chapter 1

6.5K 238 2
                                        

Disebuah pelabuhan terbesar di kota XXX sedang ramai orang yang menyiapkan sebuah persiapan pesta di kapal pesiar milik HK group, pesta itu sendiri adalah pesta peresmian kapal pesiar sebagai milik putra semata wayang HK group. Semua karyawan dan para pengawal berdiri berderet untuk menjaga keamanan di sekitar kapal, bahkan yang bisa masuk hanyalah orang orang yang sudah mendapat kan undangan dari HK group.

Dari kejauhan, di sebuah kapal kecil yang terletak di sudut laut, seorang gadis berambut pendek sebahu sudah menunggu dari tadi. Gadis itu Falesha, Falesha yang datang ke sana untuk menyelesaikan misi nya. Disaat semua tamu undangan sudah terlihat memasuki kapal, Falesha mulai bergerak dengan membawa undangan di tangan nya. Falesha membuka topi hitam dan masker nya kemudian mengganti baju kaos dan celana jeans nya dengan gaun berwarna hitam selutut. Falesha masuk ke dalam kapal bersama dengan Keenan, seolah olah mereka adalah pasangan yang datang ke pesta itu.

Hari ini, Falesha harus menemui lelaki yang membawa berkas data data tentang bukti korupsi dari sebuah perusahaan besar di kota itu. Selain Falesha, beberapa orang dari pihak perusahaan sudah mengincar laki laki itu juga untuk merebut bukti tersebut. Setelah Falesha masuk kedalam kapal, giliran Sakhi dan Rafka yang masuk kedalam kapal dan berpura pura menjadi sepasang kekasih. Setelah semua nya masuk kedalam kapal, mereka mulai beraksi melakukan pekerjaan mereka masing masing. Sakhi pergi menuju ruang utama dan menyaksikan pesta sambil bertanya tanya tentang lelaki yang akan di jumpai nya itu, Rafka masuk ke dalam kamar yang sudah mereka sewa kan dan mulai bergelut dengan komputer nya. Sedangkan Falesha mengganti gaun nya menjadi baju kaos disertai jaket dan celana jeans. Alesha mengikat rambut nya dan mengenakan topi hitam dan masker, membuat nya terlihat seperti laki laki. Dan Keenan berpura pura menjadi pelayan sambil memantau dimana keberadaan lelaki itu.

"Terima kasih sudah datang ke pesta ku hari ini, silahkan bersenang senang dan nikmati pesta nya." Ucap Zayan di atas pentas kepada semua tamu undangan.

Falesha masih berjalan menelusuri kapal dan mencari pria yang disebutkan ciri ciri nya kepada nya.

"Apa kamu tidak punya foto nya? Akan sulit bagiku untuk menemui nya jika seperti ini." Ucap Falesha kepada Paman Hikam.

"Dia tidak menyebarkan foto nya begitu saja, kamu hanya perlu mencari lelaki seperti ciri ciri yang aku sebutkan. Lelaki itu masih muda dan membawa amplop hitam bersama nya, terus pantau dengan lensa mu dan aku bisa membantumu menemukan nya jika melihat nya." Jawab Paman Hikam di balik telepon.

Falesha memperbaiki letak handsfree nya, kemudian kembali menelusuri pantai dan mencari dimana keberadaan pria itu. Sampai akhirnya, Rafka berhasil menemui lelaki itu.

"Aku menemukan nya, dia sedang berjalan menuju ruang kamar kapal." Ucap Rafka.

Falesha langsung bergegas dan menemui pria itu. Yaahh seperti yang diharapkan, Falesha sudah berhadapan dengan pria itu dan mengikuti pria itu yang masuk ke kamar.

"Cepat berikan amplop nya, kami tidak punya waktu banyak." Ucap Falesha kepada laki laki yang sudah berdiri di hadapan nya itu.

"Haha maaf Nona, anda ini siapa? Kenapa aku harus memberikan amplop ini kepada mu?"

Falesha akhirnya membuka masker dan topi nya, kemudian menunjukkan wajah nya kepada lelaki itu.

"Aku salah satu dari orang orang yang akan mengirim data mu, sekarang sudah tau kan?" Jawab Falesha.

