Rumah Keluarga

2.3K 128 7
                                        

Setelah beberapa hari berada di villa dan dalam masa penyembuhan, akhirnya Falesha sudah bisa berada dalam kondisi tubuh yang normal. Karena melihat Falesha sudah baik baik saja, mereka semua kembali ke kota untuk kembali beraktivitas. Disepanjang perjalanan, Zayan terus memperhatikan dan menjaga Falesha agar Falesha bisa merasa nyaman.

"Apa kamu merasa nyaman? Kamu merasa dingin? Aku akan mengambilkan selimut untukmu." Ucap Zayan kepada Falesha sambil membenarkan kursi Falesha.

"Aku baik baik saja seperti ini." Jawab Falesha merasa tidak enak karena sedari tadi Nadhifa dan Rahel terus memperhatikan bagaimana Zayan memperlakukan dia.

Setelah tiba di bandara, Mereka dijemput oleh orang suruhan Haykal. Pada awalnya Falesha dan Zayan berencana untuk langsung kembali ke villa mereka, tapi Haykal sudah memerintahkan orang untuk menjemput mereka agar kembali kerumah orang tuanya. Akhirnya mau tidak mau Zayan dan Falesha hanya bisa mengikutinya.

Setibanya didepan rumah keluarga Zayan, Zayan langsung membantu Falesha untuk keluar dari mobil dan memegang tangan Falesha masuk kedalam rumah.

"Falesha, kamu baik baik saja nak?" Tanya Alesha kepada Falesha sambil membawa nya duduk.

"Aku baik baik saja Ibu." Jawab Falesha.

Melihat Falesha yang berbincang dengan Alesha, Haykal menarik tangan Zayan untuk masuk ke dalam ruangan kerja nya.

"Bagaimana ini semua bisa terjadi? Kenapa dia yang menyelamatkan mu? Bukankah seharusnya pria yang menyelamatkan wanita ny?" Ucap Haykal dengan nada marah.

"Maaf Ayah, aku juga tidak tau kalau Falesha akan nekat menemui ku dan menghajar para penjahat itu." Jawab Zayan.

"Kenapa dia bisa tau kalau ditempat itu berbahaya? Dan Ayah dengar dia bahkan tau sudah tau kamu akan melewati jalan mana." Ucap Haykal.

"Aku masih belum menanyakan apapun padanya, aku takut itu membuat dia jadi banyak fikiran." Jawab Zayan.

"Aku akan mengirim beberapa pengawal untuk mengawasi tempat tinggal kalian." Ucap Haykal.

"Ayah, aku mohon jangan lakukan itu. Itu hanya akan membuat Falesha merasa tidak nyaman. Aku akan melindunginya dengan caraku sendiri." Jawab Zayan.

"Kalau kamu tidak mau pengawal Ayah mengawasi kalian, kamu harus bekerja diperusahaan. Lihatlah, kamu hanya menjalan kan beberapa game itu dan bagaimana itu bisa menjamin kehidupanmu." Ucap Haykal.

"Ayah jangan begini, aku sudah mengembangkan club game itu dari aku masih sekolah, aku akan mencoba bekerja sama dengan perusahaan Ayah. Dengan begitu Ayah bisa melihat sendiri bagaimana kinerja ku disana."

"Kamu ini, tidak bisakah kamu menuruti perkataan ku?!"

"Ayah aku mohon, Club game itu sangat penting bagi ku dan aku tidak bisa melepaskan nya. Aku akan bekerja sama dengan perusahaan Ayah tapi aku tidak bisa meninggalkan club itu begitu saja."

"Terserah apa mau mu, urus secepatnya file file yang dibutuhkan, aku akan mengirimkan nya kepada mu nanti." Ucap Haykal.

Setelah selesai berbicara, Zayan keluar dari ruangan itu dan berjalan mendekati Falesha. Karena merasa sangat lelah, Zayan kembali ke kamar nya dulu dan tidur disana.

Setelah melihat kondisi Falesha yang baik baik saja, Alesha meminta Falesha untuk beristirahat di kamar bersama dengan Zayan. Tapi tentunya Falesha tidak menginginkan hal itu, karena bagaimana pun mereka tidak pernah tidur sekamar. Tapi Alesha membawa Falesha menuju kamar Zayan dan membukakan pintu untuk Falesha.

