°° cinta itu ibarat telaga biru, semakin kamu mendekat semakin kamu terjebak dengan pesonanya °°
___
________________
***
Matahari masih nampak malu malau menampilkan semburat merah, seorang gadis yang masih bergelung dalam selimutnya tengah merenggangkan semua badanya sembari menguap beberapa kali, matanya dipaksa untuk terbuka meskipun sebenarnya berat, setelah dirasa sudah terkumpul nyawa yang tadinya menyebar diapun meraba tempat disampingnya yang tadi malam ditempati seseorang, setelah dirasa tidak ada orang, diapun segera menegakkan badanya dengan sempurna.
" bang, abang " teriaknya, namun tak ada sautan sama sekali hingga sebuah ketukan dari balik pintu mengagetkanya.
Tok tok tok..
" maaf non dinda, den marcell sudah keluar dari tadi, setelah subuh " suara dibalik pintu mengudara, hingga membuatnya menyernyit.
Pagi pagi sekali, mau kemana abang gumamnya pada diri sendiri.
Dindapun turun dari ranjang abangnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu, lalu memutar knop pintu untuk membukanya, menampilkan seorang paruh baya.
Ya'mbok narti, pembantu dinda dan marcell yang sudah datang tadi sore, saudara mang udin dari kampung yang terkenal sangat baik dan juga telaten dalam bekerja, dengan sikap ramah dan lemah lembutnya membuat dinda langsung nyaman dengan ibu paruh baya itu.
" bang marcell gak bilang mau kenapa mbok?? "
Mbok narti menggeleng " ndak non, katanya kalau non dinda sudah bangun suruh sarapan gitu aja non " tuturnya.
" owh ya udah kalau gitu mbok " ujar dinda seraya tersenyum
Mbok narti tersenyum canggung dengan majikanya yang baik itu, orang yang baru dikenalnya namun dengan hangat menyambutnya.
" e-eh iya non, kalau gitu mbok pamit dulu nyiapin sarapan ".
Dinda pun mengangguk, lalu menutup pintu dan kembali masuk kedalam namun saat akan masuk kedalam kamar mandi, ekor matanya tak sengaja melihat sebuah kotak yang berada diatas nakas tempat tidur abangnya, tanganya terulur mengambil kotak tersebut namun, saat dinda mengangkatnya selembar kertas yang terselip dibawahnya terjatuh, dindapun memungutnya dan membukanya.
• Cell, abang ada rapat disekolah dan abang harus berangkat pagi pagi sekali, maaf kalau gak bangunin acell lebih dulu, soalnya gak tega, acell tidurnya nyeyak banget, satu lagi itu ada ponsel baru untuk acell, udah abang simpen juga nomer abang disitu.
Jangan lupa sarapan •
Bang marcell.
Dinda tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya tak percaya, kenapa abangnya jadi lebai begini, tidak biasanya dia merepotkan diri dengan menulis pesan untuknya lewat surat, diapun membuka kotak yang berisi ponsel, yang sangat bagus.
Aduh bang, buat apa coba bagus begini, yang penting bisa untuk hubungin abang aja udah syukur
Setelahnya diapun kembali meletakkan, kembali ponselnya ketempat semula dan berjalan menuju kamar mandi.
30 menit sudah dinda mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menyegarkan badannya, hari ini hari minggu, jadi sudah dua hari dia tidak sekolah, dan hanya berdiam diri dikamar dengan buku buku yang dianggapnya cukup menarik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dendam & Cinta ( Completed )
Teen FictionDendam masa lalu yang tak pernah terbalaskan membuat rizky terjebak pada ambisinya itu sendiri, setelah memutuskan membalaskan dendamnya melalui adik dari musuhnya, justru berakhir menimbulkan rasa aneh yang selalu disangkalnya, hingga membuatnya di...
