"Bahkan jarak dapat mengikis setiap detik yang ku tunggu,
Hingga perasaanku tak tahu harus seperti apa."
Iqal tahu ini sudah cukup lama, ntah apa kabar Kinar ?
Iqal tidak tahu,dia harap Kinar masih setia menunggu sama halnya seperti Iqal yang menolak setiap perempuan yang jelas-jelas mengungkapkan perasaannya pada Iqal.
Meskipun terpisah kampus cabang dan pusat namun jarak itu benar adanya hingga mengikiskan sebuah pertemuan.
Iqal sedang berada di kantinbersama Danu seorang yang sama seperti Iqal.
Danu juga ingin segera menamatkan kuliah untuk mengejar S2 ke Jerman sedangkan Iqal ingin mengkhitbah Kinar.
"Qal, lo beneran enggak mau ambil beasiswa ke Inggris. Sayang loh di anggurin."
Iqal terlihat mengerutkan keningnya.
"Mungkin gue harus nemuin orangtua Kinar dulu,biar bisa S2 sambil bawa istri gitu."
"Widihh Pak Iqal hidupnya sudah tertata rapi."
Iqal tersenyum bangga.
" Harus dong ! Ntar tulang rusuk gue di lamar orang kan bahaya, lebih baik mencegah daripada menyesal."
Danu bertepuk tangan sambil berhigh five dengan Iqal.
"Wahh ini yang bikin Papa bangga sama kamu nak."
Ucap Danu dengan mengusapakan tangannya ke baju seperti mengelap air mata.
"Kita wisuda 2 minggu lagi kan qal ?"
Tanya Danu dengan muka meminta
Persetujuan.
"Iya Dan, kenapa emang ?"
"Lo yakin engga mau coba ambil ? Waktunya tinggal besok buat tanda tangan semua berkas-berkasnya."
Iqal mulai berfikir. Dia akui dia mau mengambil beasiswa tersebut namun dalam waktu yang begitu singkat mana mungkin dia bisa segera menyelesaikan semuanya.
Melamar anak perempuan seseorang itu butuh proses tidak mungkin datang hari ini langsung menikah sedangkan jika Iqal menandatangani berkas tersebut otimatis selang 3 hari dia langsung pergi ke Inggris.
"Gue udah janji Dan,laki-laki itu pantang buat ngingkarin janji."
Danu mulai berbicara dengan nada serius.
"Mungkin gue belum ngerasain cinta sebesar lo Qal,tapi lo beneran yakin Kinar masih nunggu lo ?
Ini udah bulan ke lima lo pergi ninggalin dia, banyak laki-laki yang pasti datang mengkhitbah Kinar meskipun dia masih kuliah."
Iqal mulai tersentak dengan ucapan Danu.
"Dan, kalo dia jodoh gue pasti engga bakal ketukar kok. Kemungkinan buruk itu pasti selalu ada tapi kalo gue engga mencoba mana mungkin gue tahu."
Danu tahu dia tidak seharusnya membuat fikiran Iqal kacau namun dia harus menyebutkan setiap kemungkinan yang akan terjadi.
"Iya Qal,gue tahu. Sholat istikharah jangan lupa Qal. Kinar bakal datang wisuda lo nanti ?"
"Itu pasti Dan, gue belum sempat ketemu dia Dan karena persiapan sebelum Wisuda yang terlalu padat. Mau ngirim pesan singkat aja gue engga punya nomornya."
"Nah ini yang gue bilang, lo malah bikin kesempatan laki-laki lain mendekati Kinar semakin luas."
Iqal tersenyum dengan ucapan Danu.
"Kan tadi udah gue bilang, jodoh engga bakal ketukar dan."
Danu yang mendengar ucapan Iqal hanya tersenyum bangga kepada Iqal.
"Cepetan kirim surat undangan wisuda biar dia bisa datang !!!"
Peringat Danu.
❤❤❤
Menunggu itu sulit sampai Kinar tak tahu harus bagaimana menahan rasa rindu berlebihan kepada sosok lelaki yang selalu membuat hatinya bedegup.
5 bulan bukan waktu yang singkat jika dihabiskan dengan kata menunggu bahkan menyiksa.
