berisi peralatan mandi, lalu tas kecil berisi accessories, dan parfum.

Untung saja, semuanya muat dalam 1 koper. Aku pergi mengcheck isi bysoods backpack hitam berukuran sedangku, yang berisi laptop, kemudian charger untuk ponselku dan juga laptopku.

Aku memasukkan kamera dan juga baterainya. Ok, semuanya sudah siap sekarang.

Besok akan menjadi perjalanan yang sangat panjang, mengingat jika aku akan berada di pesawat selama 7 jam dan 48 menit.

Aku sudah menyiapkan passport dan juga tiket kelas bisnis untuk ke paris yang dikirim oleh Aprow Magazine ke apartemenku kemarin.

Penerbangannya sekitar pukul 10 pagi, jadi aku harus pergi ke bandara lebih awal. Setidaknya sebelum pukul 10 pagi, atau aku akan ketinggalan pesawat.

Setelah selesai mengcheck semua barang- barang yang sudah kukemas, aku pergi ke ruang tamuku untuk memainkan pianoku sambil melihat pemandangan kota NY. Memang pemandangan kota NY sangat indah, aku tidak pernah bosan untuk menatapnya.

Tiba- tiba teleponku berbunyi dan aku langsung mengambilnya di saku ku dan mengcheck jika Luke yang meneleponku dan aku langsung mengangkatnya."Hi, Luke"

"Hi, Ave. Apa yang sedang kau lakukan?"

"Aku sedang bersantai di ruang tamuku setelah mengcheck barang bawaanku untuk pergi ke Paris besok"

"Baiklah, aku akan mengantarmu besok. Jam berapa pesawatmu akan berangkat?"

"Pesawatku akan berangkat pada pukul 10 besok" jawabku sambil mengambil minuman dingin di kulkas.

"Ok, aku akan menjemputmu besok pukul 8. Aku tidak mungkin membiarkanmu pergi kebandara sendiri dan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal dulu" terang Luke santai.

"Baiklah, tentu. Terimakasih, Luke"

"Tentu, babe. Kau yang terpenting"

"Kau juga" balasku dengan nada yang tersipu dengan ucapan Luke tadi.

"Baiklah, sampai jumpa. Jangan terlalu banyak melakukan sesuatu yang membuatmu lelah, karena besok adalah penerbangan yang panjang dan melelahkan" nasehat Luke dengan nada lembutnya yang menenangkan.

"Ia, aku akan beristirahat nanti. Baiklah, sampai jumpa" ujarku lalu mematikan teleponku.

Aku berhenti memainkan pianoku dan melihat jam dinding di atas dinding. Ini baru pukul 11.00 siang dan aku merasa sangat bosan disini, karena aku tidak tau apa yang akan kulakukan.

WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang