32] Jangan Sakit Fa

7.2K 349 24
                                        

Sudah dua hari setelah kejadian waktu itu. Naiffa tidak pernah terlihat di sekolah. Gadis itu jatuh sakit. Malvino sampai terkejut saat melihat Naiffa pulang dengan mata sembab dan basah kuyup karena kehujanan. Malvino yang takut adiknya bertambah sakit, membawakan makanan. Namun gadis itu hanya memakan dua atau tiga sendok lalu membiarkan makanannya begitu saja.

Cowok itu duduk di sisi kasur sambil memperhatikan Naiffa yang menyandarkan tubuhnya di kasur. Matanya menatap lurus kedepan, seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup. Benar-benar kacau!

"Kedokter aja yuk Fa. Gue khawatir sama lo,"ucap Malvino yang melihat wajah Naiffa masih pucat.

Tidak ada jawaban dari gadis itu.

"Apa perlu gue seret Bara kesini biar lo sembuh?"ucapan Malvino kali ini membuat Naiffa menoleh ke arahnya.

Naiffa tersenyum getir. "Apa setelah lo seret Bara kesini, dia bakal minta maaf sama gue?"

Malvino ingin mengatakan iya untuk membuat Naiffa semangat kembali. Tapi dia tidak bisa memastikan, karena Malvino tau sifat Bara seperti apa.

"Gue gak mau lo ribut sama dia bang. Gue emang sakit hati, tapi gue gak bisa buat benci Bara."

"Dia udah jahat sama lo!"seru Malvino penuh penekanan.

Gadis itu menggeleng cepat. "Bara gak salah. Hati gue yang bodoh, karena udah berharap lebih sama Bara."

Naiffa kembali diam. Membiarkan keadaan menjadi hening. Detik berikutnya dia merebahkan tubuhnya di kasur, menutupi seluruh badannya dengan selimut. Malvino mendengar jelas isak tangis Naiffa. Dia tidak bisa tinggal diam melihat ini. Malvino bangkit dan memutuskan pergi dari sana.

|||||

Di kelas 11 Ipa 4, Evva dan Amara terus menunggu kedatangan Naiffa. Sejak dua hari lalu tidak ada kabar tentang gadis itu. Membuat mereka khawatir dengan keadaan Naiffa sekarang. Saat dihubungi pun tetap sama. Tidak ada jawaban ataupun balasan dari Naiffa.

"Naiffa sekarang berangkat gak ya? Padahal bentar lagi masuk nih,"ucap Amara yang terus menunggu keberangkatan gadis itu.

"Kayanya dia gak masuk lagi deh,"sahut Evva.

"Jangan-jangan Naiffa sakit?"tebak Amara. "Kalo dia sampe dirawat di rumah sakit gimana?"ujar Amara cemas.

Evva melotot ke Amara. "Ucapan adalah doa! Gak boleh ngomong gitu,"omel Evva.

Evva melanjutkan ke dunianya sendiri, sedangkan Amara terus gusar sedari tadi sambil terus melihat ke arah pintu. Berharap Naiffa akan datang.

|||||

Keempat murid laki-laki itu berjalan bersisian, hingga memenuhi jalan. Membuat orang yang berlalu lalang harus sedikit bersabar dan memilih berjalan di belakang mereka. Dimas, Bara, Rian dan Oji.

Entah sejak kapan Dewi Fortuna berpihak kepada mereka. Sudah beberapa kali kelas mereka mendapati jam kosong. Benar-benar menyenangkan! Tujuan mereka sekarang adalah lapangan, bukan untuk berolahraga. Melainkan untuk sekedar duduk santai sembari melihat kelas lain yang berolahraga.

"Oh Riannn."

"Ya Ojiii."

"Oh Riannn."

"Ya Ojiii."

"Oh Riannn."

"YA ALLAH BUDEK LO?!"ujar Rian gondok.

"Sembarang aja!"protes Oji tidak terima.

BARA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang