"Makan apaan suster?"tanya Sahira.
"Bubur"jawab suster itu.
"Ya tuhan nggak ada makanan enak apa dirumah sakit"ucap Sahira.
"Anda baru siuman dan boleh makan bubur saja"ucap suster.
"Yaelahh buburr doangg"kesal Sahira.
"Udah ra itu anjuran dokter jadi ya kamu harus makan bubur itu"ucap gue.
"Apaan si bihun ni ikut aja lo udah sini sus gue mau makanlah tapiii ini terpaksa ya inget!"ucap Sahira.
"Bihunnn ya tuhan nama Bagus Bagus juga diganti si mi jadi gimana Sahira ini"batin gue.
"Namaku Sehun raa bukan Bihun"ucap gue membela.
"Aduhhh udah sama lah dasar Bihun cerewet banget kek ibu ibu dipasar udah gue mau makan jangan ganggu"ucapnya.
"Iyaaa raa"ucap gue supaya cepet.
"Hun bihun"ucapnya panggil gue.
"Ingin ku jawab sayang wkwkwk:v"
"Apa ra katanya nggak boleh ganggu"ucap gue.
"Makasih"ucapnya singkat tapi sangat bermakna buat gue.
"Tentang??"ucap gue.
"Ya lo udah mau rela nggak sekolah demi jagain gue disini"ucapnya.
"Sama sama ra aku juga mau minta maaf sama kamu"ucap gue.
"Minta maaf apaan hun?"tanyanya.
"Aku pernah berburuk sangka sama kamu aku lebih percaya sama Irene tanpa mendasari bukti ra tolong maafin gue"ucap gue mendekat ke tempat Sahira.
"Iyalah nggak papa lo juga si percaya sama si ratu endel wkwkw"ucapnya sambil ketawa bahagia gue suka kalok dia lagi ketawa kek gitu.
"Yaudah kamu lanjutin makannya gih"ucap gue.
"Iyaa"
Gue ngeliat Sahira yang lagi makan gue nggak berani liat langsung rapi gue liat dengan ngelirik lirik doang.
"Sahira kalok makan kek anak polos gitu dia sebenarnya adalah anak baik dann dia dihianati oleh sahabatnya sendiriii"batin gue.
Author pov.
Ditempat lain antara Sahira dan Sehun yang ada di rumah sakit dan Ale sekarang ada disel tahanan yang hari ini adalah hari dimana orang tua Ale datang.
"Pak mana anak saya namanya Alena Lavera"ucap Thomas Ven Lavera ayah dari Alena Lavera.
"Mari saya antar"ucap seorang polisi yang sedang berjaga.
Mereka pergi keruang jenguk bagi para tahanan dan orang yang sedang menjenguk.
"Ternyata papa dateng kirain nggak dateng"ucap Ale santai.
"Ya pasti aku datang karena aku adalah ayahmu"ucapnya.
Ale hanya senyum hambar.
"Ayah tau semuanya bukan kamu yang melakukannya tapi ada temanmu yang melakukan itu semuanya ke Sahira anaknya Pak Hanji"ucap orang yang bukan keturunan dari korea tapi dia berasal dari Berlin yang menikah dengan ibu Alena yang berasal dari Korea.
"Siapa itu pa?"tanya Ale.
"Ada aku akan memberitahumu nanti ketika kau keluar"ucapnya.
"Dari mana papa tau"ucap ale.
"Papa ini punya mata mata untuk mengawasimu dan keadaan disekitarmu jadi papa ini tau kalau kau ini berbuat apa saja"ucapnya.
"Termasuk kau yang menyukai seorang pria bernama Sehun itukan"ucap papa Ale itu yang membuat ale kaget.
"Papa tau sejauh itu mata mata itu sangatlah menyebalkan"batin Ale.
"Tapi jika kau ini sudah keluar kau jangan ada disini kau sekolah saja di Berlin"ucapnya.
"Nggak pa aku nggak mau ke Berlin aku nggak mau"ucap Ale.
"Mana bisa pa,papa bisa keluarin aku dari sini"ucapnya.
"Kamu belum cukup umur dann aku akan bayar uang tebusan tapi kau masih harus dipenjara mungkin selama satu minggu"ucap Papa Alena.
"Okelah tapi pa aku juga mau memikirkan tentang aku akan pergi kemana"ucapnya.
"Oke nak papa tinggal dulu kau akan bebas aku janjikan itu"ucap Papa Alena sambil pamit ke Ale.
"Gue mau kemana tapi kalok gue pergi gue nggak mau ninggalin Sahira sama Zeva tapii kalok gue nggak pergi takutnya gue bakal bikin susah merekaa"batin gue sambil merasakan sesak didada.
"Maafin gue raa gue emang bukan sahabat yang baik buat lo"ucap gue monolog.
Tbc.
Annyeong guys maaf garing. Jangan lupa vote and komen gaiss.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOULMATE -( OH SEHUN )
Lãng mạnNakal itu wajar, sebagian anak atau remaja pasti memiliki sisi kenakalannya masing masing. Tapi meski kenakalan remaja sudah melampaui batas jangan pernah mengucilkan mereka, nakal? Mereka melakukan kenakalan semata hanya untuk ingin di perhatikan...
