°° Cinta datang tanpa di minta, tak bisa ditentukan maupun ditolak, jalani prosesnya, ingat kenanganya dan tunggu akhirnya °°
___
_______________
***
Ditengah kekalutan dinda rasakan karna, mendapat pertanyaan menyudutkan dari billy, tiba tiba sebuah suara cukup membantunya.
"e-em tadi malam dinda kumpul sama kita tapi kak marcellnya udah tidur jadi nggak tau, itu salah kita sih kak karna udah ngajak dinda keluar " ungkap billa dengan sedikit gugup, karna menyadari ketakutan dan dan raut wajah resah yang dilihatnya dari dinda.
Mendengar ucapan billa, dinda mengangkat wajahnya menatap billa dengan mata yang berkaca kaca dan menggeleng pelan lalu beralih menatap billy " bukan kak bil, salah dinda cuma karna gak berani bangunin bang marcell yang tidur, mungkin kecapean "
Melihat dinda yang terlihat sedih membuat hati jefry tersentil, meskipun tengah menunduk jefry tau dinda sedang gelisah, jefry memberanikan diri untuk kembali mendekat kearah dinda, bersebrangan dengan posisi ketiga sahabatnya, tepatnya kanan tempat dinda berbaring, lalu menggenggam tangan dinda yang terbalut sweter panjang sampai menutupi jari jarinya.
" hey gak usah sedih, gue tau loe gak mau ganggu marcell, tapi marcell lebih nggak mau lagi kalau loe kenapa napa din, jangankan waktu tidurnya, waktu yang tersisa diduniapun akan marcell gunakan untuk ngejaga loe din " tutur jefry, ntah dapat hidayah darimana sampai sampai jiwa dewasanya muncul disaat yang sangat tepat.
Mendengar ucapan jefry, lukanya kembali mengaganga namun dinda bisa merasakan ketulusan dibalik ucapan yang jefry lontarkan, jiwa rapuhnya tak mampu disusun seperti biasanya, tangisnya pecah bersamaan dengan tubuh mungilnya yang menubruk tubuh kokoh jefry yang ada didekatnya, dia tak mampu untuk berusaha kuat untuk saat ini, dia rapuh dia butuh sandaran butuh seseorang untuk berbagi duka, dan dia tidak mau membebani marcell.
Ketiga sahabat dinda, dan billy kevin dibuat terkejut dengan apa yang dilihatnya, dinda menangis baru kali ini dia melihat sisi rapuh dinda, dan jefry?? tubuhnya terasa sekaku papan penggilasan. Sungguh posisi yang sangat sulit untuknya disaat berusaha melupakan orang yang amat dicintainya kini malah membuatnya semakin susah untuk sekedar melupakan memori yang saat ini dialaminya, meski dia tau dinda tak pernah menganggap lebih dari kakak.
Matanya melirik ketiga sahabat dinda untuk mencari bantuan, namun reaksi yang diberikan hanya menggelengkan kepala dengan kaku, karna baru kali ini berinteraksi dengan jefry, hingga membuat jefry bingung, akhirnya tangannya terangkat untuk membalas pelukan dinda dan mengelus rambut dinda beraroma lavender itu.
Sungguh ingin sekali waktu berhenti untuk saat ini, hanya sekedar bisa sedekat ini dengan orang yang dicintainya, bukan magsud untuk mencari kesempatan dalam kesempitan, namun seakan Tuhan memberinya kesempatan untuk merasakan bagaimana bisa dekat dengan orang yang kita cintai, menikmati aroma tubuh yang membuatnya tenang, dan merasakan kenyaman yang berbeda tak pernah didapatkan dari orangtua maupun sahabatnya.
Dinda masih enggan membuka matanya, namun airmatanya masih saja berdesakan untuk keluar, kelvin dan billy yang sudah duduk disamping jefry berusaha menengkan dinda, billypun membuka beberapa helai rambut yang menutupi wajah sembab dinda dari pelukan jefry.
" din, sorry kalau kata kata gue barusan nyinggung perasaan loe " billy merasa bersalah, karna pertanyaan yang dilontarkanya membuat wajah dinda yang awalnya sumringah berubah menjadi murung dan kini menangis, sungguh dia mengutuk ucapanya barusan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dendam & Cinta ( Completed )
Novela JuvenilDendam masa lalu yang tak pernah terbalaskan membuat rizky terjebak pada ambisinya itu sendiri, setelah memutuskan membalaskan dendamnya melalui adik dari musuhnya, justru berakhir menimbulkan rasa aneh yang selalu disangkalnya, hingga membuatnya di...
