Chapter 5

3.5K 204 7
                                        

Mendengar ucapan dari Zayan, membuat para gadis tertawa terbahak bahak. Falesha tidak tau apa yang lucu menurut mereka, tapi Falesha sama sekali tidak tertarik dan meneruskan kegiatan nya.

"Berapa lama kamu berencana akan bertahan dengan nya?" Bisik seorang gadis ke telinga Zayan.

"Belum aku pikirkan, aku akan menemani nya dulu. Kalian kembalilah kerumah dan jangan keluyuran." Jawab Zayan kemudian berlari pelan untuk menghampiri Falesha.

Melihat Falesha yang fokus memilih sayuran, Zayan mengambil semua sayuran yang ada di hadapan nya dan memasukkan nya kedalam keranjang.

"Apa kamu akan memasak sayuran itu?" Tanya Falesha kebingungan.

"Tidak." Jawab Zayan sambil tersenyum genit menggoda Falesha.

Bukannya tertarik dengan senyuman Zayan, Falesha malah mengambil semua sayuran yang tadi dimasukkan Zayan dan mengembalikan nya kepada tempat nya. Zayan tersenyum melihat tingkah Falesha yang kesal dengan nya dan membuat nya semakin penasaran dengan sifat asli wanita di hadapan nya itu.

Setelah selesai berbelanja semua barang yang diperlukan, Falesha dan Zayan kembali ke villa.

Setibanya dirumah, Falesha langsung bergerak untuk membuat makan malam mereka. Falesha sudah merebus ayam dengan bumbu nya dan memanggangnya, kemudian Falesha bergerak untuk membersihkan sayur kangkung dan menumis nya dengan wortel. Falesha kemudian berjalan ke arah kamar Zayan dan berdiri di ambang pintu Zayan.

"Apa yang kamu sukai? Aku akan memasakkan nya untukmu." Ucap Falesha.

"Sup, aku menyukainya. Aku tidak terlalu suka makanan pedas. Masakan juga ikan untukku, buatkan ikan goreng." Jawab Zayan yang memegang mouse komputer sambil tersenyum kepada Falesha.

Falesha tidak menjawab senyuman Zayan dan berjalan ke bawah untuk kembali memasak makanan keinginan lelaki itu. Falesha mulai fokus pada pekerjaan nya dan melakukan nya dengan cepat. Disaat Falesha akan menghidangkan goreng ikan yang merupakan hidangan terakhir, bel villa berbunyi yang menandakan ada orang yang tiba. Falesha berjalan menuju pintu dan ingin membukanya, tapi Zayan berlari dengan kencangnya dan menarik tangan Falesha.

Falesha menatap Zayan heran tapi enggan untuk bertanya apa yang terjadi. Akhirnya Zayan menarik tangan Falesha dan membawa nya masuk kedalam ruangan game nya, Zayan meminta Falesha untuk bersembunyi di sebuah lemari kosong yang berada di ruangan game nya.

"Tetaplah disini sampai aku kembali, jangan keluar atau bergerak sedikit pun." Ucap Zayan.

"Apa maksudmu? Apa kamu sudah gila? Kenapa kamu membawaku kerumah mu jika kamu takut seseorang kan mengetahui nya." Jawab Falesha.

"Aku mohon kerja sama lah padaku kali ini, orang tua ku sedang didepan pintu dan mereka ak..."

Ucapan Zayan terputus karena tiba tiba seseorang datang dan membuka pintu ruangan game tempat mereka sekarang berada. Melihat Ayah nya yang berdiri di ambang pintu, dengan perlahan Zayan menutup pintu lemari dan mendorong kepala Falesha untuk masuk ke dalam lemari.

"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu tidak mendengar bel? " Ucap Haykal kepada Zayan.

"Aku baru saja ingin turun dan membuka pintu Ayah, maaf ayo kita keluar." Jawab Zayan kepada Ayah nya.

Zayan menarik tangan Ayah nya untuk turun ke lantai bawah.

Dilantai bawah, sudah ada Alesha, Ibu dari Zayan yang membawa beberapa buah buahan dan bahan dapur lainnya yang mudah di masak.

