Revan membalikkan badannya agar menghadap pada Maysa lalu ia pun memegang bahu Maysa agar Maysa juga mengadapnya.
Suasana berubah menjadi serius, Maysa menghentikan memakan camilannya.
"Ja.u.hi De.fan" ucapnya dengan penuh penekanan.
"Apa maksud abang?" tanyanya pada Revan.
"Abang tau kan Aya suka sama Kak Defan bang, Aya rasa abang gak lupa akan hal itu, " lanjut Maysa.
Obrolan antar adik kaka ini semakin serius, sampai sang bibi yang akan mengantarkan minuman untuk Maysa yang baru pulang diurungkan kembali niatnya.
" Mungkin non dan aden lagi butuh waktu berdua untuk obrolin hal yang serius."
"Iya abang tau lo suka sama dia Ya, tapi abang baru dapat kabar katanya lo beberapa bulan lalu habis di bentak oleh dia, bener itu?" tanya Revan yang wajahnya sudah berubah merah menahan emosi.
Revan tak terima adiknya dibentak oleh seseorang siapapun itu, keluarganya saja tidak pernah membentak Maysa.
"Aa--aba--bang ta--tau da--dari ma--mana?" tanya balik Maysa dengan bibir yang bergetar, ia sangat tahu betul sifat abangnya ini yang sangat-sangat menyayanginya.
Braak!
Lepas sudah emosi Revan yang sedari tadi ditahannya.
Revan hanya bisa melampiaskan emosinya pada meja ruang Tv yang tak bersalah.
Maysa yang mendengar meja digebrag itu terlonjak kaget.
"Gak usah lo tau siapa yang kasih tau abang Ya, yang penting lo Ja.u.hin De.fa.n." ucapnya ulang yang menekan kata-kata di akhir kalimatnya lalu pergi meninggalkan Maysa sendiri di ruang Tv, ia takut jika terlalu lama maka emosinya akan semakin naik. Ia tidak tega membentak adiknya itu sudah cup meja saja, mengetahui betapa lemahnya Maysa.
Ia saja tadi sempat menyesal menggebrag meja ruang Tv, tapi kalau tidak menggebrag meja ruang Tv maka akan disalurkan di mana emosinya itu.
Maysa yang masih di ruang Tv itu nenangis tersedu-sedu. Keputusan kakanya itu adalah keputusan bulat.
Apakah ini akhir dari perjuangan Maysa?
Apakah ini akhirnya?
'Saat kau terus berlari, dan aku terus mengejar. Ku kira aku sebagai pengejar akan menyerah. Tapi sungguh dari lubuk hatiku selama aku mengejarmu aku tak pernah merasa lelah untuk mengejarmu.'
'Tapi takhdirlah yang akhirnya mengalahkan usahaku untuk mengejarmu'
'aku tau ini bukan salah siapapun, aku pun mengerti akan perasaan Bang Revan, dia gak salah, hanya saja ini merupakan salah satu kode dari yang Maha kuasa agar aku berhenti mengejarmu cuma saja lewat perantara abangku sendiri'
KAMU SEDANG MEMBACA
Someone [Tamat]
Teen Fiction[BELUM REVISI] Bagaimana jadinya jika seseorang di masa lalu terus membayangi lalu kita bertemu lagi dengan orang yang hampir sama, membuat rasa lain tumbuh dalam sekejab mata namun berakhir rasa itu tumbuh sendiri tanpa adanya ikatan dengan masa la...
![Someone [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/193353436-64-k213636.jpg)