Banyak laki-laki yang dengan gencar mendekati Kinar,namun perempuan itu tetap istiqomah kepada Allah.
Ada juga yang datang menemui orangtua Kinar agar di beri restu namun bunda dan ayah Kinar tak pernah memaksa Kinar untuk menikah cepat tergantung kepada anak gadisnya itu.
Terkadang Kinar ingin menyerah menunggu seseorang yang tak kunjung kembali. Jika memang dia sudah wisuda kenapa tak memberi kabar ?
Seharusnya Iqal tahu, janji seorang laki-laki itu untuk dipegang bukan di ingkari.
Seperti hari ini Agum sang ketua BEM gencar mendekati Kinar. Agung memang terkenal playboy, kaya, manis namun dia berada jauh di bawah Iqal.
"Nar pulang bareng yuk ! Udah kesekian kalinya lo nolak ajakan gue buat pulang bareng. Emang siapa yang marah kalo kita pulang bareng ?"
Ucap Agum dengan nada memaksa.
Ini yang Kinar tidak suka dari Agum,dia sangat pemaksa dan ingin semaunya sendiri.
"Kita bukan mahram buat pulang bareng gum."
"Yaudah ayo nikah sekarang ! Biar kita bisa pulang bareng terus."
Bagaimana bisa Agum dengan mudahnya meminta seorang perempuan menikah dengannya seperti ini.
"Maaf gum,perkara menikah itu bukan untuk main-main."
Kinar yang mulai terpancing dengan ucapan Agum menampilkan muka kesalnya.
"Nar, ribuan cewek antri mau sama gue dan lo satu-satunya cewek yang nolak gue !"
Agum mulai menarik tangan Kinar dengan sangat kencang. Kinar mulai berteriak memberontak.
"Lepasin tangan Kinar !"
Kinar mulai meneteskan air matanya,
Kinar tidak peduli tangannya sakit dan merah namun yang membuat dia menangis adalah ada seorang lelaki yang dengan tidak sopan memegang tangannya. Sampai saat ini Kinar selalu menjaga genggaman tangan untuk seorang imam yang spesial namun Agum menghancurkan segalanya.
Agum yang melihat Kinar menangis segera melepaskan genggaman tangannya. Meskipun dia terkenal nakal namun Agum tidak pernah tega melihat Kinar menangis. Agum baru merasakan jatuh cinta yang sangat besar kepada Kinar.
Kinar segera berlari meninggalkan Agum.
"Maaf nar maaf " teriak Agum dengan kencang.
Kinar tidak memperdulikan suara Agum,dia berlari dan memberhentikan sebuah taksi karena tidak mungkin dia naik angkutan umum dalam keadaan seperti ini.
Namun sebelum Kinar masuk ke taksi. Alif memberikan subuah undangan yang membuat Kinar bingung.
"Masuk sana nar,baca setelah pulang. Gue harap lo datang. Orang yang ngirim undangan itu berharap banget kedatangan lo."
Kinar terlihat bingung dengan sebuah kertas undangan di tangannya. Namun supir taksi segera menegur Kinar untuk naik karena di belakamh terdapat banyak mobil yang telah antri.
"Iya pak,ayo berangkat."
Kinar memasukkan ke dalam tas karena dia sangat pusing sekarang,ntah apa yang di kirim Alif ini. Namun dia sangat pusing akibat ulah Agam.
Iqal juga berbohong kepadanya.
Untuk apa berjanji jika pada akhirnya mengingkari ?
Semua laki-laki sama, berjanji untuk meninggalkan.
Memberikan harapan untuk melambung tinggi namun menghempaskan ke dasar jurang.
Hari ini Kinar lelah,mungkin sudah saatnya melupakan Iqal dan berhenti menunggu.
❤❤❤
A.N : udah panjang loh :v lama tak Update aku rindu wkkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
Iqal (completed)
Ficción General#Sequel "Pak Imam" :) "Iqal,Umi kan sering bilang kalo udah mandi, itu handuk taro di gantungan jangan di atas kasur,tuh kan ! basah semua." Omel Clara kepada anak sulungnya itu. "Umi cokelat Iqal hilang setengah,siapa yang maling ?"Teriak iqal yang...
