Tak sia-sia ia meminta izin ke pembina PMR untuk menawarkan diri mewakili teman temannya.
Fleskback on
Setelah keluar dari kelasnya Defan langsung pergi ke ruang guru untuk menemui pembina PMRnya.
"Assalamualaikum Pak," Ucapnya sambil mencium tangan Pak Andi guru Kimia sekaligus Pembinanya.
"Waalaikumussalam Fan, ada apa nak tumben sekali kamu menghampiri bapak pulang sekolah seperti ini,"
"Gini pak, bulan depan kan ada acara Dies Natalis sekolah, bagaimana kalau kita menawarkan diri untuk menjadi tim medis di acara sekolah kita sebelum anggota OSIS memintanya," Usulnya pada Pria 25 Tahun di hadapannya.
Pak Andi nampak menimbang-ningbang ucapan Defan lalu berkata, "Baiklah silahkan kamu bicara tentang penawaran diri kita kepada ketua OSIS."
" Baiklah pak, mumpung sekarang OSIS sedang rapat langsung saja saya temua Gavin selaku ketua OSIS di sini"
"Silahkan Fan"
"Def, ada apa tumben lo kesini," Ucap Gavin yang berhasil membuat Defan tersadar dari ingatannya soal keberhasilannya bisa berada tempat ini sekarang.
"eh, gini gue sebagai salah satu anggota PMR mewakili anggota yang lain ingin menawarkan menjadi tim medis buat acara Dies Natalis sekolah, " terang Defan pada Gavin.
"Jadi sebelum kalian meminta lebih baik menawarkan diri terlebih dahulu, Tim kami selalu siap untuk menyukseskan acara sekolah" Lanjutnya.
Dilain templat Defan dan Gavin berdiri ada Seorang gadis cantik berabut sebahu lebih yang sedang melongo melihat suatu Aktivitas di depannya.
"Telinga gue normal kan? " Tanyanya pada diri sendiri.
Gadis cantik itu adalah Maysa yang sejak kedatangan Defan matanya tak lepas dari semua Aktivitas Defan, termasuk menguping obrolan Defan dengan Gavin yang berada tidak jauh di tempatnya.
Maysa mencoba mendengarkan lagi obroal 2 manusia di depannya untuk memastikan pendengarannya yang masih baik-baik saja.
"Ah, tuh kan bener telinga gue masih normal," ucapnya keras sambil memukul meja keras.
Semua pandangan beralih menatap satu titik, yaitu ke arah Maysa.
Ya tentu saja mereka semua terkejut dan mencari tahu ada apa sebenarnya.
Maysa yang baru sadar akan dirinya yang menjadi pusat perhatian langsung menunduk sambil meminta maaf.
"Ada apa Maysa?" tanya Gavin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Someone [Tamat]
Ficção Adolescente[BELUM REVISI] Bagaimana jadinya jika seseorang di masa lalu terus membayangi lalu kita bertemu lagi dengan orang yang hampir sama, membuat rasa lain tumbuh dalam sekejab mata namun berakhir rasa itu tumbuh sendiri tanpa adanya ikatan dengan masa la...
![Someone [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/193353436-64-k213636.jpg)