Kalian tim readers lama atau readers baru nih?
Siap mengisi tiap paragraf dengan komentar kalian?🧡
Are you ready?
Happy reading guys!
Setelah berhasil kabur dari hukuman Pak Eko, Bara tidak langsung pergi menuju kelasnya. Cowok itu malah turun kembali ke lantai satu ketika Pak Eko sudah tidak ada di sana. Untuk apa? Tentu saja tujuannya adalah melipir ke kantin. Ngapelin Mbak Iyem!
Namun di tengah perjalanan Bara merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Bara sempat merasa was-was kalau yang mengikutinya itu adalah Pak Eko. Bisa gawat kalau ia diseret paksa ke lapangan. Akhirnya Bara memutuskan untuk berbelok ke arah kiri. Tepat saat ia berhenti melangkah di belokan koridor tiba-tiba seseorang menabrak punggungnya dengan keras.
"Awh," rintih seseorang dari belakangnya membuat Bara menoleh.
Saat itu juga Bara mendapati seorang perempuan dengan seragam sekolah yang berbeda dengan seragamnya. Logo yang ada di dasi perempuan itu juga berbeda dengan logo sekolahnya—SMA Garuda. Mungkinkah perempuan itu tidak berasal dari sini?
"Lo ngapain deprok di lantai?" tanya Bara serius.
Mendengarnya membuat perempuan itu mendongak dengan wajah masam. "Gue jatuh gara-gara lo, ya. Tolongin kek!"
Bara diam saja. Dia malah semakin menatap perempuan itu bingung. Ya, bingung. Biasanya perempuan lain yang akan marah kepadanya langsung luluh setelah melihat wajah tampan rupawannya. Tapi kali ini tidak.
"Kok bengong sih? Tolongin cepet!"
Bara semakin menatapnya tajam. Berusaha mengintimidasi perempuan itu agar merasa takut kepadanya. Kalau biasanya, perempuan mana pun yang ditatap seperti itu olehnya akan langsung menunduk dan ketakutan.
Tapi... kali ini tidak.
"Nggak usah liatin gue kaya gitu. Gue bukan tulang!" kata perempuan itu tak kalah sebalnya menatap Bara.
"Cepetan tolongin!"
Bara mendengus kasar. Dengan berat hati ia mengulurkan tangannya yang kemudian digenggam oleh perempuan itu untuk menahannya agar bisa berdiri. Setelah memastikan cewek nyolot ini sudah berdiri dengan sempurna, Bara bergegas untuk segera pergi dari sana. Namun, suara perempuan itu berhasil membuatnya berhenti.
"Anterin gue ke ruang kepsek."
Seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar Bara mengerjapkan matanya berkali-kali. Benar-benar perempuan ini, sudah dikasih hati malah minta jantung! Syukur-syukur Bara mau nolongin dia, lah ini malah ngelunjak minta dianterin.
Selang beberapa detik, Bara berbalik badan menghadap perempuan itu. Ia kembali menghampiri dan membaca name tag yang ada di seragam sekolahnya.
Naiffa Claretta.
Plak!
Pukulan keras itu mendarat sempurna di kepala Bara membuatnya langsung meringis kesakitan. "Kenapa lo mukul gue?" cerca Bara yang masih memegangi bekas pukulan itu dengan tangannya.
"Mata lo liatin apa tadi?!"
Wajah yang tadinya menahan kesal kali ini berganti menjadi menahan tawa. Dan seketika, tawa Bara pecah begitu saja.
"Pikiran lo nggak usah traveling kemana-mana. Gue cuma liat name tag lo, Naiffa," ungkap Bara membuat kedua pipi Naiffa bersemu merah.
Iya, malu!
"Yaudah ayo anterin gue," kata Naiffa mencoba bersikap biasa saja.
Bara terdiam sebentar. Perempuan seperti ini memang harus diberi pelajaran. Seenaknya saja memerintah Bara seperti itu. Memangnya dia siapa?
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA [COMPLETED]
Teen Fiction(SEGERA TERBIT) Albara Farren Zico, murid laki-laki dengan segudang masalah di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Bara? Si troublemaker SMA Garuda yang adem dipandang mata. Tidak suka aturan, sukanya bolos, galak dan barbar seperti namanya. Tolon...
![BARA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/165023707-64-k906735.jpg)