Disaat Alesha ingin membuka kulkas, Alesha menghentikan langkah nya karena sesuatu yang menarik perhatian nya. Yaa, masakan yang ada diatas meja membuat Alesha kebingungan dan bertanya tanya siapa yang memasak semua makanan itu. Ketika Alesha membuka kulkas, kulkas sudah penuh dengan bahan bahan dapur dan keperluan untuk Zayan.

"Zayan, siapa yang membeli bahan dapur dan memasak makanan ini untukmu?" Tanya Alesha.

Mendengar itu, Zayan dan Haykal langsung berjalan mendekati Alesha.

"Ah, aku mulai belajar mandiri dan membeli bahan dapur sendiri Bu, aku juga sudah mulai belajar memasak." Jawab Zayan.

Haykal langsung mengambil sebuah sendok dan mencicipi makanan yang ada di atas meja satu per satu. Haykal merasakan ada sesuatu yang aneh dan akhirnya menendang paha Zayan dengan kaki nya.

"Mulai memasak? Kamu? Mana mungkin masakan buatan mu akan jadi enak seperti ini." Ucap Haykal sambil mengayunkan sendok yang ada di tangan nya dan ingin melemparkan nya kepada Zayan.

Alesha langsung menarik sendok yang ada di tangan Haykal dan mencoba masakan yang ada di atas meja satu per satu. Karena Alesha merasa apa yang dikatakan oleh Haykal itu benar, Alesha menarik tangan Zayan dan membawa nya duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Alesha menatap Zayan dalam dalam, ingin membuat anak nya itu jujur dan mengatakan apa yang sudah disembunyikan nya.

"Katakan pada Ibu, siapa yang memasak nya untukmu? Dari yang Ibu lihat, masakan itu tidak berasal dari luar karena ada tumpukan piring kotor bekas memasak di sana." Ucap Alesha.

"Aku benar benar melakukan nya sendiri Bu, aku mulai belajar memasak beberapa hari ini." Jawab Zayan.

"Jangan membual, kami baru mengunjungi mu dua hari lalu." Ucap Haykal.

"Katakanlah, ini kali pertama nya Ibu melihat ada masakan di villa mu. Katakan yang sejujur nya atau Ibu akan membiarkan Ayah mu memukulmu untuk membuat mu mengaku." Ucap Alesha.

Zayan merasa bimbang dan menggenggam lutut nya untuk meringankan rasa takut nya.

"Aku,,, sebena.. "

Duarrr!!!

Ucapan Zayan terputus setelah mendengar sebuah suara benda yang jatuh dari lantai atas. Haykal langsung berdiri dari sofa dan melangkah menuju lantai atas. Melihat Ayah nya yang sudah mulai bergerak, Zayan langsung memegangi kaki Ayah nya dengan erat dan memohon.

"Ayah aku mohon jangan keatas, itu hanya tikus. Aku akan membereskan nya." Ucap Zayan.

Haykal tidak peduli dengan ucapan Zayan dan menendang Zayan untuk menjauh. Alesha juga mengikuti Haykal untuk melihat apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh putra nya itu.

Haykal langsung membuka pintu ruangan game Zayan yang dan melihat apa yang terjadi.

Haykal langsung menghentikan langkah nya saat melihat seorang gadis yang ada di hadapan nya. Alesha masuk ke dalam ruangan dan ikut terdiam bersama Haykal saat melihat gadis itu. Sedangkan Zayan terombang ambing untuk masuk kedalam ruangan untuk menghentikan Ayah dan Ibu nya, tapi terlambat sudah. Haykal langsung menatap tajam ke arah Zayan yang sudah terlihat cemas, melihat tatapan itu, Alesha memegang tangan Haykal untuk menenangkan diri Haykal dan menghindari Haykal untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Akhirnya, untuk mencari jalan keluar nya, Alesha mencoba mengajak gadis yang ada dihadapan mereka itu berbicara.

"Maaf, tapi kamu siapa? Dan kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Alesha.

"Aku bekerja untuk nya." Jawab Falesha sambil menunjukkan jari telunjuk nya ke arah Zayan.

Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang