20. The First Game

5.7K 439 58
                                        

"You're the one who controls yourself."
-Daver Negarald

***

"Ada apa?"

Tiga satpam mulai berdatangan ke tempat di mana peluru itu ditembakkan. Salah satu satpam membawa pistol. Itu menjadi sasaran senjata Daver.

"Pak." Tangan Daver menengadah, meminta pistol yang dipegang Pak Satpam.

"Eh, gak boleh. Kamu masih kecil!"

Daver berdecak. "Bapak mau mati?"

DUAR!

Satpam itu menggeleng cepat. Wajahnya mulai ketakutan ketika pistol yang tidak tahu dari mana kembali mencetuskan pelurunya.

Daver mengintip kembali. Lalu, ia melihat Pak Satpam lagi. Lama-lama ia emosi dengan satpam yang tidak bertindak. "Bapak megang pistol tapi gak dipake, gimana, sih?!"

"Saya gak bisa pakainya.."

"Ya, udah, kalo gak mau mati cepetan sini!"

Begitu disentak, satpam tersebut langsung melemparkan pistolnya kepada Daver.

"Makasih, Pak."

Satpam itu mengangguk khawatir. Mukanya sudah pucat sekali. "Jangan bikin saya nyesel."

Tidak berlama-lama, Daver melongok lagi di balik pilar. Ia mengecengkan mata, lalu membidik orang itu dengan pistolnya. Ketika Daver menarik pelatuk dan kembali lagi terdengar bunyi ledakan, ia melihat orang itu kabur.

"Masuk kelas mana pun," ucap Daver cepat pada Anara. Ia langsung berlari mengikuti ke mana arah orang itu pergi.

Daver menyeringai. Ini akan menjadi sesuatu yang seru.

Orang itu berlari menaiki tangga. Daver sudah kira bahwa orang itu akan ke rooftop sekolah. Dengan kecepatan kakinya yang gesit, Daver mengikuti orang itu.

Hingga keduanya tiba di atas gedung sekolah, Daver mengambil pasokan oksigen dengan rakus. Orang itu berhenti di tengah rooftop, memandang Daver.

Dengan gerakan lambat, orang itu membuka topi yang menutupi setengah wajahnya. Ia menatap Daver, lalu tersenyum sinis.

"Rezo," gumam Daver, tersenyum miring.

Rezo membuang topinya ke sembarang arah. Ia menghapus peluhnya dengan kasar. Ia masih terengah-engah. "Daver.. Negarald."

"Akhirnya berani juga ngadepin gue. Mau lo apa?" Daver menatapnya tajam.

Rezo terkekeh seakan itu lucu. Namun, dalam sekejap ia mengubah tawanya menjadi tatapan yang menyeramkan.

Rezo menunjuk Daver. Lalu, ia melakukan gerakan memotong leher dengan telunjuknya.

Daver tertawa sinis. Sedetik kemudian, ia mengangkat pistolnya.

DUAR!

Rezo berlari menghindar. Ia berlari ke arah Daver. Melompat, hendak menendang leher Daver. Sayangnya itu gagal. Daver menghindar terlebih dahulu.

Daver melempar pistolnya ke sembarang arah. Ia tidak membutuhkan senjata sekarang. Ia bisa menghancurkan wajah Rezo dengan tangannya sendiri.

Daver meninju tulang pipi kanan Rezo. Tidak mau kalah, laki-laki berdarah psikopat ini menendang perut Daver. Ia mencengkram kerah Daver.

Daver menepis kencang tangan Rezo. Ia menarik kerah baju Rezo dan menonjok laki-laki berengsek itu berulang kali.

"Lo."

DAVENARA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang