18

4.2K 147 0
                                        

Aku dan Luke mengemas pakaian kami dan kemudian turun ke lantai dasar untuk sarapan bersama orangtuanya.

"Jadi, kalian akan kembali?"

Irina terlihat seolah-olah tidak rela kami akan pergi.

"Ia, Bu. Aku harus bekerja besok dan Avery harus banyak beristirahat setelah insiden itu" Jawab Luke sambil menyelesaikan sarapannya.

"Baiklah, kami harap kau sering datang kesini bersama Avery. Kami senang jika kalian disini bersama kami" ujar Ray terlihat semakin akrab.

Luke tersenyum lembut menatap Ayahnya. "Tentu, Ayah. Kami juga senang untuk bisa berada disini"


******
Kami pun sampai di apartemen Luke dan semuanya kembali seperti sedia kala. Semua bekas tembakan itu sudah hilang.

Aku pun langsung melempar diriku ke atas sofa berwarna krem kami. "Aku senang bisa kembali kesini"

"Ya, aku juga" Jawab Luke sambil ikut melemparkan badannya di atas sofa.

"Aku mengingat bagaimana bisa aku beraksi setelah beberapa lama"

Dia langsung menatapku dengan mata birunya yang terlihat redup karena rasa bersalah. "Untung saja kau tidak terluka sedikit pun, jika tidak aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri"

Oh God, apa Luke masih belum bisa berhenti menyalahkan dirinya karena penyerangan itu?

Aku pun langsung mengenggam erat tangannya. "Hey, tidak akan terjadi apapun. Aku disini baik-baik saja"

"Ia, kau benar. Besok aku akan bekerja, jadi apa yang akan kau lakukan besok?"

Well, moodnya sudah berubah sekarang.

Aku mengingat jika besok akan ada pemotretan "Oh yah! Aku lupa memberitahumu, aku ada pemotretan besok di majalah sparkle"

"Baiklah, hati-hati Sanders akan mengantarmu besok" pesan Luke agak tegas sambil menatap lembut padaku. "Pukul berapa pemotretanmu?"

"Setelah jam makan siang dan aku akan selesai sekitar pukul 6"

"Baiklah, aku akan menjemputmu besok sepulang aku bekerja"

"Ok, Luke"

"Aku ingin kita menghabiskan waktu lebih banyak bersama. Karena kejadian kemarin seolah-olah memberiku sebuah nasihat"

"Tentu. Aku juga senang kita akan menghabiskan waktu bersama"

Hanya dalam beberapa bulan, semuanya terjadi begitu cepat. Aku bertemu dengan seorang pria yang kemudian menjadi pacarku, bertemu orangtuanya, tinggal di apartemennya dan menghadapi serangan pacar gilanya.

Ini sangat gila, maksudku semuanya terjadi begitu saja. Secepat kilat, yang kadang membuatku bingung jika aku sudah melewati semuanya.

Karena tidak memiliki kerjaan, aku membuka laptopku untuk melihat foto-foto kami.

Luke terlihat sangat manis saat dia tersenyum dan dia juga terlihat konyol saat tertawa bersamaku.

WATER UNDER THE BRIDGE [COMPLETE✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang