Lebih baik jika aku menelepon Luke nanti setelah makan siang dan menanyakan keadaannya. Aku khawatir jika dia tidak makan siang karena memikirkan Ibunya dan terus menyalahkan dirinya.
Aku sangat cemas jika dia terus menyalahkan dirinya atas kejadian yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Aku tidak ingin dia menyakiti dirinya sendiri, mengingat dia memiliki masalah psikis yang serius dan itu bisa memperparah keadaan yang ada.
"Dr. Avery, ke ruangan ICU sekarang" bunyi radio pemanggilan.
Aku pun bergegas ke ruang ICU dan langsung masuk kedalam untuk mengecek pasien.
"Ini filenya, dia baru saja mengalami kecelakaan yang serius." Ujar Trivia memberiku file pasien yang akan kami tangani ini.
Astaga ini adalah seorang gadis kecil 6 tahun, apa yang terjadi dengannya? Aku sangat kasihan melihatnya luka-luka dan tidak sadar. Dia hanya anak kecil yang sangat polos.
"Baiklah, kita harus bergegas. Apa ada cedera serius?" Tanyaku sigap memasang alat bantu pernapasan pada gadis kecil ini karena dia terlihat sesak napas.
"Ia. Di bagian kepalanya terluka cukup lebar dan juga dalam. Aku sudah mengecek semuanya hanya luka luar, tidak ada cedera atau pendarahan dalam dan juga tidak ada patah tulang."
"Ok, tolong bersihkan lukanya dan juga perban beberapa luka lecet dan memar di tangannya" ujarku kemudian menyuntik gadis kecil itu dengan obat bius. Aku tau pasti akan sakit setelah dia bangun dengan kepalanya yang sudah di jahit karena luka.
"Tolong siapkan alat untuk menjahit lukanya" Mintaku sambil memakai sarung tangan dan bersiap-siap menjahit luka gadis kecil ini.
"Coming..." jawab Greta segera memberiku piringan berisi alat menjahit.
Aku mulai menjahit kepalanya yang bocor. Lukanya cukup dalam, pasti ini kecelakaan yang cukup parah. Aku lega jika tidak ada luka dalam yang serius.
Trivia dan Ailee masih memerban beberapa luka lecet dan memar di tangan dan kaki gadis ini. Setelah proses penjahitan selesai, aku langsung keluar dari ruangan operasi dan pergi ke ruanganku untuk merilekskan diriku.
Ini hari yang cukup panjang untuk melihat seorang gadis kecil sekarat dan terluka parah. Dia masih kritis meskipun keadaannya stabil kurasa aku akan terus memantau perkembangannya.
12.00 pm
Aku baru saja selesai makan siang dan kemudian langsung pergi ke ruangan gadis itu, dia masih belum sadar karena shock dan juga trauma akibat kecelakaan yang dia alami. Tapi kondisinya tetap stabil, itu yang paling penting.
Aku pun meninggalkan ruangan gadis itu dan pergi ke ruanganku untuk menelepon Luke.
------------------------------------
Luke POV :
Aku berusaha mengalihkan pikiranku dengan mencoba fokus bekerja dan meeting, akhirnya ini pun sedikit berhasil. Tapi akhirnya ini tidak bekerja sama sekali.
"Triit...triit..."Ponselku berdering dan aku pun langsung mengangkatnya, ini Avery. Dia pasti ingin mengecek keadaanku.
"Hi, Ave" jawabku mencoba terdengar bersemangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]
RomanceHighest rank: #1 girlstory [21-08-2018] #99 novel [27-08-2018] #3 luke [13-12-2018] The very first story from A. James... "Kenangan itu terus menghantuiku. Setiap saat, setiap malam, setiap tidurku,dan juga disetiap langkahku. Tapi, gadis itu memb...
![WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/142920791-64-k799046.jpg)