°° Layaknya bintang, kamu terlihat dekat namun sulit digapai °°
____
________________
****
Karin memasuki lorong rumah sakit dengan langkah tergesa, matanya terlihat bengkak dan tubuhnyapun terasa lemas, apalagi ketika melihat kaadaan anaknya yang terlihat rapuh, ibu mana yang tak sedih, setelah mengucapkan jika ingin kuliah dilondon anak semata wayangnya itu langsung pingsan, sontak diapun panik dan segera menghibungi dokter kepercayaan keluarganya, hingga dokter menyampaikan jika rizky membutuhkan istirahat yang cukup karna bukan luka yang utama yang membuatnya lemas namun otaknya yang terlalu keras dan dipaksa untuk berfikir, setelah memastikan anaknya sedikit membaik diapun memutuskan untuk pergi kerumah sakit, bagaimanapun juga ini kesalahan anaknya hingga dia harus meninggalkan rizky untuk melihat keadaan dinda meskipun keadaan rizky juga belum membaik sepenuhnya, setidaknya ada kedua temanya yang menjaganya untuk sementara waktu.
Setelah cukup dekat dengan ruang rawat dinda, dilihatnya banyak teman teman dinda maupun marcell yang tengah menunggu diluar tiba tiba saja karin bersimpuh dikaki marcell dengan air mata yang berderai membuat yang semua disanapun terkejut dengan apa yang dilakukan wanita paruh paya itu.
" tante, tante ngapain?? " marcell berusaha membantu karin berdiri namun karin masih terdiam dengan posisi itu.
" maafin anak tante nak, maafin rizky "
Jujur saja marcell belum bisa memaafkan rizky tapi karin?? Wanita paruh baya yang sudah dianggap ibunya sendiri itu tak punya salah sedikitpun, tapi mengapa seakan malah menghukum dirinya sendiri.
Marcell kembali menarik karin untuk bangkit dibantu revan hingga akhirnya berhasil. Marcellpun memeluk wanita paruh baya itu.
" tante nggak salah, marcell hanya butuh doa tante agar dinda cepat sadar bukan dengan seperti ini tan "
Karin melepaskan pelukanya lalu menggeleng dan menangkup wajah marcell " dinda udah bunda anggap seperti anak bunda sendiri termasuk nak marcell, jadi sudah jadi tugas seorang ibu mendoakan keselamatan anaknya, jika perlu nyawa ibu akan ibu gantikan dengan nyawa dinda "
Marcell memejamkan matanya sesaat sungguh rasanya sangat menenangkan mendengar kata kata wanita paruh baya dihadapanya ini, jika saja mamanya masih hidup, tentu kata kata itulah yang dilontarkan untuknya.
Marcellpun kembali merengkuh karin dalam pelukanya sungguh dia memang sedang butuh sosok bunda untuk menenangkanya.
" tante, marcell udah anggep tante sebagai ibu marcell sendiri, berkat tante acell punya sosok ibu, berkat tante acell jadi sosok yang lebih ceria dan berkat tante acell bisa lebih bahagia dari sebelumnya, makasih tan " tanpa terasa air matanya menetes tanpa permisi " tapi sekarang dia sedang berjuang sendiri, marcell nggak mau acell pergi, didunia ini marcell hanya punya acell tan, bilang sama marcell kalau acell nggak akan kenapa napa "
Sama halnya dengan marcell, tangis karinpun semakin menjadi, namun sebagai sosok ibu dia harus kuat untuk anak anaknya.
Karin mengurai pelukanya dan menghapus air mata marcell " panggil tante dengan sebutan bunda sekarang marcell dan dinda anak bunda, dan satu lagi, dinda nggak akan kemana mana, dia hanya butuh istirahat yang cukup bentar lagi juga bangun, dia nggak akan ninggalin kita semua, dia gadis yang kuat bukan?? Kamu percaya itu kan?? " marcell mengangguk.
Semua yang ada disitupun ikut terharu, baru pertama kali melihat marcell serapuh itu, tentu itu adalah pemandangan yang langka, sosok yang terlihat kuat sebenarnya menyimpan luka yang dia sendiri yang tau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dendam & Cinta ( Completed )
Teen FictionDendam masa lalu yang tak pernah terbalaskan membuat rizky terjebak pada ambisinya itu sendiri, setelah memutuskan membalaskan dendamnya melalui adik dari musuhnya, justru berakhir menimbulkan rasa aneh yang selalu disangkalnya, hingga membuatnya di...
