°° belajarlah menjadi dewasa, jika kamu tidak berhasil mendapatkan hatinya, setidaknya kamu bisa menjadi teman baiknya °°
____
________________
***
Setelah cukup lama menunggu dinda ditoilet cewek, hingga beberapa kali digoda cewek cewek genit yang kebetulan lewat, akhirnya yang ditunggu muncul juga, namun ada yang membuatnya heran, kaos dinda yang dibalut jaket levis yang dibiarkan terbuka itu seperti basah.
Dinda yang baru saja keluar dikejutkan oleh kehadiran revan yang tengah memandangnya intens, dindapun ikut melihat kearah yang revan lihat lalu beralih menatap revan yang masih mempertahankan kerutan dikeningnya.
" oh ini, tadi ketumpahan ice cream anak kecil kak, jadi gue bersihin dulu, maaf ya kalau lama " ujar dinda merasa tak enak pada revan hingga membuatnya khawatir.
Perlahan kerutan dikening revan menghilang tergantikan dengan senyuman yang membuat hati dinda menghangat, mungkin dinda akan merindukan sosok revan yang selalu membuatnya jengkel juga membuatnya tersenyum.
" kita cari makan yuk, loe laper gak?? " ujar revan setelah mereka berjalan beberapa langkah.
" gak laper, kalau kakak laper biar gue temenin aja "
" ah nggak ah, gue kan nawarin loe, kalau gitu mau apa, ??"
Dinda berhenti melangkah lalu berpikir sejenak, ingatanya kembali pada anak kecil yang membawa ice cream yang tadinya ditumpahkan dibajunya, apalagi itu ice cream kesukaan dinda dengan rasa coklat vanila, tanpa sadar dinda menjilat bibir bawahnya hanya dengan membayangkan saja.
" bagaimana kalau kita makan ice cream kak "
Revan yang awalnya heran dengan tingkah dinda seketika menarik ujung bibirnya geli, apalagi ketika dinda menjilat bibir berwarna peachnya itu sendiri membuat Omesnya keluar seketika, revanpun menggelengkan kepala mengusir pikiran mesumnya. Meskipun revan sering pacaran tapi dia tidak pernah meminta ciuman lebih dulu, karna perempuanyalah yang lebih dulu memulai, jadi sebagai laki laki normal dia hanya menikmati apa yang diberikan untuknya kan??.
Dinda menyeryit " kakak nggak mau ya, makan ice cream??" celetuk dinda ketika melihat revan menggelengkan kepalanya.
Seketika revan dibuat gelagapan karna ucapan dinda, apalagi jika dia tau revan tengah memikirkan yang tidak tidak kalau dinda tau bisa lebam lebam seluruh tubuh revan kerna cubitan mautnya " eh boleh kok, mau beli berapa,sekalian kedainya aja gue beliin kalau loe mau "
Dinda terkekeh " udah ayok jangan bercanda " tanpa sadar dinda menarik tangan revan agar segera mengikutinya.
Diam diam revan menerbitkan senyumanya, seolah mendapat celah untuk mendapatkan hatinya, namun untuk saat ini dia tak ingin kembali mempertanyakan isi hati dinda. Karna kebersamaannya untuk malam ini cukup untuk menjadi kenangan saat kembali kebandung.
Setelah cukup lama berjalan kaki merekapun sampai dikedai ice cream yang cukup besar, lalu mencari tempat kosong untuk mereka duduk.
" pesen ice cream rasa apa din?? "
" coklat vanila kak "
KAMU SEDANG MEMBACA
Dendam & Cinta ( Completed )
Novela JuvenilDendam masa lalu yang tak pernah terbalaskan membuat rizky terjebak pada ambisinya itu sendiri, setelah memutuskan membalaskan dendamnya melalui adik dari musuhnya, justru berakhir menimbulkan rasa aneh yang selalu disangkalnya, hingga membuatnya di...
