48

1.3K 50 1
                                        

13.00 pm

Luke baru saja pulang dan kembali ke apartemennya. Aku pergi ke kamarku dan mencoba untuk beristirahat.
Mengingat jika aku sakit tadi malam meskipun demamku sudah hilang, tapi kepalaku masih saja pusing.

Ini adalah hari Sabtu, mengingat jika besok adalah hari terakhir aku bersantai. Senin ini aku akan langsung bekerja di Marrymount Hospital.

Baiklah, saatnya beristirahat yang banyak. Karena aku tidak ingin sakit di hari pertama bekerja nanti.

18.00 pm

Ponselku berbunyi dengan keras, membuatku terbangun dan langsung mengangkatnya.

"Hi" jawabku singkat, dan masih setengah sadar.

"Hi, Ave. Aku meneleponmu untuk menanyakan keadaanmu, apa kau merasa lebih baik?" Tanya Luke terdengar mengkhawatirkanku.

"Ia. Aku baru saja terbangun setelah tertidur dan beristirahat sekitar 5 jam" jawabku sambil mengedipkan mataku untuk memperjelas pandanganku.

"Baiklah. Aku merasa lega jika kau baik- baik saja" gumam Luke menghela napas.

"Aku juga"

"Ok. Aku tidak akan menganggumu, beristirahatlah yang cukup. Ok?"

"Ia. Aku akan beristirahat lagi nanti"

"Baiklah, sampai jumpa" pamit Luke.

"Sampai jumpa" balasku lalu mematikan ponselku.

Setelah Luke meneleponku, aku pergi untuk mandi sore agar tubuhku bisa lebih segar. Aku memilih sebuah sweater 3/4 sleeve lenght berwarna hitam dengan skinny trouser berwarna putih

Kemudian, aku mendengar bunyi bel pintu apartemenku dan aku langsung pergi keluar dari kamarku untuk membuka pintu."Hi, All" sapaku saat membuka pintu dan melihat Allison.

"Hi, Ave"

"Baiklah, masuklah"

Kami pun masuk dan duduk di ruang tamu.

"Ada apa? Kau tiba- tiba datang. Apa semuanya baik- baik saja?" Tanyaku pada Allison, melihat dia yang tidak banyak berbicara dan itu cukup aneh bagiku harena Allison selalu cerewet.

"Ave, nenekku baru saja meninggal sore ini. Aku jujur saja sangat sedih mendengarnya" terang Allison kemudian mulai terisak.

"All, jangan menanggis. Dia sudah beristirahat dengan tenang disana, jika kau seperti ini dia akan sedih" ujarku mencoba menenangkan Allison.

"Ia. Aku tau, hanya saja aku sangat dekat dengan nenekku" ujar Allison berusaha memberhentikan tangisannya.

"Grandma Analize memang nenek yang baik dan ramah" ujarku merangkul pundak Allison.

"Dia memang sangat baik. Besok pagi dia akan dimakamkan di trinity church cemetery" ujar Allison.

"Baiklah, jangan khawatir. Aku akan pergi menemanimu kesana besok pagi"

Tentu saja aku akan pergi kesana untuk menghibur Allison.

"Ia. Terimakasih, Ave" ujar Allison yang terlihat mulai berhenti menanggis.

WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang