20.| bunda cium ayah.

458 33 28
                                        

°° mutiara masih berkilau indah walaupun terkubur didasar laut sekalipun °°

____
_______________

***
Dinda dan ketiga sahabatnya tengah makan dikantin, sesekali dinda celingak celinguk seperti tengah menanti seseorang.

" loe kenapa sih din, cari siapa, kayak nunggu seseorang " celetuk billa yang dari tadi melihat sahabatnya sesekali mengadarkan pandanganya kesegala arah seperti mencari seseorang. sedangkan kedua sahabatnya kini tengah memesan makanan untuknya.

" itu bill, bang marcell belum istirahat ya??"

" belum, paling bentar lagi, emang kenapa sihh, udah kangen gitu ?? "

Dinda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " em gak papa sih, cuma mau ngasih tau aja, kalau nanti pulang sekolah langsung dijemput sama kak revan "

" owh " billa menganggukkan kepala " eh tapi mengingat tentang kak revan, ternyata orangnya baik ternyata ya din, meskipun agak tengil gayanya "

Tiba tiba billa teringat pertemuannya tadi pagi bersama revan.

Flashback.

" karna loe udah nabrak gue, jadi gue bisa ketemu sama dinda "

'Apa dia bilang, dia ketabrak malah bilang terima kasih???' Batin billa, kemudian kembali menatap wajah tampan revan yang masih menampilkan senyum manisnya.

Revanpun turun dari motornya dan berjalan melewati dinda, menghampiri ketiga sahabatnya, revanpun mengulurkan tanganya pada billa " gue revan " ucap revan dengan gaya slengeanya.

Billa terdiam sesaat, melihat revan sedekat ini membuat jiwa centilnya ingin keluar, apalagi senyum yang masih melekat diwajahnya menambah sempurna lekuk wajah tampan terpatri sempurna, namun billa mencoba menahanya, kemudian membalas uluran tangan revan dengan memberikan sedikit senyuman " gue billa, oh ya, sorry ya udah nabrak loe " balas billa dengan sedikit canggung mengingat dia adalah orang yang dulu ditabraknya.

" iya gak papa kok, santai cuma luka kecil, ini juga udah sembuh berkat suster cantik " saut revan seraya melirik dinda yang sudah ada disebelahnya. Sedangkan dinda hanya memutar bola matanya malas ' gue aja gak ngapa ngapain, ya kali bikin dia sembuh '.

Revan beralih, memperkenalkan diri pada tasya dan juga milka mereka pun menyambutnya dengan ramah.

Revan beralih menatap dinda yang sedang memainkan kukunya mengusir rasa bosan " din, loe nanti kalau pulang gue jemput ya "

Dinda mendongak " tapi ---"

" gak ada pelolakan okey " potong revan cepat.

Dinda hanya mendengus kesal, kemudian mengangguk samar, sedangkan ketiga sahabatnya menatapnya dengan sebelah alis terangkat.

Revan kembali melihat ketiga sahabat dinda " kalian tolong jagain dinda ya, jangan biarkan jiwa judesnya keluar lagi, soalnya susah jinakinnya "

Melihat revan ternyata orang yang baik dan bukan seperti yang mereka kira saat pertama kali bertemu membuat mereka bernafas lega, apalagi melihat revan yang memang terlihat friendly.

Dendam & Cinta ( Completed )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang