13. Pacar
****
ALI menyumpal kedua telinganya dengan headset berwarna hiitam, daripada harus mendengar celetukan nan oon dari Prilly yang membuat telinga terasa berdengung. Prilly duduk disamping Ali, sambil mengendus-endus badan Ali.
"Lo kenapa?"
"Ali wangi."
Rasanya tak nyaman diperlakukan seperti ini, Ali mendorong kepala Prilly agar tidak menempel lagi didada bidangnya ini.
Ting tong
Prilly cemberut ketika Ali pergi dari sisinya, Prilly memajukan kepalanya agar bisa melihat siapa yang datang.
Manusia gumpal itu lagi? Batin Prilly.
Siapa lagi kalo bukan Sasya, Sasya bergelayut manja ditangan Ali. Tatapan Sasya sinis pada Prilly yang terus menatapnya.
"Apa liat-liat?" Ketus Sasya.
"Ini kan mata aku, suka-suka akulah. Emangnya kamu siapa? Larang-larang aku buat liat kamu."
Balasan dari Prilly membuat Sasya geram, Sasya terus memeluk tangan Ali. Ali hanya diam, daripada kepalanya harus kembali pecah oleh kedua singa ini.
"Sweety. Papa aku pulang dari Jepang, dia bawain ini buat kamu. Terima yaa?"
"Hmm. Makasih, Sya!"
"Pake sayang dong, Aidan."
Prilly menyandarkan tubuhnya disofa sambil memakan keripik dipangkuangnya, entahlah melihat Sasya seperti itu pada Ali. Membuat Prilly ingin muntah saja.
"Hehh! Lo harusnya mikir, gue sama Sweety Aidan mau pacaran. Usss sanaa.." usir Sasya.
"Males mikir!"
Ali menahan tawanya agar tidak pecah, lucu juga melihat pertengkaran mereka berdua. Ali membuka oleh-oleh dari Sasya yang ternyata sebuah gitar yang sangat Ali inginkan.
"Suka enggak sweety? Sukaa dong masa engg----"
Brang
Mulut Sasya menganga lebar ketika Prilly mengambil gitar oleh-oleh Papanya dari luar negeri dan tanpa rasa takutpun, Prilly malah menjatuhkannya.
"HUAAAA. Hiks. hiks. SWEETY!"
Gitar itu sedikit rusak, Ali menatap tajam kearah Prilly yang merusak barang pemberian Sasya.
"Prill, harusnya lo enggak gini? Ini pemberian orang, lo kenapa malah banting ini gitar."
"Habisnya tu barang Ali pegang trus, kenapa aku diacuhkan. Padahal aku lebih bagus dari gurita itu."
Apa maksudnya? Gurita.
Sasya menghapus airmatanya kemudian menatap kesal pada Prilly.
"Gitarr bukan gurita, bodoh!"
Prilly merenggut, ia beranjak dari duduknya sambil melirik sinis kearah Sasya.
Daripada melihat mereka, mending Prilly berdiri didepan aquarium yang didalamnya ada makhluk kecil berwarna jingga bernama Gy. Gy mengibas-ibaskan ekornya ketika ada Prilly.
"Princess. Kembalilah kelaut?"
"Aku nyaman disini, Gy. Mungkin aku akan tinggal disini untuk selamanya."
"Selamanya. Kau ini sudah gila? Princess tidak melupakan asal usulmu kan, kau ini mermaid. Mermaid ada dilaut bukan disini."
Benar juga, namun Prilly hanya ingin berada dilingkungan manusia. Walau hatinya merindukan Bundanya yang berada didasar laut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mermaid [END]
FantasyMungkin zaman sekarang memang tak ada yang percaya dengan makhluk bernama Duyung atau lebih dikenal dengan MERMAID. Namun, tanpa disangka - sangka. diperdalaman laut yang beratus - ratus kilo, terdapat dunia Mermaid. Bahkan manusia pun tak ada yang...
![Mermaid [END]](https://img.wattpad.com/cover/209729287-64-k426793.jpg)