Tapi, bukannya memberikan amplop hitam, lelaki itu malah tersenyum miring dan berjalan mendekati Falesha. Laki laki itu memegang rambut Falesha dan membuka ikatan rambut nya, membuat rambut Falesha terurai hingga ke bahu.

"Hmm kamu terlihat lebih cantik jika begini." Ucap laki laki itu.

Merasa kesal, Falesha akhirnya mendorong laki laki itu dan membuat nya terjatuh ke atas kasur. Falesha sudah memegang handal pisau ditangan nya dan bersiap untuk menusuk lelaki yang ada di hadapan nya itu.

"Falesha berhenti!!! Kamu salah orang, bukan dia. Dia itu pemilik kapal bukan lelaki yang kita cari. Cepat pergi sebelum dia melihat mu dengan lebih jelas." Teriak Paman Hikam dari balik telepon.

Falesha langsung menarik pisau nya dan kembali memasang topi dan masker nya. Falesha langsung berjalan ingi keluar dari kamar, tapi lelaki itu menahan tangan Falesha.

"Kenapa? Aku bukan orang yang kau cari? Kemarilah, aku akan membantumu menemukan orang yang ingin kamu cari." Ucap Zayan.

"Menyingkirlah atau aku akan membunuh mu." Jawab Falesha kemudian berjalan keluar dari kamar.

Zayan tersenyum dan meraih telepon kamar untuk menelepon karyawan kapal.

"Periksa semua tamu dan tangkap semua orang yang mencurigakan. Ah benar, bawakan kepada ku seorang gadis berpakaian serba hitam dengan topi dan masker hitam." Ucap Zayan.

"Baik Tuan." Jawab salah seorang pelayan dari balik telepon.

Falesha kembali menelusuri kapal dan akhirnya menemui Keenan yang juga mencari pria itu. Mereka akhirnya mencari bersama sama laki laki itu dan akhirnya menemukan nya. Disaat mereka akan menghampiri pria itu, sebuah peluru dari pistol melaju ke dada pria itu yang membuat pria itu terjatuh ke laut.

"Kembalilah, tidak ada kesempatan untuk mengambil amplop nya, karena kalian akan tertangkap jika masih disana." Ucap Paman Hikam.

Tapi, Falesha tidak ingin pulang dengan tangan kosong dan berlari kearah pria yang sudah terjatuh ke laut itu. Falesha mengikat tubuhnya dengan tali dan menggantungkan nya di tepi kapal. Dengan perlahan akhirnya Falesha dapat meraih amplop yang sudah tergenang di atas air itu. Sedangkan Keenan berusaha menutupi Falesha agar pihak perusahaan dan orang kapal tidak melihat nya.

Setelah itu akhirnya mereka bersiap siap dan mencari jalan keluar dari kapal. Karena kapal sudah berada di tengah laut, mereka punya cara keluar selain dari pelabuhan. Yaa, Fathan sudah melajukan speed boat untuk menjemput mereka. Disaat mereka akan masuk ke dalam speed boat, Zayan melihat hal itu dan segera berlari untuk menemukan Falesha. Tapi sayang, Zayan kalah cepat dan hanya bisa menerima senyuman sinis dari Falesha. Fathan segera melajukan kapal nya untuk menuju ke pelabuhan.

"Aku akan menemukan mu." Ucap Zayan setelah melihat Speed boat itu melaju pergi di hadapan nya.

Setelah berada di pelabuhan, mereka langsung ke mobil yang sudah disediakan paman Hikam dan melajukan nya untuk kembali ke tempat persembunyian mereka.

Falesha langsung menyerahkan amplop yang di dapat nya kepada paman Hikam dan mengambil kunci motor nya untuk kembali ke villa nya.

"Kamu akan kembali sekarang?" Tanya Keenan kepada Falesha.

Falesha hanya mengangguk dan mengenakan helm dikepala nya.

"Menginap lah untuk malam ini, kita akan mengadakan pesta karena data nya akan segera kita kirimkan." Ucap Paman Hikam.

"Aku tidak ikut, cukup transfer kan saja uang nya ke rekening ku nanti." Jawab Falesha kemudian menarik gas motor nya.

Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang