°° jika saat ini kamu berpura pura selamat kamu berhasil, hingga kini aku telah terlalu dalam menjatuhkan hatiku padamu °°
____
________________
***
Semilir angin menerpa beberapa helai rambut dinda, sesekali menghirup nafas dalam dinda begitu menikmati kesendiriannya ditepi danau, dengan ditemani merpati putih milik rizky dan juga revan. Sepasang mata hazelnya melihat sepasang merpati yang terlihat sedang bercengkrama membuat senyum manis dibibirnya terukir indah. Apakah kisah cinta manusia ada yang seperti burung merpati?? Tentu saja ada. Dan dinda menginginkan seperti itu.
Drrrtttt..drrrrttt.
Ponselnya bergetar menandakan panggilan masuk, diapun mengalihkan pandangannya pada merpati dan menggambil ponselnya disaku.
Kak ree
Dindapun segera menggeser icon berwarna hijau guna menyambungkan panggilan.
" iya kak, ada apa?? "
" gak papa, kangen aja "
Dinda memutar bola matanya jengah, bukan gimana gimana karna setiap malam revan selalu mengubunginya, meskipun disatu sisi dinda juga merasa senang. Setidaknya dia bisa mendengar celotehan revan yang unfaedah namun bisa saja membuatnya tertawa.
" kangen aja terus, belajar yang rajin gih kak biar cepet jadi pak dokter " ketus dinda yang langsung dibalas gelak tawa disebrang sana, memang revan sudah biasa dengan sikap dinda jadi itu malah semakin membuat rasa rindu apalagi ketika membayangkan wajahnya yang terlihat kesel.
" iya ya, nanti kalau adin gue sakit langsung gue obatin deh "
" iya, biar gak usah bayar kan, itung itung irit "
" yahhh ya harus tetep bayar dong "
" pelitt banget, kalau gitu biar diobatin dokter yang lebih ganteng dari kak rey kalau gitu "
Gelak tawa menghiasi percakapan mereka, sesekali dinda meladeni celotehan konyol yang diciptakan oleh revan.
" eh din loe sering main ke danau merpati?? "
" iya, ini lagi disini "
" owh ya, salam ya buat merpatinya "
Dindapun melihat merpati yang hinggap dipohon tepat diatasnya tempatnya duduk " hey merpati cantik, dapat salam dari orang jelek " ujar dinda pada merpati diatasnya seolah menyampaikan pesan dari revan.
Terdengar tawa renyah disebrang telefon " hey gadis kecil siapa yang loe bilang jelek "
" loh bukanya tadi kakak yang minta titip salam sama merpati cantik?? " seru dinda dengan suara dibuat sepolos mungkin.
Tiba tiba saja kedua merpati mendekat kearah dinda " hey kak merpatinya ada dideket gue " ujar dinda dengen antusias dengan perlahan dinda mengusap lembut bulu merpati itu dan anehnya tidak menjauh ataupun terbang.
" benarkah, oh ya din loe pernah ketemu sama sepupu gue "
" sepupu? Nggak pernah tuh kak kalau gue kesini "
KAMU SEDANG MEMBACA
Dendam & Cinta ( Completed )
Novela JuvenilDendam masa lalu yang tak pernah terbalaskan membuat rizky terjebak pada ambisinya itu sendiri, setelah memutuskan membalaskan dendamnya melalui adik dari musuhnya, justru berakhir menimbulkan rasa aneh yang selalu disangkalnya, hingga membuatnya di...
