°° terselip kerinduan diantara sebuah jarak °°
____
_________________
**
Dengan langkah gontai dinda menuju kelasnya, ternyata para sahabatnya belum pergi kekantin, mereka merasa cemas akan keadaan dinda.
" loe gak papa din " tanya billa seraya merangkul tangan dinda.
Merasa khawatir melihat keadaan dinda, billa pun mengajaknya duduk " loe kenapa din "
Dinda hanya menggeleng, ntah mengapa kepalanya jadi pusing, pasti setiap kakaknya kenapa-napa dinda selalu merasakannya, dulu saat lengan kakaknya terluka, dinda juga merasakan nyeri bagian lengannya, dan ntah kenapa dinda juga gak tau, juga saat luka diperut bagian kanan marcell terluka dinda juga merasa sakit. Meskipun bukan saudara kembar, dinda dan marcell seperti punya ikatan batin yang begitu kuat.
Kini dinda semakin cemas akan keadaan marcell.
Melihat raut wajah dinda yang terlihat pucat mereka pikir dinda belum sarapan. " din gue beliin minuman ya, atau loe mau gue beliin makan " tawar tasya yang hanya dibalas dinda dengan gelengan kepala.
Ntah kenapa kepala dinda semakin pusing, padahal tadi pagi sudah sarapan sama marcell,
" gue anter ke UKS aja ya din "
Dinda diam, mungkin memang dia butuh istirahat sebentar, untuk menghilangkan rasa sakitnya. Melihat dinda diam, teman-temannya pun segera menuntunya ke UKS untuk istirahat.
Istirahatpun berlalu, sahabat dinda sengaja menjaga dinda sampai dinda bener-bener sembuh.
Dinda yang melihat raut khawatir teman-temanya pun merasa bersalah, apalagi mereka menunda makan dikantin untuknya, ah tidak menunda tapi melupakan.
" kalian pergi aja, nanti ketinggalan pelajaran " lirih dinda seraya menahan sakit.
" gak papa sekali-kali, kan loe gak pernah sakit, tumben aja kan jadinya gue heran " canda tasya diiringi kekehan kecil mencoba membuat dinda tersenyum.
" iya, kan lumayan buat ngindarin pelajaran bu mesya yang super galak " timpal billa seraya nyengir menampilkan seretan gigi-gigi kecilnya.
Mendengar alasan billa milka dengan kasar menoyor " ish itu sih maunya elo ".
Merekapun larut dalam candaan yang mereka buat. Hingga sebuah gebrakan kasar dari puntu mengagetkan mereka.
" kak marcell" gumam dinda pelan.
" acell loe gak papa kan??" ucap marcell seraya menyenggenggam tangan dinda erat tanpa memperdulikan banyak teman dinda yang ada disana serta raut khawatir diwajah dinda melihat kakaknya.
Dinda dengan segera menarik kasar tangan dinda yang digenggam marcell tanpa menjawab pertanyaan khawatir untuknya, seraya mengubah posisi membelakangi marcell.
marcell terluka akan sikap adiknya, tak memperdulikan beberapa luka yang ada ditubuhnya, bahkan diwajahnya yang mungkin lebih sakit. ingin sekali dia menarik dinda dalam pelukanya, tapi setelah sadar mereka tak sendiri.
" kalian balik ke kelas, biar gue yang jagaain acell " ujar marcell dingin.
" tas, tolong bersihin dan obatin luka bang marcell " suara dinda parau, mungkin sedang menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dendam & Cinta ( Completed )
Roman pour AdolescentsDendam masa lalu yang tak pernah terbalaskan membuat rizky terjebak pada ambisinya itu sendiri, setelah memutuskan membalaskan dendamnya melalui adik dari musuhnya, justru berakhir menimbulkan rasa aneh yang selalu disangkalnya, hingga membuatnya di...
