Adit, Dimas dan Gading yang berada di dalam langsung keluar saat mendengar suara keras Fio. Mereka sudah menduga hal ini akan terjadi. Mengingat Fio yang sangat membenci Naiffa.
"GILA, GILA, GILA! REALITY SHOW MULAI NIH," ujar Oji menggebu-gebu dari teras rumah Gading.
"WOHOOO ANJIR BUKAN MAIN," ujar Rian mengikuti Oji.
"Si Fio bacot banget sih," ujar Adit kesal melihat Fio.
"Tuh cewek emang udah gak waras Dit," sahut Oji.
Naiffa berdiri tepat di hadapan Fio. Lalu Naiffa menatap Fio dengan malas. "Yang minta pacar lo, bukan gue," katanya.
"Gak usah bohong deh! Pasti lo kan yang keganjenan minta dipeluk sama Bara?" ujar Fio tidak percaya.
"Tanya aja sama pacar lo kalo gak percaya," balas Naiffa berusaha untuk tenang.
Fio menatap Bara untuk meminta penjelasan. "Bar!" Fio tidak terima, namun Bara justru diam saja dan memalingkan wajahnya dari Fio. Cowok itu sama sekali tidak terlihat membelanya.
"Kamu pacar aku Bar! Yang harusnya kamu peluk itu aku! Bukan cewek ini!"
"Peluk Neng Iffa aja Bar biar seru!" tawa Oji meledak di seberang sana.
"Jangan peluk kejahatan Bar dosa tau peluk Naiffa aja ayo!" ujar Gading pada Bara.
"Lo jahat Fi ngapain gue peluk," ujar Bara menuruti kata teman-temannya.
Fio membulatkan matanya. Cewek itu menatap Bara kesal. Mereka sama sekali tidak membelanya.
"Kenapa Fi?" tanya Naiffa. "Sakit kan diginiin terus? Kapan lo mau sadar Fi? Enggak capek jadi bahan olokan mereka?" tanya Naiffa pada Fio.
"Apa sih kok lo yang sewot? Penting sekarang Bara itu pacar gue," ujar Fio di depan Naiffa dan Bara. "Lo iri kan gak bisa jadi pacarnya Bara?"
Naiffa mengerutkan keningnya. Gadis itu berhadapan dengan Fio. "Iri sama lo? Justru yang harusnya iri itu elo Fi. Karena Bara memperlakukan gue layaknya seorang pacar. Sementara ke lo? Lo yang pacarnya pernah gak diperlakukan manis sama dia? Enggak kan!" sentak Naiffa sangat menusuk hati Fio.
"Jangan pikir selama ini gue gak tau Fi. Lo pikir lo bisa bodoh-bodohin gue?" tanya Naiffa pada Fio.
"Cewek pinter mah gak bisa dibodohin bro! Lo salah cari lawan!" seru Rian.
"Emang yang pinter siapa Yan?" tanya Adit pada Rian.
"NAIFFA LAH SIAPA LAGI!" teriak Rian memanas-manasi.
"Lo denger kan Fi? Gak perlu gue ulang kan?" tanya Naiffa.
Fio ingin menampar Naiffa namun dengan cepat Bara mencekal pergelangan tangannya. Sorot mata cowok itu menunjukkan kemarahan. Membuat Fio menjadi ciut nyali.
"Sedikit aja lo sentuh Naiffa gue gak akan ampuni lo Fi. Gak peduli meskipun lo cewek," ancam Bara terdengar serius.
Fio mendelik tidak terima. "Bar! Kamu itu pacar aku!"
"Iya pacar yang kepaksa kan?" sahut Dimas. "Kodratnya cewek itu dikejar, bukan malah ngejar-ngejar cowok yang udah jelas gak suka sama lo. Lo gak capek Fi?" tanya Dimas, sudah dari lama dia ingin bertanya seperti ini.
"Dimas? Lo kan temen gue sejak SMP. Harusnya lo dukung gue bukan Naiffa!" ujar Fio.
"Itu kalo lo masih seperti Fio yang dulu," jawab Dimas. "Sekarang hati lo penuh kebencian. Lo jadi egois dan selalu ingin menang sendiri."
"Udah Dim gak usah diladenin," Oji datang menarik Dimas. Merangkul pundaknya. "Good boy sekolah gak perlu buang tenaga ngurusin cewek kaya gini. Percuma gak bakal mempan," ujar Oji lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA [COMPLETED]
Teen Fiction(SEGERA TERBIT) Albara Farren Zico, murid laki-laki dengan segudang masalah di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Bara? Si troublemaker SMA Garuda yang adem dipandang mata. Tidak suka aturan, sukanya bolos, galak dan barbar seperti namanya. Tolon...
![BARA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/165023707-64-k906735.jpg)