54

1K 37 0
                                        

15.00 pm

Aku baru saja selesai bekerja dan sekarang aku sedang menuju ke lokasi pemotretanku di Aprow magazine.

Setelah beberapa saat kemudian, aku tiba di gedung Aprow magazine dan aku pun mengeluarkan tas berisi kameraku. Astaga, ini berat sekali.

Aku membawa kameraku dan masuk kedalam gedung pemotretan.

"Ms. Kerrin, aku akan mengantarmu menuju studio pemotretanmu" ujar Brenda recepsionist yang waktu itu bertemu denganku disaat penandatanganan kontrak.

"Baiklah, Brenda" ujarku singkat.

"Wow, kau mengingat namaku?" Ujar Brenda terkejut dengan aku menyebut namanya.

"Tentu saja" ujarku tersenyum.

"Hebat" ujarnya singkat.

Beberapa saat kemudian, kami tiba di studio. Aku pun langsung mengeluarkan kameraku untuk pemotretan dan memasang lensanya.

Seorang pria menuju ke arah background lokasi pemotretan dan aku tau jika dia adalah orang yang akan kupotret. Itu Ray Jamestone, si penyanyi rock kesukaan Ayahku.

Dulu, Ayahku senang sekali mendengar lagunya di mobil atau pun dirumah hingga telingaku sakit dan Ibuku kesal.

"Hi, Mr. Jamestone. Aku adalah Avery Kerrin photographer yang akan memotretmu hari ini" ujarku ramah.

"Tentu, Hi" ujarnya lalu berjabat tangan denganku.

"Apa anda siap?" Tanyaku.

"Ia" ujarnya lalu berpose sambil memegang gitar elektrik nya. Aku pun mulai memotretnya.

Setelah selesai pemotretan, aku mulai memasukkan kameraku kedalam tas.

"Ave" ujar seseorang dengan suara yang cukup tegas, terdengar seperti Luke.

"Luke" ujarku lalu berbalik ke belakang.

"Kenapa kau tidak mengangkat teleponku? Aku sangat khawatir padamu" Ujar Luke kesal dan  menatapku tajam, sangat mengintimidasi.

"Maaf, aku tidak mendengar ponselku berbunyi. Aku menaruhnya di kursih sementara aku sibuk melakukan pemotretan" ujarku menatapnya merasa bersalah.

Dia tidak banyak berbicara dan langsung mengenggam tanganku pergi.

Kami pun masuk kemobilnya dan dia terlihat dingin dan tegas.

"Sanders, tolong bawa mobilku ke aaprtemenku" ujarku memberi kunci mobilku pada Sanders.

"Tentu, Ms. Kerrin" ujarnya lalu pergi ke mobilku.

Kemudian, mobil Luke mulai jalan.
Astaga, sepertinya Luke sangat kesal padaku sekarang. Dia tidak berbicara sedikit pun atau berbalik kepadaku, dia hanya menatap lurus dengan tajam.

"Luke" ujarku memanggilnya dengan lembut.
Dia tidak berbalik sedikitpun atau melakukan apapun.

"Luke, maafkan aku. Sungguh, aku tidak bermaksud untuk membuatmu khawatir padaku. Aku tidak mendengar ponselku berbunyi" ujarku menaruh kedua tanganku di wajahnya untuk mengarahkan wajahnya padaku.

WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang