Irina, Ray dan juga Jordyn akhirnya pamit dan kembali. Sementara itu, Luke masih tetap berada didekatku untuk menemaniku.
"Jadi, kira-kira kapan anak kita akan lahir?" Luke yang dari tadi hanya menatapku akhirnya bertanya.
"Entahlah. Mungkin 8 bulan dari sekarang"
"Sepertinya di bulan Agustus?" Tebaknya menerka-nerka. "Apa yang kau rasakan sekarang? Apa dia bergerak?"
Dia konyol sekali. "Aku belum bisa merasakan tendangan. Ini masih beberapa minggu awal"
Untuk sesaat Luke tiba-tiba menyadari jika biasanya tendangan dirasakan pada 16 sampai 25 minggu. "Oh yah, benar"
"Jadi, apa aku bisa pulang?"
"Ia. Kau bisa pulang setelah aku bertanya pada dokter nanti. Ok?"
"Baiklah"
Luke pun pergi untuk menemui dokter dan kembali beberapa saat kemudian.
"Jadi bagaimana?" Tanyaku yang tidak sabar untuk keluar dari rumah sakit.
"Kau bisa pulang sebentar siang. Tapi kau tetap harus banyak beristirahat di rumah. Ok?"
"Ok. Aku berjanji akan beristirahat penuh dirumah, jadi jangan khawatir"
13.00 pm
Kami baru saja tiba dirumah dan Luke langsung menyurhku istirahat.
"Kau harus beristirahat sekarang"
"Apa harus?"
Aku menatapnya sambil memelas dan berharap jika dia akan membiarkanku duduk dan bersantai daripada tidur dikamar.
Dia hanya tersenyum lebar padaku. "Kau harus istirahat sekarang, sayang. Aku akan berada disini untuk menjagamu. Jadi jika kau butuh sesuatu panggil saja aku. Ok?"
"Ok. Tapi apa aku harus, harus sekali untuk berbaring?"
"Berbaringlah dan beristirahat. Apa kau perlu aku mengangkatmu ke ranjang?"
"Nope, aku akan pergi beristirahat sekarang" Setujuku tanpa tawar menawar bergerak naik keatas ranjang.
Sejak itu, hari-hariku terasa baik dengan perkembangan junior kami yang bertambah besar.
Saat mulai masuk ke 7 bulan, aku berhenti untuk bekerja dirumah sakit karena Luke yang memaksaku. Aku sangat susah bergerak saat itu. Sangat-sangat susah.
Tapi pada 10 Agustus setelah pulang dari pemotretan di Sore hari, aku merasa sangat kelelahan dan segera berbaring diranjang.
Tapi pada saat pukul 4 pagi, aku terbangun karena merasa jika seluruh ranjangku basah dan dipenuhi air. God! Itu air ketubanku yang pecah. Anakku akan lahir!
Saat itu aku panik sekali. Tapi setelah menarik napas panjang, aku merasa lebih tenang.
"Luke. Hey" Aku memanggil Luke yang tertidur pulas disampingku dengan menggoncangkan badannya.
"Ya? Ada apa?" Jawabnya yang masih setengah sadar dan tetap memejamkan matanya. "Jika tidak ada yang penting tidur saja kembali, Ave. Aku harus tidur karena besok aku harus bekerja, sayang"
Aku mencengkram kerah t-shirtnya sesaat setelah merasakan kontraksi. "Masalahnya adalah, aku merasa jika air ketubanku pecah dan aku akan melahirkan"
"Apa?!" Serunya langsung bangun dengan panik, bahkan dia terlihat lebih panik dariku saat pertama bangun. "Ayo.." Dia langsung mengantarku keluar dari kamar untuk langsung menuju ke lobby rumah.
"Tom..." Teriak Luke panik memanggil Tom.
"Ia, tuan" Jawab Tom yang datang menghampiri kami sambil berlari.
KAMU SEDANG MEMBACA
WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]
RomanceHighest rank: #1 girlstory [21-08-2018] #99 novel [27-08-2018] #3 luke [13-12-2018] The very first story from A. James... "Kenangan itu terus menghantuiku. Setiap saat, setiap malam, setiap tidurku,dan juga disetiap langkahku. Tapi, gadis itu memb...
![WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]](https://img.wattpad.com/cover/142920791-64-k799046.jpg)