Siapa Yang Kangen?
Siap Mengisi Setiap Paragraf Dengan Komentar??
Ready?🔥
Happy Reading!!
"Berat banget, begitu perih dan menyakitkan. Melepaskan dan mengakhiri semua yang masih baik-baik saja." —Albara Farren Zico
Sejak tadi, awan mendung tampak membingkai di langit SMA Garuda. Bukannya bersungut akibat cuaca yang tidak bersahabat, Bara malah senang ada angin-angin kecil yang menyapa tubuhnya. Bara merasa hatinya sudah cukup hangat setelah mendapatkan senyuman manis dari seseorang yang ia temui di parkiran.
"Senyum terosss," ujar Rian.
"Nyengir terus sampe mampus," sahut Oji.
"Sejak kapan ya Bara jadi gila kaya gini?" tanya Rian sedikit mengejek.
"Sejak temenan sama lo," ujar Dimas enteng.
Oji tertawa keras-keras. "Kurang ajar lo Dim. Ngomongnya sih santai. Tapi damagenya bukan main," ujarnya pada Dimas.
"Jangan rusak mood gue," ujar Bara.
"Mentang-mentang abis disenyumin sama Neng Iffa. Jadi gini nih, cengar-cengir sendiri," cibir Oji.
Keempat cowok itu sedang berjalan bersisian di koridor. Membuat beberapa orang terpaksa menyingkir karena Bara dan teman-temannya memenuhi jalan. Mereka tidak janjian untuk berangkat bareng. Tapi mereka memang bertemu saat di parkiran.
"Iri bilang sahabat," ujar Rian.
"Lo apain Naiffa Bar?" tanya Dimas membuat Bara langsung menoleh.
"Maksud lo apa?"
"Lo apain Naiffa sampe dia bisa senyum lagi kaya tadi?" ujar Dimas kali ini lebih jelas.
"Tolol bikin kaget," umpat Oji.
"Brengsek Dimas," timpal Rian.
"Gak gue apa-apain," balas Bara singkat.
"Tapi apapun itu gue gak peduli. Liat Naiffa senyum lagi aja gue udah seneng banget. Kan lumayan tuh pagi-pagi dapet asupan nutrisi," ujar Oji bersemangat.
"Ngomong gitu lagi gue bunuh lo Ji," ancam Bara.
Oji tertawa karenanya. "Ampun kang bucin. Becanda Oji mah," ujarnya.
"Gue ngerasa kalah bucin sama lo Bar," ujar Rian.
"Lo emang gak sebucin Bara, Yan. Masih kalah jauh lo mah," ledek Oji. "Ayo sini masuk padepokan gue aja. Padepokan perbucinan," lanjut Oji tertawa.
"Ogah!" tolak Rian mentah-mentah.
"Yaudah gue juga gak butuh murid kaya lo. Bisa-bisa gue darah tinggi ngurusin murid macam kau ini," cibir Oji.
"Lo mau sekolah apa mau bucin sih Ji?" tanya Dimas geram.
"Mampus!"
"Rasain lo."
"Sukurin."
"Sikat Dim!"
Suara sahut-sahutan dari Bara dan Rian membuat Oji mencibir tanpa suara. Di sebelahnya saat ini ada Dimas yang sudah menatapnya jengah.
"Ya sekolah lah pake nanya lagi," balas Oji. "Gue kan mau jadi presiden," ujar Oji dengan bangganya.
"Presiden Tik Tok maksud lo?" ujar Dimas membuat Oji tercengir lebar.
"Bentar lagi kita kelas dua belas. Kurang-kurangin main. Jangan keseringan begadang. Katanya mau sukses," ujar Dimas mengingatkan teman-temannya.
"Meskipun kita sering bikin masalah di sekolah. Tapi kita harus buktiin, kalo kita juga bisa sukses kaya mereka yang notabene nya anak baik-baik," tambah Dimas.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA [COMPLETED]
Teen Fiction(SEGERA TERBIT) Albara Farren Zico, murid laki-laki dengan segudang masalah di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Bara? Si troublemaker SMA Garuda yang adem dipandang mata. Tidak suka aturan, sukanya bolos, galak dan barbar seperti namanya. Tolon...
![BARA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/165023707-64-k906735.jpg)