17.| Teman.

447 34 10
                                        

°° membantengi diri sebelum terjatuh terlalu dalam nantinya °°

______
___________________

***

Ketiga sahabatnya tengah menatap kearahnya dan berjalan mendekat namun belum menyadari jika dinda tidak sendirian.

Dinda tersenyum kikuk mendapati teman teman dinda yang sungguh memalukan karna beberapa pasang mata mengarah melihat dinda , dirasa ni kafe hutan kali teriak sembarangan batin dinda kesal.

Rizky yang melihatnya menaikkan sebelah alisnya, siapa mereka ?? Batin rizky melihat kearah tiga orang kini sudah berada disampingnya.

Melihat kebingungan diwajah rizky dinda segera bersuara " ehm ky kenalin ini sahabat gue, sorry kalau gak kasih tau loe dulu " ucap dinda datar.

Kini ketiga sahabatnya mengarahkan pandanganya pada sosok yang berada tepat disampinya, mereka cengo seketika.

" pangeranku " celetuk billa asal seraya menatap rizky damba.

Rizky tersenyum terpaksa menanggapi sahabat dinda, jika tidak ada dinda mungkin rizky enggan menanggapi orang gak penting seperti mereka.

" eh gue billa " ucap billa seraya mengulurkan tanganya, tanpa ragu rizky membalas " gue rizky "

Namun beberapa detik berikutnya billa enggan melepaskan genggaman tanganya hingga tangan dinda menepis kasar tangan tasya yang masih melekat sempurna di tangan rizky.

" jangan malu maluin gue bill " cicit dinda geram.

Setelah mereka berkenalan merekapun duduk. Beberapa saat kemudian teman teman dinda kembali pada sifat asli mereka, mereka asik ngombrol sesekali bercanda, candaan yang dilontar kan mereka membuat dinda ikut tertawa dan itu menjadikan dinda terlihat semakin manis karna jika dinda tertawa otomatis matanya menyipit seolah terpejam, seakan tak menyadari jika ada satu sosok manusia yang tengah menatapnya. Ternyata sijudes bisa senyum juga batin nya.

ehemM milka berdehem pelan " eh loe apanya dinda ky, kok bisa ketemu disini "

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ehemM milka berdehem pelan " eh loe apanya dinda ky, kok bisa ketemu disini " .

Seketika tawa dinda terhenti dan menatap kerah milka dan rizky bergantian begitupun kedua sahabatnya " apaan sih mil, gue mau ngembaliin jaket rizky aja " kemudian dinda mengangkat paperbag yang berada diatas meja " nihh ".

Tasya makin bergelak " wah wah belom apa apa udah dipinjemin jaket, besok besok dipinjemin hati kali ya-- Eh nggak ding, dikasih ajalah "

" iya kalau dianya mau "

Rizkypun ikut larut dalam candaan yang tasya lontarkan.

Tasyapun menyenggol lengan dinda yang berada disampingnya.
" wahh lampu hijau din "

Dendam & Cinta ( Completed )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang