"Senyumannya adalah kehidupan, matanya adalah kedamaian. Dia adalah satu yang mustahil dilupakan."
-Albara Farren Zico-
❌Mulmed : Guest Star SMA Garuda❌
------
Hari ini sekolah sedang mengadakan acara dengan mengundang salah satu grup musik yang dikenal oleh banyak orang.
Naiffa, matanya fokus mengamati setiap penjuru sekolah. Malam ini sekolahnya benar-benar disulap menjadi tempat yang begitu indah. Panggung tinggi yang berada di lapangan serta beberapa lampu yang menyorot menjadi pelengkap untuk konser malam ini.
"Jangan diliatin terus. Panggungnya gak bakal ilang kok," ucap seseorang tiba-tiba.
"Astaga Dimas!" Naiffa tersentak. "Bikin kaget aja," kata Naiffa mengelus dadanya.
"Lo dateng sendirian Fa?" tanya Dimas.
"Enggak," Naiffa menggeleng. "Gue sama bang Malvin, cuma dia udah ke ruang musik buat persiapan."
Dimas mengangguk dan ber'oh'ria mendengar jawaban Naiffa.
"Dia gak dateng Dim?" Kali ini Naiffa yang bertanya.
"Dia? Dia siapa nih? Rian? Oji? Atau siapa Fa?" ujar Dimas berpura-pura tidak tahu.
"Bara," kata Naiffa lirih seperti orang berbisik.
Dimas tertawa renyah karenanya. "Yaelah Fa tinggal sebut nama kenapa sih. Takut banget orang-orang pada denger. Jangan gedein gengsi ntar lo nyesel Fa."
"Dia tuh yang gengsian. Gue mah enggak," kata Naiffa dengan mengganti nama Bara menjadi 'Dia'.
"Kaya lo gak tau Bara aja. Dia kan bersahabat sama telat. Paling juga bentar lagi dateng," ucap Dimas.
"Woy pada ngomongin apaan nih? Ngomongin gue ya?" Oji datang dengan wajah percaya dirinya.
"Lo mau ngapain anjir?" tanya Dimas melihat penampilan Oji dari atas hingga bawah. Cowok itu mengenakan celana jeans hitam yang bagian lututnya sengaja dirobek, kacamata hitam, sepatu Vans, kaus kaki berlogo ayam jago merah.
"Mau moshing lah! Hari ini kan ada DJ juga Dim masa lo gak tau sih," kata Oji antusias.
"Akhlak aja belum bener mau gaya-gayaan moshing," cibir Dimas.
"Lah akhlak gua mah udah paling bener Dim," jawab Oji. "Gak percaya tanya aja nih sama Neng Iffa. Ya gak Fa?" Oji menyandarkan tangannya di bahu Naiffa.
"Lo jangan coba-coba racunin pikiran Naiffa buat ngehujat gue ya Dim," kata Oji lagi.
"Heh Ji kasian Naiffa tangan lo berat itu," Dimas menegur Oji.
"Eh sakit ya Fa? Sorry Fa sorry gue gak tau," ucap Oji mengusap-usap pundak Naiffa.
Naiffa tersenyum kikuk. Lalu dengan canggung melepaskan tangan Oji dari pundaknya. Oji mengerti maksud perlakuan Naiffa. Dengan segera cowok itu menurunkan tangannya. Jika Bara melihat bisa-bisa Bara langsung mengajaknya baku hantam detik ini juga.
"Emang cocok lu mainnya sama jamet Ji," ujar Rian datang dari belakang.
"Nyambung aja lu kaya hubungan," balas Oji asal. "Fa lo tau gak Evva dimana?" tanya Oji pada Naiffa.
"Ngapain lo nyariin dia?" timpal Dimas.
"Gue tanya Naiffa. Sewot banget dari tadi lo sama gue Dim. Ada masalah apa lo?" celoteh Oji kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA [COMPLETED]
Ficção Adolescente(SEGERA TERBIT) Albara Farren Zico, murid laki-laki dengan segudang masalah di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Bara? Si troublemaker SMA Garuda yang adem dipandang mata. Tidak suka aturan, sukanya bolos, galak dan barbar seperti namanya. Tolon...
![BARA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/165023707-64-k906735.jpg)