Bab 14

332 31 0
                                        

Vika POV

Perlahan aku mulai sadar bahwa memaksakan orang lain untuk mencintai itu bukan lah hal yang benar. Daya khayal ku terlalu tinggi sampai sampai aku selalu membayangkan betapa indahnya saat aku dan diri mu berubah menjadi kita.

Namun semua itu hanyalah hal yang tabu. Tak akan mungkin terjadi. Bodohnya rasa ingin mengubah takdir bahwa kita tak mungkin bersatu malah semakin besar.

Pikiran ku semakin gencar mencari celah agar aku bisa masuk ke dalam hati mu yang beku itu. Tapi tetap saja yang pergi akan tetap pergi,mungkin memang sudah hukum alam nya seperti itu.

Mulai sekarang aku menyerah. Akan ku pastikan tak ada lagi yang mengganggu waktu berharga mu bersama sahabat ku. Tak ada pengusik di antara hubungan kalian. Aku angkat tangan,aku menyerah,aku pasrah dengan kisah cerita yang aku jalanin sendirian. Aku akan angkat kaki,dan membiarkan mu hidup di jalan mu. Semoga Bahagia.

Flashback on

Perlahan mata ku mulai terbuka. Aku mendengar suara tangisan,teriakan dan apa lah itu sejenis nya. Aku tak mengerti

Ku lihat Fahmi duduk di sebelah ku,ia nampak kebingungan. Dan jangan lupakan aku yang juga ikut bingung. Hey! Sejak kapan aku tidur di kamar Fahmi? Aku terkejut bukan main setelah aku sadar tubuh ku tak tertutup benang sehelai pun. Apa apaan ini? Sangat menjijikan!

"Jelasin!" ucap Fahmi datar

"Jelasin apa?bahkan gue aja gatau kenapa gue bisa ada di kamar lo tanpa busana gini"

"Gak usah sok bodoh,pelacur!"

Deg!

Tuhan,tolong cabut nyawa ku saja sekarang. Aku sudah tak kuat berada di tempat yang membuat hati ku merosot jatuh tak tentu arah

"Gue gak seburuk itu Fahmi! Gue emang cinta sama lo tapi gue gak mungkin berbuat hal yang merugikan diri gue sendiri,gue bahkan gak inget kejadian nya gimana dan kenapa gue bisa tiba tiba ada di sini. Seharus nya gue yang tanya sama lo,bukan malah lo yang nuduh gue kaya gini" tangis ku pecah seketika,ada rasa sakit tersendiri yang membuat ku berhasil menjadi wanita lemah saat ini

"Terus lo mikir nya gue yang bawa lo kesini? Dan bercinta sama lo? Cuih! Gue bersumpah itu gak akan terjadi"

"Sehina itu kah gue di mata lo Mi?sekotor itu? Gue bener bener gak tau apa apa tapi kenapa lo sekejam itu sama gue?"

Ia tersenyum sinis "terus lo fikir gue lagi mabok berat dan gue ketemu lo di jalan terus akhirnya gue bawa lo kerumah gue buat puasin hasrat gue untuk ngelakuin hal yang nggak nggak. Gitu maksud lo!"

"Tega banget lo ya kaya gini sama gue,gue gak nyangka demi apa pun lo bukan Fahmi yang gue kenal. Hiks,hiks!" aku benar benar tak kuat menahan tangis ,aku benar benar hancur dan... Sakit!

"Dan lo" ia menunjuk ku dengan jari telunjuknya "bukan Vika yang gue kenal,lo udh beralih profesi menjadi pelacur!"


*****

Author POV

"Eh Haluna kunaon maneh teh? Galau euy?" tanya Galih

"Lo ngapa jadi ngomong sunda ,bleguk sia!" ucap Nata

"Lah maneh kunaon ikut ikut ka abdi ngomong na juga kitu"

"Iya juga ya" Nata bingung di buat nya,Haluna hanya terkekeh mendengar percakapan dua orang sahabat nya itu

"Wait wait! Galih ada bener nya juga,lo kenapa bisa kaya gitu si sama Fahmi?" kini Nata yang bertanya

"Gpp. Emang takdir nya aja yang gak memihak ke kita" jawab Haluna sekena-nya

"Udh ya udh jangan bikin Haluna sedih dengan pertanyaan yang bikin suasana jadi gak enak gini" ucap Irwan

"Tah etaaa! Dengerkeun ucapan temen aing. Nu ngajarin na teh aing pisan ini mah hebat pan?" Galih berbicara dengan sombong nya

"Apesi goblok,tauan gue yang bilang sendiri tanpa bantuan tangan lo secuil pun"

"Irwan ya ngomong na kasar pisannnn. Mau aing laporkeun ka guru BP?"

"Gak takut!"

"Idiii. Macem macem ku aing, tingali na tingali. Aing laporkeun ka guru BP"

Nata menggebrak meja dengan kesal"bacot sia!Maneh mending pergi dah dari sini,bikin lier aje ni pala"

"Lah lah,lo ngapa jadi ngikutin si Galih Nat?" tanya Irwan

"Astagfirullah,Galih nih emang bawa pengaruh buruk buat kesehatan otak" Nata mengelus ngelus kepala nya seolah habis terkena benturan keras

Haluna hanya tertawa renyah menanggapi lelucon teman teman nya itu. Sejenak pikiran nya tenang Fahmi hilang seketika,dan pada saat sepi akan kembali seperti semula. Hancur!

HALUNA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang