Sepulang sekolah keempat cowok itu tidak langsung pulang. Tapi mereka justru pergi ke Coffee Shop langganan mereka. Suasana disana tidak terlalu ramai, sangat pas untuk nongkrong-nongkrong santai. Sambil menikmati pemandangan jalanan yang mulai ramai saat sore hari.
"Woy gue ada tebak-tebakan nih buat lo bertiga," ujar Oji.
"Gak minat," balas Bara membuat Oji memanyunkan bibirnya.
"Najis lo Ji! Gak ada yang mau nyium lo!" ketus Rian.
"Makanya dengerin gue dulu bego," ucap Oji.
"Kalo sampe gak masuk akal gue giles lo pake blender," sahut Dimas curiga kepada Oji.
"Serius nih dengerin baik-baik ya," Oji menarik napas lalu membuangnya. "Persahabatan apa yang mengubah olahraga?"
"Gak nyambung banget sih!" balas Rian.
"Emangnya apaan?" timpal Bara.
"Mau tau aja apa mau tau banget?" tanya Oji membuat ketiga cowok itu kesal.
"GAK MAU TAU!" jawab mereka kompak.
"Yaudah, jawabannya adalah... Persahabatan bagai kepompong, merubah gulat menjadi kungfu-kungfu," balas Oji bernyanyi dengan lirik yang diubah. Detik berikutnya tertawa keras, tanpa memperdulikan teman-temannya yang menatap aneh.
Bara, Dimas dan Rian saling tatap lalu menoleh pada Oji. "GAK JELAS LO SUMPAH!"
Oji malah tertawa semakin keras. Hal ini membuat beberapa pengunjung yang lain menatap ke arah mereka. Dengan cepat Bara menutupi wajahnya menggunakan daftar menu yang ada di meja. Sedangkan Dimas dan Rian? Mereka menggunakan kedua tangannya untuk menutupi wajah. Oji memang tidak tahu malu!
"APA LO LIAT-LIAT? IRI BILANG BOSS!" teriak Oji pada salah satu pengunjung yang sedang menatapnya.
"Sumpah gue pengin bunuh lo sekarang juga Ji!" tukas Dimas gondok.
"Nih bunuh aja. Abis ini lo pasti masuk penjara hahaha," balas Oji santai.
"Liat lo kaya gini gue jamin Evva nolak sebelum lo tembak," simpul Bara membuat Oji mendelik terkejut.
"Wahh lo doain gue Bar? Tega kamu yah! Selama ini gue selalu doain yang baik-baik buat lo. Gue nurut sama lo. Kurang apa gue? Kurang apa Bar?" ujar Oji tidak terima.
"Akhlak!" jawab Bara.
Semua langsung tergelak mendengarnya. Satu kata tapi pasti kebenarannya. Oji memang ganteng, anak orang terpandang, hidup serba kecukupan. Hanya satu yang belum Oji miliki. Akhlak!
"Singkat, padat dan jelas hahaha!" sahut Rian yang masih tertawa mengejek.
"Waduh damage nya nusuk empedu gak Ji?" canda Dimas.
"Gue aduin Engkong gue lo semua! Menistakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling seksi,"ujar Oji ngawur.
'Ting'
Suara dering notifikasi berasal dari ponsel Bara. Cowok itu mengabaikan ocehan Oji dan membuka isi pesan tersebut.
+6282240602xxx:
Namanya Naiffa kan? Cantik ya. Gedung tua deket sekolah lo sepi nih. Gue pinjem bentar boleh kali ya. Kenapa? Marah lo?
Arthur.
Mata Bara melebar saat melihat isi pesan itu. Rahangnya mengeras dan deru napasnya memburu. Wajahnya mulai memerah dan sorot matanya menjadi tajam.
Braakk
Rian yang sedang meminum kopinya menjadi tersedak akibat gebrakan keras yang Bara layangkan dimejanya. Dimas dan Oji yang sedang mabar mobile legend pun ikut terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA [COMPLETED]
Teenfikce(SEGERA TERBIT) Albara Farren Zico, murid laki-laki dengan segudang masalah di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Bara? Si troublemaker SMA Garuda yang adem dipandang mata. Tidak suka aturan, sukanya bolos, galak dan barbar seperti namanya. Tolon...
![BARA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/165023707-64-k906735.jpg)