30.| Dinda sakit.

528 31 100
                                        

°° Jika darah lebih pekat dari pada air, maka suatu aliran darah lebih peka dengan rasa daripada guyuran air yang harus menamparnya °°

____
__________________

***

Suara dentingan dari jam dinding yang menghiasi ruangan sepi itu, marcell yang awalnya mendekap tubuh adiknya itu terkesiap kaget bahkan mata yang tadinya tertutup rapat kini terbuka sempurna ketika tiba tiba saja dinda menggeliat, namun bukan itu yang membuat marcell terkejut tapi lengannya yang tanpa sengaja bersentuhan dengan dahi dinda yang terasa sangat panas, perlahan marcell bangun dan menajamkan matanya.

" ya Tuhan cell wajah kamu pucat " pekik marcell dengan ekspresi terkejut dan juga cemas bersamaan, namun hal itu tak membuat dinda bangun, tubuhnya semakin terlihat menggigil dengan bibirnya yang sedikit bergetar.

Hal itu malah menambah marcell bertambah khawatir dia jadi teringat mimpinya semalam.

Tiba tiba saja marcell berada tempat yang begitu cerah, namun dipenuhi tebalnya kabut berwarna putih melingkupinya, marcell terus saja berputar mencari jalan keluar hingga marcell melihat dua sosok membuatnya membeku dan terdiam ditempat, kedua baruh baya yang memakai baju putih bersih yang kontras dengan warna kabut itu, orang yang amat dirindukannya berada didepanya meskipun jarak yang cukup jauh matanya masih jelas melihat dua sosok itu.

" mama, papa " gumam marcell pelan.

Kedua orang itu tersenyum, marcellpun ikut tersenyum sembari berlari dan memeluk dua orang yang sangat disayanginya itu, setelah cukup lama berpelukan marcell melerai pelukanya dan menatap dalam dua orang tuanya yang terlihat semakin cantik dan tampan dengan sinar cahaya yang melingkupi tubuh keduanya.

Mamanya menangkup wajah marcell " jagain adik kamu sayang, meskipun sering bandel jangan bosan dengan tugasmu itu "

" sebelum mama menyuruh abang, abang udah jagain acell kok ma "

Mamanya hanya tersenyum, begitupun papanya " tapi ingat sayang !! menjaga bukan hanya dari fisik bang, tapi juga dari hati "

Marcell mengerutkan dahinya, tak mengerti magsud mamanya " menjaga acell dari hati magsud mama?? "

" suatu saat kamu pasti akan mengerti sayang, sekarang mama dan papa mau abang jadi abang yang baik untuk acell, jaga dia. karna dibalik sikap manja adikmu itu sesungguhnya adikmu itu lebih dewasa darimu, adikmu pandai menyimpan luka yang terkadang kamu sendiri tidak menyadarinya "

" kalian ibarat nafas dan udara, kamu membutuhkan udara untuk bernafas bang, jadi jaga udaramu agar selalu bisa abang selalu bisa bernafas dan menghadapi dunia bersama sama sayang, papa yakin kalian bisa, selalu bersama"

Sebelum marcell kembali bersuara papanya menyambar ucapan mama, membuatnya menoleh kearah sang papa.

" tapi pa, abang dan adek masih butuh kalian, kenapa kalian ninggalin kita lebih dulu " ujar marcell tak terima.

Keduanya tersenyum dan mengusap air mata marcell yang sudah keluar " Tuhan punya cara tersendiri untuk mengatur kehidupan sayang, mama dan papa gak pernah ninggalin abang dan adek, kita selalu bersama abang dan adek, selalu ada, tapi disini " telunjuk sang mama mengarah pada dada sebelah kiri marcell. " dan hal itu akan membuat tali persaudaraan kalian semakin erat, acell sekarang telah menjelma menjadi kupu kupu yang ingin terbang menikmati indahnya bunga yang menuntunya untuk disinggahi, jadi abang jangan terlalu mengekangnya karna dia juga butuh seseorang untuk mengisi hatinya nantinya, jadi cukup menjaga jangan sampai acell salah jalan, dan tuntun dia hingga dia menjadi gadis yang membanggakan abang nantinya "

Dendam & Cinta ( Completed )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang