Tim Gercep Mana Suaranya Nih?
Siap Mengisi Setiap Paragraf Dengan Komentar?
Are You Ready?🔥
Happy Reading!!
“Untuk pertama kalinya aku merasa sendiri di tengah keramaian. Seperti ada sunyi di tengah kebisingan. Rasanya begitu sesak.” — Naiffa Claretta
Naiffa masuk ke dalam kelasnya. Pandangan yang sama seperti dua hari yang lalu. Evva, tidak ingin melihatnya dan dia juga pindah tempat duduk di belakang. Sudah dua hari juga Naiffa duduk sendirian. Naiffa melirik sekilas ke arah teman-temannya, banyak dari mereka yang sudah tahu apa yang terjadi antara dia dan Evva.
“Pagi Evva,” sapa Naiffa saat melihat Evva sedang menghapus papan tulis.
Tidak ada respons apapun dari Evva. Menoleh pun tidak. Dia terus menghapus tulisan bekas pelajaran kemarin. Seperti biasanya, Naiffa hanya tersenyum saat Evva tidak membalasnya.
“Evva udah selesai tugas biologi? Kalo belum gue udah kok, siapa tau lo mau liat,” ujar Naiffa.
Evva masih mengabaikannya.
“Nanti ke kantin bareng mau gak Va?” Orang yang ditanya masih saja diam. Tidak memberikan reaksi sama sekali.
“Gue mau kita tetep satu bangku kaya dulu Va,” ujar Naiffa dan pada saat itu juga Evva membanting penghapusnya ke meja guru. Tidak keras, namun cukup membuat Naiffa terlonjak kaget.
Naiffa tersenyum saat Evva berbalik menatapnya. Namun senyumnya memudar, saat Evva menatapnya dengan sorot mata tidak suka.
“Gak usah sok peduli!” ujar Evva lalu cewek itu berjalan melewati Naiffa tanpa mengatakan apapun lagi.
Naiffa menghela berat.
Sejak kemarin dia berusaha membujuk Evva tapi hasilnya nihil. Berkali-kali Naiffa mengatakan kalau dia tidak lagi mempermasalahkan kejadian waktu itu. Tapi sekarang Evva malah semakin tidak mau melihatnya.
Naiffa berjalan lemah ke bangkunya. Kemudian melipat kedua tangannya di atas meja lalu menenggelamkan wajahnya di sana.
Amara yang sedari tadi berdiri di ambang pintu melihat semuanya. Ia langsung mendekati Naiffa yang sudah terduduk lemah di kursinya. Dia sengaja tidak masuk dulu ke dalam karena membiarkan Naiffa untuk berbicara lagi dengan Evva.
“Mulai hari ini gue duduk sama lo,” ujar Amara tahu-tahu sudah duduk di sebelahnya.
“Eh... Ra?” Naiffa sedikit terkejut mendengar ucapan Amara.
“Iya. Mulai hari ini gue sebangku sama lo,” ulang Amara.
“Kalo lo di sini Jeje gimana?”
“Tenang aja. Dia malah nyuruh gue buat nemenin lo,” jelas Amara. Naiffa bingung harus menjawab apa.
“Tapi Evva lebih butuh lo Ra.”
Amara berdecak pelan.
“Evva masih punya temen-temen yang lain. Sementara lo? Bahkan sekarang lo tau selama ini mereka semua cuma fake. Setelah tau gosip itu mereka langsung jauhin lo kan? Dan gue bener-bener gak habis pikir tau gak sama mereka,” ujar Amara menjadi kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA [COMPLETED]
Teen Fiction(SEGERA TERBIT) Albara Farren Zico, murid laki-laki dengan segudang masalah di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Bara? Si troublemaker SMA Garuda yang adem dipandang mata. Tidak suka aturan, sukanya bolos, galak dan barbar seperti namanya. Tolon...
![BARA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/165023707-64-k906735.jpg)