Matahari terlihat begitu cerah di hari Senin pagi ini. Upacara bendera akan dilaksanakan seperti biasa. Siswa-siswi harus berangkat lebih awal. Terlambat sedikit saja gerbang sudah ditutup oleh algojo penjaga pintu gerbang.
Ketika memasuki kelas, Naiffa melihat ruangan itu sudah kosong. Berati teman-temannya sudah berada di lapangan. Gadis itu mencari benda keramat yang wajib dikenakan saat upacara.
"Mampus! Topi gue ketinggalan,"ucap Naiffa sembari menepuk jidatnya.
"Gimana nih? Gak mungkin kalo gue balik ke rumah," gumam gadis itu panik.
Prriittt....
Peluit sudah dibunyikan,tandanya Pak Eko pasti keliling setiap kelas untuk memastikan siswa-siswinya mengikuti upacara.
"Lo pikun banget sih Fa! Topi aja sampe ketinggalan," gerutu pada dirinya sendiri.
Dengan terpaksa Naiffa melangkahkan kakinya keluar kelas menuju lapangan. Dia yakin setelah ini pasti akan mendapat hukuman dari Pak Eko.
Pikiran Naiffa buntu sekarang. Ia bingung harus berbuat apa. Gadis itu berjalan sembari menunduk. Namun,ada sesuatu yang membuatnya terkejut dan refleks menghentikan langkahnya.
Ada seseorang yang memasangkan topi dikepalanya. Membuat Naiffa menoleh, dan menemukan Bara berada disampingnya.
"Bara!"ucap Naiffa membulatkan matanya tak percaya.
"Lo ngapain di sini?"tanya gadis itu.
"Menurut lo?"
"Kenapa lo malah kasih topi ke gue? Terus lo pake apa? Nanti lo di hukum Pak Eko gimana?"tanya Naiffa bertubi-tubi.
Bara memutar bola mata malas. "Buruan sebentar lagi mulai."
Naiffa menggeleng. "Terus lo gimana?"
"Dihukum lah."
WHAT??!
Dengan santainya cowok itu mengatakan dihukum. Naiffa merasa tidak enak, karena cowok itu memberikan topi kepadanya.
"Tapi Bar ini kan topi lo."
"Gue gak pake dasi, percuma pake topi. Udah pasti dihukum."
Belum sempat Naiffa menjawab,suara peluit Pak Eko kembali berbunyi. Bahkan sekarang sudah berada di belakang mereka.
"BARA, NAIFFA! SEDANG APA KALIAN HAH? CEPAT KE LAPANGAN! KAMU BARA,TETAP DISINI!" teriak Pak Eko,membuat gadis itu terpaksa berlari ke lapangan meninggalkan Bara disana.
"Dimana atribut kamu Bara?!"tanya Pak Eko geram.
"Ketinggalan pak."
"Alasan kamu! Cepat ke lapangan, baris bersama teman-teman mu yang tidak memakai atribut!"suruh Pak Eko.
Dengan berat hati cowok itu melangkahkan kakinya ke lapangan. Tidak aneh lagi jika Bara berbaris di barisan siswa yang tidak memakai atribut lengkap. Pandangan biasa bagi guru-guru dan siswa lainnya.
|||||
Upacara bendera hari Senin baru saja selesai. Sebagian siswa sudah meninggalkan lapangan,sebagian diantaranya masih berada di lapangan,untuk sekedar bercengkrama dengan teman yang beda kelas.
Naiffa,matanya fokus melihat seorang cowok yang sedang mendapat teguran dari guru piket. Tentu saja Bara, entah apa yang ada dipikiran cowok itu,hingga dia mau memberikan topinya kepada Naiffa sampai rela dihukum.
"Fa, balik yuk. Bisa gosong nih muka kalo di sini terus," tutur Evva mengajak ke kelas.
Tidak ada jawaban. Karena gadis itu terlalu fokus melihat Bara.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA [COMPLETED]
Fiksi Remaja(SEGERA TERBIT) Albara Farren Zico, murid laki-laki dengan segudang masalah di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Bara? Si troublemaker SMA Garuda yang adem dipandang mata. Tidak suka aturan, sukanya bolos, galak dan barbar seperti namanya. Tolon...
![BARA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/165023707-64-k906735.jpg)