Setibanya dibandara kota xxx, Falesha dijemput oleh orang orang Kakek Dodi. Mereka menjemput Falesha dan membawanya menuju rumah Kakek Dodi. Mereka terlihat sangat menghormati Falesha dan menyambut Falesha dengan hangat.
Falesha akhirnya tiba di sebuah rumah yang bak istana itu, Falesha melirik ke sekitar rumah yang terlihat seperti istana sebuah kerajaan.
Setelah memasuki rumah, seluruh pembantu rumah tangga menyambut Falesha dan membawanya menemui Kakek diruang kerja nya.
"Hei, cucu kesayangan ku, kamu tiba lebih cepat dari perkiraan." Ucap Kakek kemudian memeluk tubuh Falesha.
"Kita pada intinya saja, berapa lama aku harus tinggal untuk memenuhi keinginan anda?" Tanya Falesha.
"Kamu baru saja tiba, kenapa sudah memikirkan untuk kembali. Duduklah, mereka sudah menyiapkan kamarmu dan kamu bisa beristirahat nanti." Ucap Kakek.
Falesha kemudian hanya menurut dan duduk di sebuah sofa yang ada dihadapan Kakek nya itu.
Setelah berbincang bincang, Kakek kemudian membawa Falesha pergi menuju kamarnya. Disepanjang perjalanan menuju kamar, semua pembantu rumah tangga menundukkan kepala hormat kepada Falesha dan Kakeknya.
"Istirahat lah, jangan keluar rumah untuk sementara waktu, karena ada banyak mengincarmu saat ini." Ucap Kakek sambil tersenyum kemudian menutup pintu kamar Falesha.
***
Setelah selesai bekerja, Zayan bergegas untuk kembali ke villa, tidak sabar ingin menemui wanita yang dicintainya itu.
"Falesha? Sayang, aku membawakan makan malam untuk kita." Ucap Zayan sambil meletakkan sekitak KFC dan meletakkan nya diatas meja makan. Zayan kemudian berjalan menuju kamar untuk melihat Falesha karena tidak mendengar suara apapun.
"Falesha? "
Zayan tidak dapat menemuka Falesha dan mencoba menelepon Falesha untuk tahu keberadaan istrinya itu. Namun, nomor yang Zayan hubungi tidak dapat dihubungi. Zayan kemudian melihat bagasi dan mobil Falesha tidak ada disana. Zayan kemudian berlari kembali ke kamar dan membuka lemari pakaian Falesha. Zayan sangat terkejut saat melihat tidak ada satu pakain pun yang tersisa di lemari Falesha.
Zayan kemudian menemukan sebuah surat yang ada di atas meja disamping kasur, Zayan meraih nya dan membaca isi surat itu.
Zayan, terima kasih untuk semuanya. Terima kasih telah mencintaiku, terima kasih telah menghabiskan waktumu bersamaku. Aku bahagia, pria yang aku nikahi itu adalah kamu. Sekali pun keluarga kita terlihat dalam hubungan yang rumit, walaupun awalnya aku berencana untuk membunuh Ayahmu dan menghacurkan keluargamu, walaupun awalnya aku membencimu, tapi akhrinya aku menyadari kalau yang aku lakukan salah. Ibuku yang bersalah dan membuatku keliru selama ini. Aku bersyukur karena kamu adalah pria yang aku cintai, kamu adalah satu satu nya pria yang aku harapkan untuk bisa hidup bersama. Aku ingin hidup bersamamu sampai kita memiliki anak dan menua bersama, tapi takdir kita berbeda dengan kebanyakan orang. Kita saling mencintai, tapi akan lebih baik jika kita tidak bersama. Hanya ini yang bisa aku lakukan agar kamu dan aku tetap aman.
Zayan kemudian menggila dan berlari menuju mobil dan melajukan nya kejalanan menuju rumah Paman Hikam.
Zayan langsung masuk kerumah setelah Sakhi membuka pintu rumah. Zayan menarik Paman Hikam dengan penuh emosi.
"Dimana Falesha? Dimana istriku?! " Teriak Zayan sambil menangis.
"Zayan tenanglah, jangan terbawa emosi." Jawab Paman Hikam.
"Bagaimana aku bisa tetap tenang disaat seperti ini?! Bagaimana aku bisa tetap tenang saat istriku pergi? " Ucap Zayan sambil menangis.
Sakhi yang tidak sanggup melihat iru, menangis menyaksikan nya.