"Masuklah, dia mungkin sudah tidur. Jadi kamu bisa langsung beristirahat tanpa harus mendengarkan omong kosongnya." Ucap Alesha.

"Baik Bu. " Jawab Falesha sambil tersenyum terpaksa.

"Ah iya, barang barang kalian akan dibereskan oleh Bi Lastri nanti, kalian tidak boleh pulang dan harus menginap disini untuk malam ini, itu pesan dari Ayah mertuamu." Ucap Alesha kemudian pergi meninggalkan Falesha.

"Aahh sial, apa aku harus sekamar dengan nya malam ini?"
Gumam Falesha dalam hati.

Dengan langkah berat Falesha berjalan memasuki kamar dan terlihat Zayan sedang tertidur di atas kasur. Ingin sekali rasanya Falesha pergi dari rumah itu tapi dia tidak ingin membuat masalah. Akhirnya Falesha duduk di sofa dan menyandarkan kepala nya di sandaran sofa. Karena merasa lelah dan mengantuk, Falesha akhirnya tertidur di atas sofa.

Entah sudah berapa lama tertidur, Zayan akhirnya terbangun dari tidurnya dan melirik jam tangan nya. Sudah menunjukkan pukul 7 malam. Zayan bangun dari tidurnya dan terkejut saat melihat Falesha yang tertidur diatas sofa. Dengan hati hati Zayan berjalan mendekati Falesha dan mencoba mengangkat tubuh Falesha untuk dipindahkan ke atas kasur. Setelah berhasil meraih tubuh Falesha, Zayan berjalan pelan pelan ke arah kasur. Tepat setelah meletakkan tubuh Falesha di atas kasur, tiba tiba Falesha terbangun dan menatap Zayan yang ada di hadapan nya itu. Tentunya mereka sama sama terkejut karena jarak mereka yang sangat dekat bahkan bisa merasakan nafas satu sama lain.
Zayan langsung menjauh dan salah tingkah.

"Aku hanya takut tubuhmu merasa sakit kalau tidur di sofa, jadi aku memindahkan mu ke tempat tidur." Ucap Zayan.

"Aku tau." Jawab Falesha pelan.

"Zayan, Falesha, keluarlah. Kita makan malam." Ucap Alesha dari balik pintu kamar.

"Iya Bu, kami keluar sebentar lagi." Jawab Zayan.

"Aku akan mandi dulu, kamu pergilah keluar untuk makan malam." Ucap Zayan.

"Baiklah." Jawab Falesha kemudian keluar dari kamar.

Mereka akhrinya makan malam setelah memunggu Zayan mandi. Zayan terlihat memperhatikan Falesha dan menjaga pola makan Falesha. Hak itu membuat keluarga mereka tersenyum senyum saat melihat tingkah Zayan.

Setelah makan malam, Zayan dan Falesha kembali kekamar untuk beristirahat. Karena tadi belum mandi, Falesha memutuskan untuk mandi sebelum tidur. Saat Falesha akan melangkahkan kaki nya ke kamar mandi, Zayan memanggil Falesha.

"Aku akan keluar mencari angin." Ucap Zayan yang kemudian dijawab dengan anggukan dari Falesha.

Falesha kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi, Falesha keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk diatas lutut dan meletakkan handuk kecil diatas kepalanya. Falesha keluar dari kamar mandi dengan handuk itu karena dia mengira Zayan masih diluar dan tidak berada di dalam kamar. Namun ternyata, disaat Falesha keluar dari kamar mandi terlihat Zayan yang duduk di sofa sambil memegang laptopnya dan memegang secangkir teh.

Saat melihat Falesha keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan sepotong handuk, Zayan langsung menyemburkan air teh yang tadi di seruputnya dan tertumpah ke lantai. Falesha tentunya langsung terkejut saat melihat Zayan ada di kamar.

"Kenapa kamu disini? "

"Ah aku, aakk,,, aku kira kamu tidak akan keluar seperti itu." Jawab Zayan.

Dengan perasaan malu, Falesha berlari masuk kembali ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi.

"Aahhh, sadarkan dirimu Zayan." Ucap Zayan sambil menampar pipi nya sendiri.

Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang