"Sakit Bar lepasin tangan aku!" Fio memberontak ketika Bara menarik tangannya menuju koridor lantai satu.
Beberapa menit setelah kejadian tadi, Bara langsung membawa Fio keluar dari kerumunan penonton konser. Terdengar banyak suara bisik-bisikan aneh dari beberapa orang yang melihat kejadian itu. Namun Naiffa tidak memperdulikannya. Gadis itu tetap berjalan mengekor di belakang Bara.
"Bar apa-apaan sih?" ujar Fio masih tidak mengerti kesalahannya. Mendengar ini membuat Bara berhenti dan melepaskan tangan Fio dengan kasar.
"Lo yang apaan!" sentak Bara. "Udah berapa kali gue bilang jangan berani sentuh Naiffa!" ujar Bara lagi, dari raut wajahnya terlihat tidak bersahabat.
"Aku pacar kamu Bar!" ucap Fio tidak terima.
"Pacar karena terpaksa," kata Bara. "Sadar Fi, selama ini gue gak pernah mau balikan sama lo."
"Awh-" Fio menarik paksa lengan Naiffa agar mendekat. Membuat Naiffa sedikit meringis sambil memegangi lengannya.
"APA KARENA CEWEK INI BAR?" teriak Fio di depan muka Bara. "Apa sih yang kamu liat dari dia? Cantik? Aku juga cantik. Sebelum kamu kenal dia, kita kenal udah lama Bar. Dulu aku yang selalu ada buat kamu. Tapi sekarang malah aku yang kamu buang gitu aja!" ujar Fio meluapkan semua amarahnya.
Tidak ada rasa iba ataupun simpati dari Bara. Cowok itu justru menatap Fio dengan pandangan tidak suka. Risih.
"Jangan buat gue semakin muak sama lo Fi," kata Bara menahan emosinya.
Fio mengeluarkan ponsel dari tas slingbag biru miliknya. Mengutak-atik mencari sesuatu, lalu menunjukkannya pada Bara.
"Harusnya kamu inget ini Bar. Apa setelah aku tunjukin ini ke Tante Merina, kamu masih mau milih Naiffa?" ujar Fio dengan nada sumbang.
Mata Bara membulat ketika melihat video yang ditujukan Fio. Pasalnya, di dalam video itu adalah dirinya dan Arthur yang sedang berkelahi hebat di gedung tua waktu itu. Bara yakin bukan Fio yang merekamnya. Karena waktu itu ada Oji juga yang menjaga Naiffa dan Fio. Lalu siapa?
"Dari mana lo dapet itu Fi?" ucap Bara dingin.
Naiffa yang berdiri diam di dekat Bara melihat apa yang Fio tunjukkan. Dalam diamnya Naiffa bisa menyimpulkan. Malam ini dia mengetahui alasan yang selalu disembunyikan Bara.
Fio tertawa hambar. "Kamu pikir waktu itu Arthur beneran nyekap aku? Jangan bodoh Bar. Kamu tau kakak kamu gimana. Itu semua rencana aku sama dia. Aku mau liat kamu lebih milih aku atau Naiffa. Tapi ternyata kamu lebih peduli sama cewek ini ketimbang aku!" kata Fio sambil melirik tajam pada Naiffa.
"Lo jebak gue pake video itu?" ucap Bara kasar.
"Aku gak nyangka kamu bisa sebodoh itu masuk perangkap Arthur," ujar Fio sambil terkekeh kosong.
"Bangsat. Mau lo apa sih Fi?" tanya Bara muak. Sangat muak.
"Kamu nanya apa mau aku? AKU CUMA MAU KAMU BAR. CUMA KAMU!" ujar Fio keras. Membuat Bara kembali menahan emosinya agar tidak melewati batasannya.
"Sekarang kamu pilih, kembali sama aku atau tetep sama dia?" ujar Fio menunjuk Naiffa menggunakan telunjuknya.
"Kali ini aku gak main-main sama ucapan aku Bar. Aku bakal kasih video ini dan semua foto-foto kelakuan busuk kamu ke Tante Merina," ancam Fio, dari suaranya terdengar serius.
Bara mengusap wajahnya kasar. Napasnya naik turun karena marah. Kedua tangannya sudah terkepal sejak tadi. Naiffa yang tahu Bara sangat emosi langsung memegang bahu Bara dari samping. Gadis itu bermaksud menenangkan Bara agar tidak berbuat kasar pada Fio.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA [COMPLETED]
Genç Kurgu(SEGERA TERBIT) Albara Farren Zico, murid laki-laki dengan segudang masalah di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Bara? Si troublemaker SMA Garuda yang adem dipandang mata. Tidak suka aturan, sukanya bolos, galak dan barbar seperti namanya. Tolon...
![BARA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/165023707-64-k906735.jpg)