Keenan kemudian menarik tubuh Zayan dan mendorong Zayan kearah sofa.
"Tenanglah, apa kamu pikir kami juga mau semua ini terjadi? Dia sudah berususah payah memutuskan semua ini, jadi hargai keputusan nya." Ucap Keenan.
"Kamu tidak tahu bagaimana menderita nya aku jika tanpa nya, Aku tidak bisa membiarkan dia pergi." Ucap Zayan.
"Dia melakukan ini bukan untuk dirinya, dia melakukan ini agar kamu tetap aman. Kakeknya mengancam akan membunuhmu jika dia tidak pergi dan kembali bersama Kakek nya." Ucap Fathan.
Zayan tidak mampu mengatakan apapun lagi dan hanya bisa menangis meratapi semua itu. Paman Hikam kemudian meminta Keenan untuk membawa Zayan kembali pulang.
Keenan kemudian memberitahukan hal itu kepada Rahel agar bisa menjaga Zayan dan memperhatikan kondisi Zayan.
***
Malam pertam dirumah yang baru yang belum pernah dikunjungi nya itu terasa asing bagi Falesha. Falesha tidak bisa tidur dan hanya menatap langit langit kamar, dia mencoba agar bisa menahan tangisnya, namun akhirnya tangis pecah saat kembali mengingat Zayan. Falesha menutup mulutnya dan menutup tubuh dengan selimut, kemudian menangis didalam nya.
Falesha tidak sadar kapan dia mulai tertidur, tapi kemudian dia terbangun saat mendengar suara seseorang masuk kedalam kamar. Karena hanya lampu tidur yang hidup, Falesha dapat melihat dengan jelas bayangan seseorang yang menyelinap masuk kekamar Falesha melalui dalam selimut. Falesha menarik perlahan pisau miliknya yang diletakkan nya dibawah banyal dengan perlahan agar orang itu tidak menyadari.
Seseorang yang tidak dikenal itu kemudian terlihat mendekat dan mengeluarkan sebuah benda yang tidak dapat dilihat dengan jelas oleh Falesha. Tapi, Falesha akhirnya sadar kalau benda itu adalah pistol saat seseorang itu menodongkan nya ke arah Falesha.
"Kamu tidak seharusnya datang, kamu ancaman terbesar bagi kami semua." Ucap Seseorang yang terdengar seperti suara seorang pria.
Falesha menggenggam erat pisau nya dan memperhatikan gerak gerik pria yang semakin mendekatinya itu. Sampai akhirnya saat pria itu akan menekan pelatuk, Falesha melemparkan selimut kearah pria itu sampai membuat pandangan nya menjadi tertutup oleh selimut. Falesha kemudian menendang tangan pria itu agar melepaskan psitol dan menarik tubuh pria itu sambil mengacungkan pisau ke lehernya.
Falesha kemudian menghidupkan lampu kamar dan mengambil pistol yang terjatuh dilantai, Falesha menodongkan pistol itu ke kepala pria itu sambil menatap wajah pria itu.
"Apa kamu suruhan Kakek?" Tanya Falesha sambil menodongkan pistol.
"Untuk apa dia menyuruhku membunuhmu disaat dia ingin kamu menjadi pewarisnya? Bukan hanya aku, tapi masih banyak yang ingin membunuhmu, jadi jangan berfikir kamu akan aman berada disini." Jawab Pria itu.
"Kenapa kalian begitu menggila dengan harta pria tua itu? Aku tidak menginginkan nya dan tidak berniat untuk mengambilnya." Ucap Falesha sambil menurunkan pistolnya.
"Pergilah, jika yang kamu khawatirkan adalah hartanya, aku tidak akan mengambil sepeser pun." Lanjut Falesha.
"Aku hanya ingin mengingatkan mu, masih banyak yang mengincarmu, berhati hatilah." Ucap pria itu kemudian keluar dari kamar Falesha.
Falesha duduk diatas kasur sambil merenungi apa yang sudah dilakukan nya. Dia sebenarnya tidak tahu apa tujuan nya datang ke tempat itu, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Kakek nya padanya, yang dia tahu hanya perlu menjauh dari Zayan agar dia tidak terlibat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)
Romancesebuah misi balas dendam yang berakhir menjadi pernikahan. seorang gadis yang dibesarkan tanpa orang tua kandung menjadi gadis yang tidak mengenal rasa takut dan bertahan hidup hanya untuk membalaskan dendam nya. gadis yang sudah menyimpan banyak ke...
