Naiffa tidak pernah menduga bahwa sepagi ini harus bertemu dengan Fio. Awalnya gadis itu bersikap cuek dengan berpura-pura tidak melihatnya. Tetapi Naiffa terpaksa harus berhenti, karena cewek itu menghadang jalannya.
"Jadi lo yang udah buat Bara sama Juna berantem?" ucap Fio dengan suara sumbang.
"Pergi ke dukun mana sih lo? Sampe dibelain sama mereka berdua?" ucapnya lagi. "Caper banget jadi cewek!"
"Masih pagi Fi, gak usah cari ribut. Ini disekolah," balas Naiffa memperingati.
"Kenapa? Takut lo sama gue? Udah deh, gak usah ngarep lagi sama Bara," kata Fio. "Dia udah balikan sama gue. Dan lo gak usah buat Juna sama Bara berantem lagi!" ujar Fio.
"Bukan urusan lo Fi," ujarnya membuat Fio mendelik tajam.
"Jelas urusan gue lah! Mereka itu teman gue sejak SMP. Dan karena lo mereka berdua jadi berantem,"
"Gue sama Bara udah balikan, kalo lo lupa! Jadi gak usah ngarep apapun. Mending lo nyerah aja," ujarnya lagi penuh penekanan.
"Oh iya? Jadi kalian berdua udah balikan?" ujar Naiffa pura-pura tidak tahu. "Tapi yang gue liat Bara biasa aja tuh. Gak ada rasa bahagia sama sekali. Atau kalian balikan karena terpaksa?" ucap Naiffa tenang, namun begitu menusuk.
"Waktu di diskotik Bara malah anterin gue pulang. Padahal disitu juga ada lo kan? Jadi lo itu cuma pacar yang gak dianggap dong?" ucap Naiffa. Kali ini benar-benar membuat leher Fio tercekat. Fio terdiam seribu bahasa.
"Mau gue berhenti ngejar Bara atau enggak, itu bukan urusan lo. Dan sampai kapanpun lo gak akan bisa dapetin hatinya dia," ujar Naiffa.
Fio yang berniat menyudutkan Naiffa tapi justru dirinya yang tersudutkan sekarang. Fio tidak mengerti kenapa Naiffa menjadi berani melawannya terang-terangan.
"Oke kita buktiin aja. Jangan nyesel ya kalo Bara lebih milih gue daripada lo," kata Fio. Cewek dengan rambut panjang itu pergi meninggalkan Naiffa yang berdiri di depan kelasnya.
Jika kalian berpikir Naiffa akan mundur. Kalian salah. Justru sekarang Naiffa akan mengikuti permainan ini. Melihat sampai mana Fio bertahan bersama Bara. Naiffa itu pintar. Dia juga perasa, jadi ia bisa merasakan keanehan diantara Bara dan Fio.
|||||
Naiffa berjalan menyusuri koridor menuju toilet. Saat dia akan berbelok menuju toilet seseorang menarik tangannya dan membawanya ke pojokan dekat gudang. Naiffa bisa melihat jelas kemarahan yang terpancar dari raut wajah laki-laki itu. Tangannya yang terkepal mengurung Naiffa dalam kurungannya.
Dari kemarin Naiffa baru bertemu lagi dengan orang yang ada dihadapannya. Naiffa sudah tahu jika perbuatannya akan membuat Malvino sangat marah.
"Baru sehari gue tinggalin lo sendiri di rumah, lo udah mabuk!" ucap Malvino marah.
"Maaf bang," balas Naiffa menunduk.
Malvino mengangkat dagu Naiffa. "Gue cuma gak mau terjadi sesuatu sama lo. Diskotik bukan tempat yang baik buat lo, dek!" ujar Malvino. Tetapi gadis itu semakin menunduk takut. Membuat Malvino mengangkat dagunya lagi agar Naiffa menatapnya. Jika Malvino sudah memanggilnya 'dek' pasti dia sedang serius kepadanya.
"Jangan nunduk. Lihat gue!" ucap Malvino. "Siapa yang udah bawa lo kesana?" tanyanya. Malvino menunggu jawaban dari Naiffa. Tapi gadis itu masih diam.
"Bara? Atau Juna?" tebak Malvino dingin.
Naiffa menggeleng tegas. "Bukan. Ini bukan salah mereka bang. Justru Bara udah anterin gue pulang. Dan Juna? Dia gak salah. Gue sendiri yang minta ikut ke diskotik bang!"
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA [COMPLETED]
Fiksi Remaja(SEGERA TERBIT) Albara Farren Zico, murid laki-laki dengan segudang masalah di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Bara? Si troublemaker SMA Garuda yang adem dipandang mata. Tidak suka aturan, sukanya bolos, galak dan barbar seperti namanya. Tolon...
![BARA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/165023707-64-k906735.jpg)